
Hari-hari mereka pun di lalui dengan penuh kebahagian. Dan tidak terasa acara akad pun akan segera di laksanakan dalam beberapa jam lagi. Terlihat Angga yang begitu gugup tengah duduk menghafal dan melancarkan akad yang akan ia ucapkan nanti. Adiknya yang usil melihatnya gugup pun menghampirinya untuk mengerjainya.
"Bang ada mbak Mita tuh nyariin" ucap Sara kepada Angga
"Yang bener?" tanya Angga memastikan
"Ya bener lah masak bohong" jawab Sara semeyakinkan mungkin agar abangnya tersebut tidak curiga kalau ia hanya mengerjainya
Benar saja Anggapun bergegas menemui istrinya itu tanpa mencurigai sama sekali perkataan adiknya itu. Dengan bahagianya Sara ketawa karena ia berhasil mengerjai abangnya tersebut.
Tak lama kemudian Angga pun kembali dan menemukan adiknya yang jahil tersebut sedang santai seperti tidak merasa bersalah karena telah mengerjai abangnya tersebut. Dan Anggapun hanya diam tanpa ekspresi menatap adiknya tersebut hingga membuat Sara merasa kalau ia salah telah mengerjai abangnya itu. Dan membuatnya takut untuk mengerjai abangnya itu. Bagaimana tidak ekspresi wajah Angga begitu dingin dan sangat menakutkan. Dan ia juga sadar kalau abangnya itu berbeda di antara mereka bertiga. Dengan sifatnya yang kompleks dia bisa menempatkan dirinya di berbagai suasana dan keadaan apapun itu. Karena rasa bersalahnya itu akhirnya dia pun meminta maaf karena bercanda di saat waktu yang tidak tepat.
"Bang maafin Sara ya" ucap Sara lalu memeluk abangnya itu
__ADS_1
"Sudah sudah jangan sedih abang tidak marah kok cuma kesel aja dikit hehehe" jawab Angga sembari memeluk dan mengusap kepala sang adik dengan penuh kasih sayang agar kesedihannya hilang
"Lain kali kalau kamu mau bercanda sama abang harus lihat situasi dan kondisi dulu ya" tekan Angga lalu segera di anggukkan oleh Sara tanda menyetujui
Dalam hatinya Sara ia begitu bangga dengan abangnya yang satu ini karena dia begitu dewasa dengan umur yang masih muda dan juga begitu penyayang terhadap nya dan keluarga.
"Ia bang sekali lagi Sara minta maaf ya" ucap Sara
"Ia bang sudah maafin kamu kok gak usah khawatir" jawab Angga
Angga pun mengajak adiknya itu untuk duduk lalu menjawab
"Boleh, tapi jangan ganggu abang dulu ya sebelum akad selesai" ucap Angga sembari tersenyum dan menatap adik yang begitu iya sayangi walau kadang ia cuek kepadanya
__ADS_1
"Oh iya bang setelah ini abang sama kak mita tinggal dimana?" tanya Sara kepo
"Abang sih belum memutuskan akan tinggal dimana, cuman" jawab Angga menggantung
"Cuman apa bang?" tanya Sara dengan kekepoannya
"Cuman abang harus lihat perkembangan kedepannya seperti apa, baru nanti abang diskusikan sama kakak iparmu" jawab Angga tidak mau terburu-buru mengingat ia dan istri belum membicarakan hal itu
"Kalau abang gak tinggal di rumah makin sepilah rumah" rengek Sara merasa kesepian kehilangan abang yang selalu iya ajak bercanda karena telah menikah
"Kan ada mas Fajar di rumah" ucap Angga mengingat masnya itu
"Abang kan tau sendiri mas itu sibuk dengan dunianya sendiri dan tidak bisa di ganggu" jawab Sara
__ADS_1
"Sing penting kamu harus sayang pada semua termasuk sama masmu ya Sara jangan berantem itu saja pesan mas karena tidak mungkin mas sama kamu terus, faham?" tanya Angga dan di angguk oleh Sara tanda setuju
Tak sadar mereka kalau waktu sudah menunjukkan pukul 09.55 itu artinya 5 menit lagi akad akan di langsungkan. Anggapun bersiap lalu menuju tempat ia mengucapkan ijab qabul. Tepat pukul 10.00 pagi akad pun berlangsung dengan lancar. Dengan perasaan yang sudah sedikit relaks dari sebelumnya akhirnya pun ia siap untuk mengucapkan ijab untuk kedua kalinya setelah waktu itu ia mengucapkannya ketika berada di rumah sakit. Setelah ia mengucapkan ijab sekali dan tidak sah akhirnya yang kedua kalinya ia ucapkan ijab tersebut dengan lancar serta penuh dengan keyakinan. Setelah itu tibalah saatnya Sang istri keluar dan duduk di depannya. Dengan penuh keanggunan sang istri duduk di depannya. Dengan mata yang sudah berkaca-kaca penuh dengan perasaan bahagia iya membuka penutup wajah sang istri. Prosesi yang begitu sakral tersebut begitu berkesan di hatinya. Setelah sang istri mencium tangannya tidak lupa Angga mengecup kening sang istri dengan penuh penghayatan. Begitu pula dengan pemasangan cincin pernikahan mereka. Setelah semua prosesi selesai tepat waktu dzuhur acarapun selesai.