DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
Obrolan bapak - bapak


__ADS_3

Setelah disuruh untuk menemani ayah dan papanya itu, Anggapun menurut dan menuju ke tempat ayah dan papa mertuanya itu. Sesampainya di sana iapun di ledekin kedua orang tua yang begitu ia sayangi.


"Kok kesini ga?" tanya papa Rafa


"Perasaan tadi masih di sana deh" ledek ayah Barra


"Ledek aja terus anaknya ini" ucap Angga membalas (merajuk)


"Sini-sini duduk" suruh papa


Setelah duduk "Lagi ngobrolin apa pa yah?" tanya Angga


"Ini lagi ngobrolin masalah kerjaan aja ga" ucap papa


"Oh ya kalian nanti tinggal dimana ga?" tanya ayah


"Kalau di tanya tinggal dimana Angga belum bisa memberikan jawaban yah karena kami belum membahasnya" jawab Angga


"Kemungkinan akan tinggal di rumah sendiri yah pa" lanjut Angga

__ADS_1


"Tapi nanti Angga bicarakan sama Mita" lanjut Angga


"Kalau tinggal sendiri kamu sudah menyiapkan tempatnya?" tanya papa


"Papa bertanya seperti itu mau kasih?" tanya Angga pada papa mertuanya itu


"Kalau memang kamu mau tinggal terpisah sama keluarga" jawab papa mertuanya itu


"Kalau papa mau ngasih sih tidak ada masalah pa, cuman" ucap Angga menggantung


"Bukannya Angga nolak atau gimana ya pa, cuma Angga mau rumah itu hasil jerih payah Angga sendiri pa jadi ada makna lebih untuk keluarga kecil Angga nanti" lanjut Angga tersenyum membayangkan masa tuanya


"Kecuali apa ga?" tanya ayah yang dari tadi hanya menjadi pendengar dan mencoba mencerna keinginan dan pemikiran anaknya itu


"Kecuali dalam keadaan terdesak yah dan membutuhkan keputusan segera" ucap Angga


"Ya sudah kalau keputusanmu seperti itu ga papa hanya berharap semoga keluarga kecil kamu nanti langgeng sampai maut memisahkan" ucap papa mengungkapkan harapannya terhadap keluarga kecilnya


"Aamiin" Angga mengamini doa papa mertuanya itu

__ADS_1


Tanpa mereka sadari Mita mendengarkan cukup banyak pembicaraan mereka. Ia pun tersenyum mendengar sang suami berbicara seperti itu. Ia bangga sang suami begitu menghargainya sebagai istri dalam mengambil keputusan. Setelah mendengar hal tersebut ia pun segera menghampiri sang suami. Tidak lupa mama dan bunda segera menghampiri suami masing-masing dan duduk di sampingnya. Sedangkan saudara kandung mereka tengah asik dengan permainan game konsol di ruang keluarga rumah tersebut. Dengan asik mereka memainkan game tersebut sembari menikmati cemilan yang disiapkan oleh Mita, mama Sela dan bunda Anggia. Di tempat orang tua mereka sedang asik dengan obrolan dan menikmati suasana. Tanpa terasa waktu pun cepat berlalu setelah ayah Barra, bunda Anggia dan Sara pulang mereka pun sibuk di kamar masing-masing. Setelah melaksanakan sholat mereka pun duduk-duduk di balkon kamar tersebut untuk bersantai dan mengobrol.


"Mas mau kopi dong sayang" ucap Angga sembari mengusap lembut lengan sang istri yang berada di peluknya


"Mas mau kopi?" tanya Mita memastikan


"Iya sayang, boleh kan?" tanya Angga meminta persetujuan karena Angga sadar dalam membangun sebuah rumah tangga bukan hanya ada dirinya saja melainkan ada sang istri juga untuk saat ini.


"Emm mas kalau adek gak setuju bagaimana?" tanya sang istri


"Ya sudah tinggal ganti minuman yang lain aja sayang" ucap Angga


"Kamu kan sekarang istri mas sayang jadi mas mau kamu yang mengatur untuk urusan dapur" lanjut Angga


"Baik mas siap laksanakan" ucap Mita sang istri bergaya seperti tentara hormat pada atasannya


"Kamu ini bisa-bisanya bergaya seperti itu sayang" ucap Angga dan hanya di balas tawa sang istri


Setelah sang istri menuju dapur untuk membuatkannya minuman Anggapun mengambil laptopnya. Dan . . .

__ADS_1


__ADS_2