DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
53


__ADS_3

"Assalamu'alaikum semua" ucap Sara dengan lantangnya hingga membuat yang lain menutup telinga


"Wah biang keonaran sudah tiba" ucap mas Fajar kesal karena sang adik


"Biarin wleeeeeee" ledek Sara tak terima


"Sudah-sudah kita disini mau makan tak baik begitu di depan rezeki" ucap bunda Anggia menengahi dan ayahpun hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan anak-anaknya itu


Sara pun duduk dan merekapun makan malam tanpa bersuara hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu. Selesai makan mereka sibuk dengan kerjaan masing-masing. Sedangkan Angga sedang nonton bola bareng sang ayah.


"Match siapa lawan siapa yah" tanya Angga lalu duduk


"Lagi nonton matchnya Barca lawan Madrid ga" jawab ayah Barra memandang sang anak


"Tumben kamu ikutan ayah nonton bola biasanya sibuk mulu" sindir ayah pada anaknya itu


"Ya gak juga yah kan Angga harus memprioritaskan tujuan Angga terlebih dahulu" ucap Angga dan sang ayah hanya bisa mangut-mangut saja karena ia tidak mengetahui banyak tentang sang anak karena memang Angga yang selalu tertutup termasuk kepadanya


"Gimana kuliahmu?" tanya ayah


"Sampai saat ini sih masih fine aja yah" jawab Angga apa adanya


"Gimana perusahaan yah?!" tanya Angga


"Perusahaan aman, sesuai laporan yang ayah kirim ke kamu kemarin" jawab Ayah Barra


"Lagi ngomongin apa sih kayaknya serius amat" ucap Sara yang ikut nimbrung


"Biasa omongan bapak-bapak" jawab ayah Barra namun pandangan fokus melihat TV

__ADS_1


"Tumben ikut nimbrung dek biasanya sibuk scroll sosmed mulu" ucap Angga yang melihat adik kesayangannya itu ikut nimbrung


"Hehehe biasa bang lagi bosen aja" jawab Sara


"Bosan atau?" tanya Angga merasa ada maksud lain dari adiknya itu seperti udang di balik bakwan


"Hehehehe abangku ni kok peka banget sih" ucap Sara yang sudah ketahuan niatnya sama abang tercintanya itu


"Ngomong aja kalau abang bisa bantu akan abang bantu kalau tidak ya abang tidak bisa bantu" ucap Angga to the point


"Adek mau ngajak abang ngemall aja mau ya,nonton" ucap Sara dengan wajah penuh permohonan sembari gelendotan dengan nya karena memang Angga tidak mempermasalahkan hal tersebut baginya bisa memanjakan dan membahagiakan adiknya merupakan kebahagiaan tersendiri untuknya


"Kalau soal itu kita tanya istri abang dulu ya mana tau dia mau ikut" ucap Angga lalu beranjak meninggalkan sang ayah yang tengah asik menonton


ceklek


"Kamu tu kebiasaan dek kalau bicara gak bisa pelan" ucap Angga sembari menggelengkan kepala melihat kelakuan sang adik


"Hehehehe abang tau aja" ucap Sara dengan gaya khasnya


Namun yang di cari malah sedang berada di kamar mandi. Tak lama pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah orang yang di tunggu oleh mereka.


"Kakak ipar" rengek Sara dengan manjanya


"Ada apa adik kakak yang cantik ni hemm" lalu menowel hidung Sara yang langsung membuat sang empunya malu-malu


"Ke mall yuk kak jalan-jalan bosen" rengek Sara sembari bergelayutan manja


"Sekarangkan sudah malam, jadi kita perginya besok saja ya?" saran Mita sembari mencolek gemas hidung adik iparnya itu

__ADS_1


"Ok deh, tapi janji ya kak?" ucap Sara membuat kesepakatan


"Iya kakak janji, besok setelah kakak ngajar kita jalan oke" ucap Mita tersenyum melihat adik iparnya begitu manja dengannya


"Asiiiiikkkk" seru Sara sedikit berteriak


"Nah kan sudah dapat jawabannya, sekarang kamu balik ke kamar istirahat biar besok banyak tenaga buat ngemall" suruh Angga pada adik kesayangannya itu


"Tapi pengen di elus dan peluk biar cepat tidur" ucap Sara sembari bergelayutan manja dengan Angga


"Kamu itu sudah besar masih aja begitu kalau sama abang ya" ucap Angga mencubit gemas pipi sang adik


"Sa-sakit bang, hish" aduh Sara karena ulah abang kesayangannya itu


"Ya sudah mas temanin aja dulu Sara tidur adek juga mau ngecek kerjaan bentar" ucap Mita lembut


Dan merekapun menuju kamar Sara. Dan sesuai kebiasaannya Anggapun memeluk dan mengelus kepala sang adik agar cepat tidur. Tak lama Anggapun kembali ke kamar setelah sang adik benar-benar telah tidur.


"Mas, ih kaget tau" ucap Mita kaget karena Angga memeluknya dari belakang


"Lagian mas masuk kamu gak dengar sangking fokusnya" berucap dengan suara baritonnya sembari mengecup pipi sang istri hingga membuat sang empunya tersipu


"Masih banyak?" tanya Angga


"Gak kok mas, mas kalau ngantuk duluan aja tidurnya" ucap Mita yang masih fokus dengan kerjaannya


"Kalau gitu mas tunggu kamu saja" ucap Angga yang langsung baring berbantalkan paha sang istri dan membuat si empunya terkaget karena ulahnya


Namun Mita tetap melanjutkan kerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2