
Hari demi hari pun mereka lewati dengan bahagia hingga tibalah dimana saatnya Angga mengenyam bangku perkuliahan yang banyak di dambakan orang-orang di luaran sana.
"Sudah siap kuliah mas?" tanya Mita sang istri
"Kelihatannya gimana?" tanya Angga balik yang merasa aneh dengan pertanyaan istri tercintanya itu
"Kalau dari penampilan sih sudah tapi gak tau kalau mental" ucap Mita lalu menampakkan deretan gigi putihnya
"Oooohh jadi maksud dek mas gak kuat mental untuk jadi mahasiswa gitu? hem?" tanya Angga lalu menggelitiki sang istri
"
"Aaaaaaaa mas geli hahahahh" begitulah perkataan yang keluar dari mulut Mita ketika ia di gelitiki Angga
"Ampun gak?hem" ucap Angga yang masih gemas dan terus menggelitiki
"Ia ampun mas ampun" ucap Mita
"Baiklah karena ratuku sudah meminta ampun maka raja pun mengampuninya" ucap Angga sembari mencium kening sang istri yang terlihat begitu romantis
"Mas ayo sarapan nanti telat loh" ajak Mita
"Kamu masak apa sayang?" tanya Angga ketika hampir sampai ruang makan
"Masak nasi goreng sama telur balado mas" ucap Mita sedikit takut karena ia belum mengetahui banyak tentang selera makan sang suami
"Enak banget pakai telur balado bisa nambah ni mas makannya" ucap Angga semangat
"Maaf ya mas adek belum tau selera mas soal makanan seperti apa" ucap Mita sedih
"Hey kenapa sedih sayang, mas itu apa aja makan selagi halalan thoyyiba terlebih lagi itu kamu yang masakin bisa nambah mas makannya jadi jangan sedih lagi ya" ucap Angga tersenyum memberi semangat pada sang istri
"Makasih ya mas adek bersyukur punya suami yang baik dan perhatian" ucap Mita tulus
"Ya sudah yuk kita sarapan" ucap Angga
"Seberapa mas" ucap Mita
"Sudah sayang cukup segitu saja" ucap Angga
__ADS_1
Tak lama merekapun selesai sarapan pagi.
"Sudah siap semua?" tanya Angga memastikan
"Sudah mas ayo berangkat takut telat ospeknya ntar" ajak Mita melihat waktu yang sudah mepet
"Silahkan my queen" ucap Angga membukakan pintu untuk sang istri
Dengan senyuman Mita berkata "My pleasure" lalu memasuki mobil sederhana mereka dan Angga pun menutupnya
Merekapun berangkat dengan Angga sendiri yang mengendarai mobil tersebut.
"Sayang hari ini pulang jam berapa?" tanya Angga
"Kalau jadwal tidak berubah insyaa allah jam 12 adek sudah pulang karena kelas dek tidak banyak" jawab Mita
"Ya sudah kalau begitu kamu mau ikut mas ke kantor atau pulang?" tanya Angga lagi
"Maunya sih pulang tapi takut sendiri" ucap sang istri dengan manja membuat Angga gemas
"Ya sudah ikut mas aja ke kantor gak lama kok cuma bentar doang" ucap Angga
Setelah cukup lama berada di jalan akhirnya mereka pun sampai di kampus. Angga pun memarkirkan mobil di parkiran khusus dosen dan mereka pun berpisah dengan tujuan masing-masing. Dengan setengah berlari Angga menuju tempat mahasiswa ospek berkumpul dan ia langsung memasuki barisan.
"Belum bro" jawab mahasiswa yang baru ia temui
"Alhamdulillah gak terlambat" ucap Angga sedikit terengah
Tak lama ospek pun di mulai. Dan tanpa terasa tibalah waktunya untuk istirahat. Mahasiswa pada sibuk masing-masing ada yang ke kantin kampus ada yang mojok ada yang ngerumpi dll. Sedangkan Angga lebih memilih menuju kantin yang sudah terlihat ramai.
