DOKTER WAHYU

DOKTER WAHYU
PENEMBAKAN MISTERIUS


__ADS_3

Sebagaimana yang telah di janjikan. Pagi pagi sekali aku pergi ke rumah nona Egga. Sengaja memang karena siangnya aku harus pergi ke Rumah sakit.


Ada beberapa pekerjaan yang aku lakukan. Membuka praktek kedokteran di rumah sakit untuk spesialis bedah, di sisi lain aku jadi dokter forensik membantu polisi detectiv untuk menemukan fakta fakta kematian tindak kriminal.


Jika ada waktu luang aku juga menulis sebuah novel biasanya bertajug misteri.


Dan sekarang aku sedang menggarap sebuah Novel misteri dengan judul misteri kematian Mr.Jhon. Aku terinspirasi dari kisah nyata kematian Mr.Jhon kemaren.


Aku sudah sampai di depan pintu gerbang rumah Nona Ega.


Rumah dengan model Eropa itu cukup besar, begitu asri, tapi terasa begitu sepi.


Aku mencoba menekan bel berkali kali.


Sekitar 10 menit menunggu barulah terdengar suara langkah kaki.


Plak,,,,plak,,,plak,,,kemudian seseorang membuka kunci.


Pintu terbuka perlahan, terlihat Nona Egga masih menggunakan handuk kimono sepaha dengan rambut di bungkus handuk.


"Selamat pagi Dokter Wahyu...


Silahkan masuk !!"


"Selamat pagi Nona..."


Aku menundukan pandanganku.


Gak berani menatap terlalu lama penampilan Nona Egga yang sexy.


"Ups, maaf saya baru selesai mandi keburu mendengar deringan bel, jadi buru buru buka pintu tanpa sempat memakai baju." Rupanya Nona Egga bisa menebak apa yg ku pikirkan.


"Iya Nona Gak masalah." Aku sedikit tergagap.


Ada rasa malu karena nona Egga menyadari apa yang ku pikirkan.


Setelah memastikan aku masuk dan duduk di kursi ruang tamu. Nona Egga segera masuk ke dalam, mungkin ke kamarnya untuk berganti baju.


Sekitar 15 menit aku menunggu. Kini


Nona Egga sudah berpakaian rapi.


memakai kaos resmi,


sepertinya salah satu seragam polisi detectiv untuk di lapangan,


jadi bisa di pastikan hari ini Nona Egga akan bekerja di lapangan.


"Sepertinya Nona sudah sehat kembali,


kalau begitu saya permisi...."


"Tunggu dulu dokter !!


Saya memang sudah sehat,


tapi dokter sudah terlanjur kemari bahkan sangat pagi,


mari sarapan bersama!"


"Tapi Non??"


"Jangan sungkan, saya akan buatkan sandwich untuk kita sarapan.


Oya apa dokter suka kopi atau teh??atau susu mungkin??"


"Saya minum Susu coklat aja."


"Baik, tunggu saya siapkan...

__ADS_1


Just five minuts."


Katanya sambil tersenyum.


Ternyata di luar jam tugas Nona Egga sangat ramah dan supel tidak seserius jika bertemu di lapangan saat dia bekerja.


Benar saja, hanya butuh waktu 5 menit sarapan sudah siap.


Ini pertama kalinya aku sarapan di rumah seorang wanita,


jadi teringat apa yang ayah katakan tadi malam nona Egga mungkinkah kita bisa bersama?


"Dokter!!awas !!!"


Prang!!


Terdengar Suara kaca pecah yang ternyata gelas susu coklat yang ada di hadapanku menyadarkanku dari lamunan.


Secepat kilat Nona Egga lari menuju asalnya tembakan tersebut,


Sementara aku melihat ke kanan kiriku memperhatikan sekitar kejadian.


Ada kaca jendela yang bolong, gelas susu coklat yang pecah dan terlihat juga ada sebutir peluru.


"Dokter anda tidak apa apa??"


Tanya Nona Egga setelah kembali.


"Sial mereka berlari dengan sangat cepat, aku tak mampu mengejarnya."


Ada gurat kecewa di wajahnya sepertinya wanita polisi itu sedang mengutuki dirinya sendiri karena telah gagal menangkap pelakunya.


"MC Milan TAC 50 !!"


Aku memungut sebutir peluru yang tadi kulihat tergeletak di lantai.


Nona Egga bereaksi seolah bangga saat aku bisa mengetahui jenis senjata dari peluru yang aku temukan.


"Siapa target mereka Nona??"Tanyaku penasaran.


Karena aku gak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.


