DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
51


__ADS_3

Tibalah waktu dimana mereka pulang. Angga langsung menuju ke parkiran para dosen memarkirkan mobil mereka. Betapa terkejutnya ia melihat ada beberapa dosen sudah ada di parkiran.


"Kamu mahasiswa baru?" tanya dosen yang mobilnya berada di samping mobil Angga


Dengan sedikit menunduk memberi hormat dan tersenyum ia pun berkata "Ia pak saya mahasiswa baru di kampus ini" dengan setenang mungkin


"Lain kali jangan parkir disini lagi ini khusus dosen" ucapnya dengan nada amarah yang di tahan


"Baik pak saya akan ingat itu, sekali lagi saya minta maaf" ucap Angga dengan nada penuh penyesalan lalu membungkuk memberi hormat


"Saya permisi bapak ibu" ucap Angga lalu memasuki mobil untuk segera menjemput sang istri yang mungkin sudah mengunggu


Dan benar saja sang istri sudah menunggu.


Dengan cepat Angga menghampiri sang istri yang tengah duduk dan berkata "Maafin mas ya sayang kamu jadi lama nunggunya" dengan wajah sedih terlihat begitu manis terlihat oleh sang istri


Dengan senyuman manis dan telapak tangan yang sudah menempel serta mengelus pipi sang suami dia berkata dengan lembut "Gak kok mas, ya sudah ayo pergi" ajak sang istri mengingat akan ke kantor sang suami.


Mita terlihat begitu antusias sebab ini pertama kalinya ia ikut ke kantor sang suami.


"Mas emangnya gak apa kalau adek ikut ke kantor?" tanya Mita sedikit gugup namun antusias


"Pertanyaan kamu itu ada-ada aja loh sayang" ucap Angga menggelengkan kepala karena pertanyaan sang istri yang menurutnya gak perlu ia jawab


"Ya jelas boleh lah sayang kalau gak boleh buat apa mas ajakin kamu ke kantor" jawab Angga dengan lembut sembari mengelus dan menciumi tangan sang istri


Tak berapa lama sampailah mereka di tempat tujuan. Terlihatlah gedung megah nan tinggi di hadapan mereka.


"Ini bener kantor mas?" tanya sang istri begitu mobil memasuki kawasan kantor tersebut


"Iya sayang, bagus ya?" tanya Angga balik


"Bagus banget apalagi ini strategis banget" jawab sang istri


"Ya sudah yuk turun" ajak Angga turun lalu membukakan pintu sang istri


Melihat ada yang datang resepsionis dan satpam perusahaan tersebut segera menghampiri, namun segera mereka mencegahnya karena mereka baru bekerja hari ini di perusahaan tersebut jadi mereka tidak mengetahui siapa Angga sebenarnya.


"Maaf dek mbak ada keperluan apa ya kemari?" tanya resepsionis tersebut


"Saya mau ke lantai 20" ucap Angga santai


"Ada keperluan apa adek dan mbak di lantai 20?" tanya resepsionis tersebut


"Begini saja tolong panggilkan David sekretaris perusahaan ini bilang taun datang" ucap Angga masih terlihat santai namun resepsionis dan satpam tersebut sudah memiliki rasa takut dalam hati mereka


"Mohon di tunggu sebentar" ucap resepsionis tersebut lalu menelfon yang di maksud


Tak berselang lama datanglah David dan langsung menghampiri tuannya itu.


"Siang taun" sapa David


"Siang David" sapa Angga balik


Mendengar hal tersebut resepsionis dan satpam tersebut segera menghampiri dan meminta maaf karena ketidak tahuan mereka terhadap dirinya.

__ADS_1


"Tidak apa namun sebaiknya tidak terjadi lagi hal seperti ini di masa akan datang" ucap Angga


"Akhlak harus nomor satu baru lihat ilmu kalau soal penampilan itu nomor tiga" lanjut Angga menasehati dan mereka hanya mengangguk


"Sekali lagi kami minta maaf boss" ucap mereka dengan penuh penyesalan


"Sudah-sudah silahkan di lanjut kerja saya mau ke kantor dulu" ucap Angga


"Sayang yuk" ajak Angga menggandeng tangan sang istri lalu menuju lift khusus


"Oh ya David nanti tolong bawakan semua dokumen yang akan saya tanda tangani dan jangan lupa schedule saya" ucap Angga pada sekretarisnya itu


"Baik tuan" ucap David


Setelah pintu lift terbuka merekapun menuju ke ruangan masing-masing.


"Selamat datang di kantor mas sayang" ucap Angga sewaktu membukakan pintu kantornya untuk sang istri


"Mas ini beneran kantor mas?" tanya sang istri kaget seketika melihat betapa luasnya kantor suaminya itu bagaimana tidak dalam 1 lantainya hanya ada 2 ruangan pertama ruangan sekretaris dan tentunya ruangan pemimpin perusahaan tersebut itu sendiri.


"Ya sayang kamu suka?" tanya Angga balik


"Suka banget mas luas lagi tempatnya" jawab sang istri dengan senyum yang merekah tiada hentinya sedari tadi


"Alhamdulillah kalau adek suka" ucap Angga


"Adek bersih-bersih dulu gih, sholat habis itu kita makan" ucap Angga sembari memeluk sang istri dari belakang lalu mencium pipinya


"Ya sudah adek bersih-bersih dulu kalau gitu" ucap Mita


"Dimana tempat bersih-bersihnya mas?" tanya Mita karena tidak mengetahui letaknya


Dalam hati mita


"Ya allah hamba bersyukur mempunyai suami yang perhatian dan selalu mengingatkanku kepadamu" ucapnya penuh rasa syukur dan bahagia


Setelah sang istri pergi bebersih David pun datang.


