DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
52


__ADS_3

Waktupun terus berlalu hingga tidak terasa ospek mahasiswa barupun telah usai. Kini tiba waktunya Angga untuk mengikuti mata kuliah yang telah ia ambil. Dan kini ia pun sudah berada di kelas ketika kelas masih lengang.


"Ku duduk di belakang aja deh lebih seru" ucap Angga agak berbisik dan kemudian ia mengambil tempat duduk paling pinggir dan paling belakang


"Hai" sapa seorang perempuan yang mengambil duduk di sampingnya


"Hai juga" balas Angga seraya menjaga pandangannya


"Kenalin gue Sherly" ucap perempuan itu seraya mengulurkan tangan namun tidak di sambut uluran tangan tersebut oleh Angga


Mendapati uluran tangannya tidak di sambut Sherlypun menarik tangannya kembali sembari tersenyum.


"Menarik" ucap Sherly dalam hati


Namun Angga merasa tidak nyaman akan kehadiran sherly di sampingnya karena pantang baginya berdekatan dengan wanita bukan mahromnya. Alhasil Anggapun pindah untuk mencari tempat duduk di antara lelaki saja. Melihat Angga berpindah tempat duduk membuat meli penasaran.


"Kenapa pindah?" tanya Sherly mencoba menahan


"Saya duduk di sana saja, permisi" ucap Angga sopan


"Ni orang kenapa yak kayak gak suka duduk di sampingku sampai pindah pula" ucap Sherly pelan berprasangka


"Maaf apakah disini ada yang menempati?" tanya Angga kepada mahasiswa yang memiliki penampilan bak kutu buku itu


"Eh gak ada kok, silahkan" ucap mahasiswa tersebut sedikit kelabakan karena terkejut


"Terima kasih" ucap Angga sembari tersenyum lembut


Namun tanpa ia sadari ada beberapa mahasiswi yang memperhatikan hal tersebut termasuk Sherly itu. Mereka terpesona senyuman tersebut di tambah dengan wajah tampan dan sedikit manis yang begitu mendukung.


"Eh eh tengok deh mahasiswa itu ganteng banget senyumnya manis lagi" ucap mahasiswi yang berada di belakang Angga


"Kayaknya bakal jadi idol baru di kampus deh" ucap teman mahasiswi tersebut


"Kalau itu sih gak di ragukan lagi" timpal mahasiswi tersebut.


Tak lama masuklah dosen pengajar di kelas tersebut. Namun alangkah kagetnya Angga kalau yang mengajar di kelas tersebut adalah istrinya sendiri. Dengan tersenyum kearah Angga mitapun membuka kelas tersebut. Tak lama kelas pun berakhir. Setelah kelas berakhir Anggapun menghampiri sang istri.


"Buk ada yang bisa saya bantu?" tanya Angga agar tidak menjadi curiga yang melihat mereka


Namun Mita tidak langsung menjawab tawaran sang suami melainkan ia memicingkan mata melihat apakah maksud suaminya bertanya demikian.


"Jawab pertanyaan adek mas kenapa mas mau melakukan hal seperti ini di kampus?" tanya Mita dan Angga hanya menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal tersebut


"Apakah harus ada alasan saat ingin menolong orang yang mas sayang?" tanya Angga balik yang membuat merona pipi sang istri


"Ini" ucap Mita seraya memberikan semua barang bawaannya ke sang suami kemudian berjalan cepat alhasil Anggapun mengikutinya dengan langkah nya yang besar


Setelah berjalan beberapa lama sampailah mereka di ruangan kerja Mita itu.


"Taruh dimana sayang?" tanya Angga


"Taruh di sini aja mas ntar biar adek yang bereskan" ucap Mita menunjuk meja kerjanya dan segera Angga menaruhnya disana


"Mas kamu mau ngapain" ucap Mita melihat suaminya mendekat ke arahnya


"Mas pijitinnya" tawar Angga lalu mengambil kursi di depan meja kerja tersebut lalu dengan perlahan dan penuh perhatian ia memijit kaki sang istri


Hingga tanpa terasa kuliah hari inipun selesai dan Angga langsung mengecek hpnya melihat apakah istrinya menghubungi atau tidak. Namun tidak mendapati pesan ataupun calling dari sang istri dan iapun menghubunginya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum sayang" ucap Angga


"Wa'alaikumussalam mas" jawab sang istri


"Kamu dimana?" tanya Angga


"Adek masih di kantor ni masih ada kerjaan sedikit lagi" jelas sang istri


"Emm ya sudah ntar mas ke sana ada mau nitip cemilan atau apa gitu mumpung mas baru kelar kelas" tawar Angga pada sang istri


"Adek mau jus avocado mas boleh ya" ucap sang istri dengan manjanya


"Emm apa sih yang gak buat kamu sayang" ucap Angga sembari tersenyum


"Ya sudah mas belikan dulu ya" ucap Angga


"Assalamu'alaikum" ucap Angga lalu mematikan telfon setelah sang istri menjawab salamnya


Dan Anggapun mencari pesanan sang istri kemudian bergegas menuju kantor sang istri setelah pesanan iya dapatkan. Sesampainya di depan pintu kantor sang istri Anggapun mengetuk pintu dan memberi salam.