"Saya tidak tau Dokter,


Sebaiknya susu coklatnya saya ganti saja."


Nona Egga baru menyadari aku belum menghabiskan susu coklatku namun keburu pecah.


"Gak perlu Nona, aku sudah minum setengahnya,


lagipula aku udah kenyang dan harus segera pergi ke Rumah sakit,


hari ini ada jadwal praktek di poly klinik".


"Baiklah Dokter, kita pergi bersama,


aku juga ada tugas di lapangan."


Setelah merapikan bekas makan kami segera pergi meninggalkan rumah nona Egga.


"Apa Nona berniat melaporkan hal ini??"


"Tidak dokter, aku akan menyelidikinya sendiri, mereka bukan pembunuh bayaran biasa."


Ku rasa Nona Egga benar, di lihat dari senjata sniper yang mereka gunakan,


sepertinya mereka termasuk orang elit,


dan tentu saja orang yang menyuruhnya pun kemungkinan Elit politik, tapi entahlah di dunia ini banyak sekali tipuan,

__ADS_1


banyak sekali misteri yang tidak terpecahkan.


***


Aku sudah sampai di Rumah sakit tempat aku bekerja,


aku dan Nona Egga berpisah di persimpangan.


Keteganganku pulih seketika ketika aku mulai berhadapan dengan para pasien Rumah sakit.


"Dokter ganteng, apa aku bisa sembuh??"


Tanya seorang pasien yang usianya baru Tujuh Tahun, dia mengidap Jantung dan berencana melakukan pembedahan.


"Tentu saja, kamu anak pintar dan kuat pasti bisa sembuh."


"Dokter ganteng baik sekali."


Aku hanya bisa tersenyum padahal hatiku seperti teriris, perih apalagi ku lihat raut sedih dan khawatir di wajah ibu muda orang tuanya.


"Mama, kalau nanti aku sudah sudah sembuh, aku boleh kan mengajak dokter ganteng main ke rumah??"


Katanya penuh harap.


"Iya Nak, tentu saja.


"Horeee !!!"


Anak itu sangat bersemangat.


Satu persatu pasien aku periksa dengan seksama dan aku berikan resep obat,


tak terasa jam praktek telah usai, aku segera membereskan perlengkapanku lalu pulang.


Di Sepanjang jalan aku termenung mengingat kembali tembakan misterius yang mengenai gelas coklat di Rumah nona Egga.


Sebenarnya siapa target mereka??


Jika aku??siapa yang membenciku demikian rupa sampai berniat menembak ku dengan Sniper???


Atau mungkin targetnya Nona Egga??


dia Salah satu polisi detectiv di Negeri ini, mungkin banyak sekali kasus yang dia tangani dan kemudian menimbulkan dendam, sungguh profesi yang sangat berat bagi seorang wanita.


Aku jadi penasaran kenapa Nona Egga memilih profesi sebagai polisi detectiv??


padahal wajahnya sangat cantik badannya juga sangat bagus cocok sekali jika jadi model, atau artis, atau jadi dokter sepertiku, setidaknya profesi seperti itu tidak berhubungan dengan para penjahat dan tindak kriminal.


Aku sudah sampai di rumahku. Rumah masih sepi sepertinya ayah masih ada kesibukan di luar.


Aku langsung naik ke kamarku untuk mandi dan ganti baju.


Selesai mandi dan ganti baju aku turun ke bawah untuk melihat koran pagi ini.


Ternyata berita utamanya masih sama, masih tentang Misteri kematian Mr.Jhon. Ada fakta baru,Ternyata Mr,Jhon bukan nama yang sebenarnya.


Mr.Jhon sebenarnya adalah Pangeran George Putra mahkota inggris yang sedari kecil sudah di asingkan ayahnya ke luar negeri karena pernah tertangkap basah menggunakan paspor palsu.


Harusnya pangeran George yang menjadi pewaris tahta kerajaan inggris,


tapi setelah di asingkan ayahnya, pangeran George memilih tinggal di Macau dan suka sekali liburan ke Jepang dan korea, karena sangat menyukai bunga sakura.


Dari segala keganjilan yang ada, yang paling ganjil adalah Mr.George yang menyukai memakai paspor palsu,


di tambah latar belakang tersangka pembunuhan adalah wanita muda dari vietnam dan dari malaysia yang ternyata cuma rakyat jelata, mereka pekerja buruh.


Sungguh ironis jika wanita dari rakyat jelata tiba tiba terlibat konflik dengan seorang bangsawan yang berujung pembunuhan.


Percayakah kalian jika kedua wanita itu pelaku sesungguhnya???

__ADS_1


__ADS_2