"Bagaimana perusahaan kita David?" tanya Angga sembari melihat-lihat dokumen yang akan ia tandatangani


"Kalau perusahaan aman tuan tidak ada masalah" jawab David


"Oh ya bagaimana dengan perusahaan yang mau kerjasama dengan kita apakah ada kemajuan?" tanya Angga soal project kerjasama dengan perusahaan lain


"Persiapan sudah 80% tuan kalau berjalan dengan lancar sekitar 2 bulan project tersebut sudah bisa berjalan" lapor David


"Baiklah kalau begitu" ucap Angga singkat


"Kalau begitu saya permisi tuan" ucap David untuk kembali ke ruangannya


"Oh ya David apakah kau sudah makan siang?" tanya Angga yang membuat David seketika berhenti dan kembali menghampiri tuannya itu


"Sudah tuan" jawab David heran dengan pertanyaan tuannya itu


'Ya sudah kalau begitu kamu lanjutkan kerja" ucap Angga

__ADS_1


"Baik tuan kalau begitu saya permisi" ucap David kemudian kembali keruangannya


"Alhamdulillah segarnya" ucap Mita setelah keluar kamar kecil


"Allahu akbar ya allah mas kaget tau" ucap Mita kaget karena ulah sang suami


"Heheh maaf sayang" ucap Angga cengengesan karena ulahnya itu


"Ya sudah mas bersih-bersih dulu gih habistu kita sholat berjamaah" ucap Mita yang hanya di anggukin oleh sang suami kemudian berlalu ke kamar kecil


Tak lama Anggapun selesai bersih-bersih dan merekapun sholat. Setelah sholat merekapun memesan makanan.


"Mas, kamu hebat deh bisa punya usaha sendiri padahal masih muda" ucap Mita menyenderkan kepala di bahu sang suami


Dengan tersenyum Angga berbicara "Menurut kamu mas hebat?"


"Ia menurut dek mas hebat banget malah" ucap Mita dengar rona bahagia di wajahnya


"Kenapa kamu bisa mengatakan hal seperti itu sayang?" tanya Angga penasaran


"Di usia mas yang masih muda, mas sudah bisa melakukan banyak hal memikirian banyak hal dengan penuh pertimbangan pokoknya mas itu dewasa dan penuh tanggung jawab" jawab Mita menarik garis besar pemikiran tentang sang suami dan Anggapun hanya bisa tersenyum mendengar penuturan tersebut


"Setiap kata atau kalimat itu bisa di definisikan s berbeda sayang" ucap Angga membuat sang istri mencoba mencerna perkataannya itu


"Menurut kamu mungkin definisi hebat itu seperti penuturan kamu barusan namun orang lain bisa aja mengartikan kata hebat itu berbeda jadi jangan menjadikan hebat sebagai patokan dalam hidup sayang" jelas Angga


Dalam hati mita "Pemikiran nya jauh berbeda dengan pemikiran anak-anak seumurannya ya allah, dia lebih berfikir lebih sederhana dan begitu dalam untuk menyikapi setiap hal. Beruntungnya hamba bisa menjadikannya imam hamba ya allah"


"Iya mas setiap nasehat mas akan adek ingat dan akan coba adek laksanakan. Makasih untuk terus ada di samping adek" ucap Mita sembari menggenggam tangan sang suami


"Sudah kewajiban mas sayang untuk hal tersebut karena kamu sekarang tanggung jawab mas"


Waktupun cepat berlalu dan kini dikala mentari telah berganti menjadi rembulan merekapun sudah berada di rumah. Setelah bersih-bersih dan ibadah merekapun makan malam yang sudah di siapkan oleh bibi.


"Ehm sepertinya enak bi" ucap Angga melihat hidangan yang menggugah selera tersebut


"Saya harap tuan dan nyonya suka masakan saya yang tidak seberapa ini" ucap bibi merendah


"Oh ya bi panggil yang lain juga buat makan sama-sama disini dan suruh satpam gantian jaga di depan" perintah Angga


"Baik tuan, saya permisi dulu" ucap bibi berlalu


Tak lama merekapun datang.


"Maaf tuan bukannya saya menolak cuma tidak elok saya makan bersama tuan seperti ini di satu meja yang sama, sekali lagi maaf tuan" ucap satpam yang baru di panggil tersebut


"Saya tidak bisa menerima penolakan seperti itu pak jadi lakukan saja" ucap Angga tegas dengan aura yang menyeramkan


"Ba . . baik tuan" ucap satpam tersebut kelabakan lalu duduk


"Bibi juga duduk kita makan sama-sama disini" suruh Angga


"Baik tuan terima kasih" ucap bibi duduk dam makan bersama tuannya itu


"Makan yang banyak pak bi klau kurang tambah" ucap Mita membuka suara yang sedari tadi hanya memperhatikan suasana

__ADS_1


"Terima kasih nyonya" ucap bibi dan pak satpam barengan


Dan merekapun menikmati makanan tersebut sedangkan satpam bergantian makan. Setelah makan merekapun kembali ke aktivitas masing-masing sedangkan Angga sibuk dengan kerjaan kantor dan Mitapun demikian. Tak lama merekapun tidur mengingat waktu sudah larut


__ADS_2