DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
Pulang


__ADS_3

Besoknya Sasmita sudah di perbolehkan pulang oleh dokter sedangkan ayah Rafa masih harus di rumah sakit sampai benar-benar stabil. Mereka pun segera pulang ke rumah orang tua istrinya itu. Selama di perjalanan tidak ada percakapan berarti di antara sepasang suami istri itu. Setelah berjalan sekitar 1 jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah ayah Rafa. Mereka segera turun dan masuk ke rumah tersebut. Ceklek


"Assalamu'alaikum" Angga dan Sasmita mengucapkan salam berbarengan


"Wa'alaikumussalam non den" bi Minah menjawab salam


"Masuk non den kamarnya sudah bibi siapkan" lanjut bi Minah


"Terima kasih bi, kalau begitu kami ke kamar dulu ya" ucap Angga lalu segera menyusul istrinya tersebut


Ceklek


"Mbak sebaiknya mandi dulu biar enakan" ucap Angga pada istrinya itu


"Kamu saja yang mandi duluan biar saya yang belakangan soalnya saya mandi lama" jawab Sasmita


"Ok lah kalau gitu saya mandi duluan" ucap Angga lalu melangkahkan kaki menuju kamar mandi


Selama Angga mandi Sasmita hanya baring menyamping. Ia mengingat kejadian yang sangat menyakitkan dalam hidupnya. Tak lama pun Angga sudah selesai dengan mandinya. Saat akan melangkahkan kaki menuju wardrobe Angga seperti mendengar suara tangisan ia pun segera mendekati istrinya dan benar saja Sasmita sedang menangis.


"Hey kenapa nangis" tanya Angga menghapus air mata istrinya yang deras mengalir lalu mengelus lembut kepala istrinya itu


"Duduk dulu gih" suruh Angga dan Sasmita hanya mengikuti


Setelah duduk Sasmita pun langsung memeluk Angga dan menumpahkan semua kesedihannya. Angga pun membalas pelukan istrinya itu di usapnya kepala istrinya dengan lembut sembari menghujani ciuman.


Anggapun agak menjauhi tubuhnya setelah Sasmita sudah lebih tenang. "Sudah lebih tenang?" tanya Angga sembari meletakkan kedua tangannya di pipi sang istri lalu mencium keningnya.


"Sudah" jawab Sasmita tersenyum malu


"Ya sudah sekarang mandi habistu kita makan siang ya" ucap Angga lalu mengecup lagi kening istrinya


"Ia" jawab Sasmita namun masih memeluk Angga

__ADS_1


"Katanya mau mandi kenapa masih di peluk hem" ucap Angga hingga membuat wajah istrinya memerah


"Biarin kan sama suami sendiri" jawab Sasmita lalu mengecup dengan cepat hingga membuat Angga tidak percaya dengan kelakuan istrinya itu


"Ku harap kamu cepat melupakan masa lalumu dan menjalani kedepan denganku" Angga membatin


Setelah Sasmita ke kamar mandi Angga pun segera memakai pakaiannya dan ia juga menyiapkan pakaian istrinya lalu di letakkan di atas tempat tidur.


"Mbak bajunya sudah ku siapkan" ucap Angga memberi tahu


"Ia makasih" jawab Sasmita singkat


Angga pun segera turun untuk memastikan makan siang mereka sudah siap semua.


"Bi Minah masak apa aja ni?" tanya Angga


"Ini den bibi masak sayur oncom kesukaan non Mita lauknya bibi masak ikan goreng di tambah sambal den" jawab bi Minah


"Ya sudah bi saya mau panggil istri saya dulu" ucap Angga


Angga pun segera ke kamar untuk melihat apakah istrinya sudah selesai mandi atau belum. Angga pun membuka pintu. Dan . . .


"Aaaaaaaaaaaaa" teriak Sasmita melihat Angga masuk sedangkan dia sedang menggunakan pakaiannya dan Angga pun segera menutup kamarnya


"Sudah jangan teriak-teriak gak enak di dengar tetangga" ucap Angga sembari mendekat ke istrinya


"Sini biar aku yang pakaikan" tawar Angga


"Udah gak usah aku malu" jawab Sasmita


"Sudah tidak usah malu dengan suami sendiri" ucap Angga


"Saya tidak akan menyentuhmu kalau kamu tidak memintanya kamu tenang lah" ucap Angga mencoba mendekati Sasmita

__ADS_1


Anggapun tanpa sadar telah menelan salivanya berkali-kali ketika melihat keindahan di depannya. Dan segera membantu istrinya mengenakan pakaian.


"Sudah?" tanya Angga


"Heem" jawab Sasmita mendeham


"Pipimu kenapa merah hem kamu sakit ya?" tanya Angga tersenyum melihat istrinya yang bersemu malu


"Mana ada sakit" jawab Sasmita


"Ya sudah ayo kita makan siang dulu nanti makanannya keburu dingin tidak enak" ajak Angga


"Ya sudah ayo" jawab Sasmita kemudian berlalu pergi meninggalkan Angga sendiri


"Yah di tinggalin, tunggu dong" ucap Angga mengejar istrinya


"Sapa suruh melamun" jawab Sasmita


Mereka pun menikmati makan siang yang hening. Setelah selesai makan siang mereka pun kembali ke kamar untuk melaksanakan sholat. Bagi Sasmita inilah pertama kali ia di imami ketika sholatnya. Setelah sholat mereka pun duduk-duduk santai di balkon kamar.


"Kamu besok sekolah tidak?" tanya Sasmita canggung


"Belum tahu kalau kamu belum sehat gimana bisa ku sekolah" jawab Angga hingga membuat pipi Sasmita bersemu merah ada kehangatan yang Sasmita rasakan dari jawaban suaminya tersebut


"Kalau kamu ngajar besok?" tanya Angga pada Sasmita


"Kalau aku sih harus runding dulu sama kamu apakah ngajar atau berhenti" jawab Sasmita


"Terima kasih ya" ucap Angga sembari melihat Sasmita lekat-lekat


"Terima kasih untuk apa?" tanya Sasmita


"Terima kasih karena mau menikah denganku yang hanya anak kemarin sore" ucap Angga setulus hati hingga tanpa sadar bulir air mata sudah nampak di ujung matanya

__ADS_1


Pembicaraan mereka pun berlanjut hingga usai.


Bersambung . . .


__ADS_2