DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
Kelalahan namun happy


__ADS_3

Tanpa pikir panjang lagi Angga pun segera menggendong sang istri ke tempat tidur menurunkannya perlahan. Mereka pun saling menatap dan membelai wajah pasangannya itu.


"Kamu sudah siap sayang?" tanya Angga lembut dan hanya di jawab anggukan manis oleh sang istri


"Sebelum itu kita berdo'a dulu ya ikutin mas" ucap Angga


"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa" ucap mereka berdo'a berbarengan


Di pandangi wajah sang istri dengan tatapan teduh namun penuh pendambaan. Setelah puas memandangi sang istri Angga pun memulai aksinya dengan menciumi kening sang istri kemudian kelopak mata pipi hidung dan tentu saja bibir sang istri. Anggapun memulainya secara perlahan agar ia bisa menyeimbangkan ritme permainan sang istri. Namun lama kelamaan iapun meningkatkan ritme permainan sang istri menuntutnya lebih. Dan tanpa mereka sadari saat ini mereka sudah tanpa sehelai benangpun yang menempel pada tubuh mereka masing-masing. Terdengar suara sang istri yang begitu membangkitkan hasratnya. Angga yang senang dengan respon sang istripun melanjutkan aksinya dan tangannya pun mengikuti hasratnya yang mulai naik itu hingga sampai lah di dua gundukan sintal milik sang istri. Iapun bermain dengan itu menilinnya dan meremasnya dan aksi bibirnya ia lanjut dengan turun keleher jenjang sang istri dan membuat beberapa cap kepemilikan disana dan dengan perlahan iapun turun ke gundukan yang begitu memainkannya hingga membuat sang istri begitu menginginkan lebih.


"Emm oh mas oh emm " desahan demi desahan pun keluar dari sang istri dan perlahan membuat Angga dan perlahan namun pasti iapun bermain dengan perut sang istri membuatnya bergelinyang hebat karena sentuhan lembut namun menuntut darinya. Namun Angga pun memberhentikan permainannya sesaat untuk melihat kepemilikan sang istri yang baru pertama kali ia lihat dan melihat sang istri.


"Apakah kamu siap sayang?" tanya Angga memastikan sang istri untuk siap menerima permainan darinya


"Ia mas adek siap" jawab sang istri dengan wajah yang sudah blushing memerah karena malu-malu dan nafas yang sudah beradu cepat

__ADS_1


"Kalau sakit bilang ya mas akan pelan-pelan" ucap Angga


Dan ia pun memulai aksinya kembali dengan kepemilikan sang istri. Dan saat ia hendak memasukkan senjatanya sang istri pun melihatnya yang membuatnya malu dan berkata dalam hatinya


"Muat gak ya melihat pemilikan suami yang begitu besar" ucapnya Sasmita dalam hati


Anggapun mulai memasukkan kepemilikannya secara perlahan namun terdengar suara ringisan dari sang istri dan membuat Angga menghentikan aksinya. Anggapun menciumi sang istri dan kembali memulai aksinya. Anggapun meneruskan aksinya dan terdengarlah suara yang begitu khas keluar dari mereka. Ada kenikmatan yang tidak bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata. Setelah beberapa ronde akhirnya sang istri tidur karena begitu kelelahan di gempurnya langsung beberapa ronde.


Angga pun melihat wajah sang istri yang sudah terlelap dalam dekapannya kemudian menyelimuti nya. Dan sebelum tidur Anggapun tersenyum mengingat keganasannya barusan hingga membuat sang istri kelelahan. Tak lama iapun menyusul sang istri ke dalam mimpi.


"Sayang bangun yuk" ucap Angga sembari mengecup pipi sang istri


"Ini sudah jam 5 kita harus sholat subuh sebelum fajar sayang, yuk" ajak Angga dan Sasmita pun bangun


"Aww" pekik sang istri

__ADS_1


"Kenapa sayang?" tanya Angga sedikit panik


"Sakit mas" rengek sang istri


"Mau mas gendong atau mau jalan sendiri" tawar Angga


"Sendiri aja deh mas jangan tengok tapi" ancam sang istri melihat ia saat ini tidak melekat sehelai benangpun di tubuhnya


"Ia deh mas gak nengok tapi boleh dong ngintip" goda Angga


"Mas ih gak boleh" ancam sang istri


"Padahal sudah suami istri dan sudah di lihat lagi tapi masih aja malu ya sama suami sendiri" goda Angga lagi membuat wajah sang istri memerah seperti udang rebus


"Aww" pekik Sasmita pelan namun Angga tetap mendengarnya alhasil membuat Angga langsung menggendongnya menuju ke kamar mandi dan mandi bersama.

__ADS_1


Setelah mandi besar mereka pun sholat bersama. Dan di setelah sholat mereka pun bersiap dengan kegiatan mereka masing-masing namun tidak lupa Sasmita untuk mempersiapkan pakaian yang akan sang suami kenakan pada hari itu.


__ADS_2