"Assalamu'alaikum buk" ucap Angga


"Wa'alaikumussalam masuk" jawab Mita


"Lagi sibuk kayaknya" ucap Angga kala mengetahui tiada orang selain sang istri


"Dikit lagi selesai" ucap Mita


"Oh ya sayang ni pesanan kamu tadi" ucap Angga sembari memberikannya pada sang istri


"Kamu minum dulu biar mas bantuin kerjaan kamu ya" ucap Angga mengambil alih kerjaan sang istri sebentar


"Kenapa kamu bertanya seperti itu sama mas sayang?" tanya Angga setelah mendengar perkataan sang istri seperti tifak percaya akan kemampuannya


"Bukan begitu mas cuma mas kan belum pernah mempelajari ini apakah mas bisa melakukannya?" tanya Mita mencoba menjelaskan agar tidak menjadi salah faham di antara mereka


Namun Angga hanya tersenyum kemudian melanjutkan kerjaan sang istri dengan fokus dan tak lama kerjaan tersebutpun selesai.


"Coba kamu cek sayang" suruh Angga


"Udah selesai?" tanya Mita agak tidak percaya


"Yap coba kamu lihat hasilnya" jawab Angga


Setelah mengecek semuanya alangkah terkejutnya Mita mendapatkan semuanya dengan keadaan sesuai dengan apa yang ia inginkan bahkan lebih bagus dari apa yang akan ia lakukan.


"Mas ini bagus banget" ucap Mita dengan mata yang berbinar dan Angga hanya bisa tersenyum


"Ya sudah sekarangkan kerjaannya sudah siap kita pulang yuk" ajak Angga pada sang istri dan du anggukan oleh Mita


Dan merekapun meninggalkan ruangan tersebut setelah semua rapih dan aman. Mereka pun berjalan layaknya seorang mahasiswa membantu dosennya. Dan kala mereka akan keluar dari gedung tersebut merekapun di samperin oleh Sherly.


"Angga tunggu" ucap Sherly sedikit berteriak


"Ga tunggu dong bentar" ucap Sherly mengejar karena Angga tidak menggubris panggilannya


"Ada apa Sher?" tanya Angga datar tanpa melihat sherly sama sekali


"Kamu mau pulang ya?" tanya Sherly

__ADS_1


"Emmm"


"Aku boleh ikut gak?" tanya Sherly tanpa memperdulikan Mita yang berada di samping Angga yang notabenenya adalah dosennya sendiri


"Maaf Sher saya tidak bisa" ucap Angga yang membuat wajah Sherly langsung berubah masam dan manyun


"Kalau begitu saya permisi" ucap Angga berlalu pergi diikuti oleh Mita dan langsung menuju mobil sederhana mereka


Sepeninggal Angga, Sherlypun bergumam dalam hatinya "Kenapa buk Mita ikut dengan Angga ya nurut banget kayaknya sama Angga"


"Aku akan cari tahu nanti yang terpenting saat ini aku pulang dulu" ucap Sherly


Sedangkan di dalam mobil Mita hanya tersenyum melihat sang suami dengan intens.


"Kamu kenapa senyum-senyum gitu sayang?" tanya Angga yang merasa aneh dengan sikap istrinya itu


"Gak ada seneng aja" ucap Mita


"Kita langsung pulang atau sayang mau ke mana?" tanya Angga mengingat waktu juga sudah sore


"Adek pengen ke rumah mami sama bunda mas adek kangen" ucap Mita manja dan wajah yang di buat seimut mungkin alhasil Anggapun tidak bisa menolak apalagi bertemu dengan orang tua


"Ya sudah kita pulang dulu habistu kita ke rumah ayah sama papa kita nginap 2 hari di sana oke?" tanya Angga


"Tidak apa, walau cuma 2 hari nginap yang penting bisa jumpa adek kangen soalnya" jawab Mita


Mendengar jawaban itu Anggapun hanya bisa tersenyum sembari mengelus lembut kepala sang istri. Tak lama mereka sampai di rumah lalu bersiap-siap pergi ke rumah orang tua mereka.


"Bi beberapa hari saya tidak ada di rumah tolong jaga rumah dengan baik ya kalau ada apa-apa segera beri tahu saya" ucap Angga pada bibi


"Baik tuan" ucap bibi


"Kalau gitu kami pergi dulu titip rumah ya bi" ucap Mita


"Iya nyonya hati-hati di jalan" pesan bibi dan di balas anggukan dan senyuman dari mereka


Dan merekapun berangkat ke rumah ayah Barra dan setelah berada di jalanan yang cukup menguras tenaga akhirnya mereka sampai di rumah ayah Barra.


Tok tok


"Assalamu'alaikum" ucap Angga mengetuk pintu setibanya mereka disana


"Wa'alaikumussalam sebentar" ucap bunda Anggia


Ceklek


"Eh anak bunda rupanya masuk sayang" ucap bunda mempersilahkan masuk


"Sehat bun?" tanya Angga setelah bersalaman dengan sang bunda


"Alhamdulillah bunda sehat" jawab sang bunda


"Masuk dulu gih tak bagus ngobrol di depan pintu begini" suruh bunda dan merekapun masuk


"Kalian beres-beres dulu gih di kamar habis itu turun kita makan ya" ucap bunda


"Kalau gitu kami ke kamar ya bun" ucap Angga kemudian menuju kamar di ikuti sang istri


Kemudian merekapun beberes lalu turun untuk makan malam.

__ADS_1


__ADS_2