"Gimana aku duduk ya?" ucap Angga bingung karena semua bangku sudah di gunakan semua
Namun sebelum ia berjalan untuk memesan ia teringat sang istri iapun menelfonnya.
"Assalamu'alaikum sayang" ucap Angga setelah beberapa kali ia menelfon
"Wa'alaikumussalam mas, maaf ya adek lagi di kelas tadi" jawab Mita yang baru keluar dari kelasnya
"Gak papa sayang kamu mau makan sesuatu gak mas lagi di kantin nih" tanya Angga
__ADS_1
"Atau mau mas pesankan di luar?" lanjut Angga
"Adek lagi pengen bakso mas tapi makannya di kantin sama mas" jawab Mita dengan suara manjanya dan alangkah terkejutnya Angga dengan permintaan istri tersayangnya itu
"Sayang ni masih banyak mahasiswa loh disini nanti kalau adek kesini apa kata mereka mahasiswa baru makan sama dosen" ucap Angga mencoba menjelaskan situasi yang akan terjadi
"Pokoknya adek mau makan bakso sama mas sekarang di kantin" ucap sang istri dengan suara sedihnya dan alhasil Anggapun mengalah
"Ya sudah kita makan bakso mas temanin" ucap Angga
"Makasih mas ya sudah tunggu adek ya" ucap Mita sang istri dengan suara yang begitu gembira
Alhasil Angga hanya termenung duduk di salah satu meja yang sudah kosong karena mahasiswa makan tadi sudah pergi. Tak lama yang di tunggu pun menampakkan batang hidungnya.
"Sorry ya mas lama nunggu" ucap sang istri hingga membuat mahasiswa yang masih berada di kantin sebagian besar mendengar ucapan yang istrinya itu ucapkan alhasil mereka pada melihat dan tidak percaya akan hal itu
Dengan tersenyum Anggapun berkata "Apasih yang tidak buat kamu sayang" hingga membuat sang istri tersenyum bahagia
"Kita pesan makanan dulu ya" ucap Angga
"Adek mau makan bakso?" tanya Angga memastikan dan di iyakan oleh sang istri
"Ya sudah tunggu ya bentar mas pesankan" ucap Angga
"Ikut" ucap Mita dengan manja dan tangannya sudah bergelatutan di tangannya
Dengan lembut ia elus tangan sang istri dan tersenyum ia berkata "Ya sudah ayo"
Sedangkan mahasiswa senuor yang melihat itu shock bagaimana bisa dosen yang terkenal tegas bersikap seperti itu terhadap mahasiswa baru tersebut dan terlebih lagi mereka belum tau dengan status mereka sebenarnya. Dan Mita pun bingung kenapa ia melakukan itu semua. Namun ia tidak bisa menolak keinginannya itu. Setelah memesan mereka pun duduk. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pesanannya pun datang dan mereka begitu menikmati makanan tersebut. Setelah semua makanan habis Angga pun mengantarkan sang istri menuju kantor. Sedangkan para mahasiswa yang melihat kejdian tadi pada bergosip.
"Itu tadi dosen kita kan?" tanya mahasiswa pertama memastikan
"Ia itu tadi dosen di kampus ini" jawab mahasiswa kedua
"Kayaknya mereka punya hubungan deh" ucap mahasiswa pertama
"Mau ada hubungan atau tidak aku mau sama tuh cowok" ucap mahasiswi ketiga menyambung pembicaraan
"Lu suka sama tuh cowok?" tanya mahasiswa pertama
__ADS_1
"Iya apalagi dia begitu lembut memperlakukan seorang wanita aku makin klepek-klepek" ucap mahasiswa tersebut (kira-kira seperti itulah gosipnya, maaf ya gosipnya kurang mengena soalnya author gak suka gosip jadi seadanya aja)
Waktupun terus berputar hingga tibalah waktunya mereka pulang.