
Sore itu Angga pun mulai memagut bibir sang istri dan Sasmita pun tidak bisa menolaknya karena ia memang milik suaminya seorang. Pagutan demi pagutan Angga lakukan dengan perlahan dan sasmita yang awalnya biasa saja mulai terbawa suasana yang mereka ciptakan itu. Pagutan yang mereka lakukan pun semakin rakus hingga tanpa mereka sadari mereka pun sudah berada di atas ranjang. Setelah kehabisan oksigen mereka pun melepas pagutan itu. Dengan lembut Angga membelai wajah sang istri lalu membaringkan badan di samping sang istri.
"Mas" ucap Sasmita sang istri dengan nafas yang masih tersengal
"Iya sayang" jawab Angga
"Maafin aku ya mas" ucap sang istri yang berhasil membuat Angga memiringkan badan untuk menghadap sang istri
"Kamu minta maaf buat apa sih sayang emm" tanya Angga sembari melihat wajah sang istri yang berubah sendu
"Dan ngapain muka kamu di buat sendu seperti itu sayang emm jelek tau" ejek Angga berharap sang istri kembali ceria
"Mas ih adek mau bicara serius juga malah di ejein" ucap sang istri merajuk namun Angga segera mendekap sang istri agar lebih tenang untuk berbicara
"Maafin mas ya sayang mas tidak bermaksud untuk mengejek kamu kok" ucap Angga
"Sekarang tenangin diri dulu setelah tenang baru kamu bicara yang mau kamu bicarakan sayang ya" suruh Angga pada sang istri yang berada dalam dekapannya dan hanya berada dalam dekapan sang suami Sasmita bisa tenang
"Mas adek minta maaf ya" ucap Sasmita sang istri
__ADS_1
"Kamu mau minta maaf soal apa sayang emm?" tanya Angga pada istrinya itu sembari mengecup kening sang istri
"Maaf soalnya adek belum bisa menjadi istri yang seutuhnya untuk mas" ucap sang istri menyadari akan hal itu
"Sayang" ucap Angga
"Emm" jawab sang istri mendeham
"Sebenarnya mas tidak terlalu mempermasalahkan hal itu sayang" ucap Angga mencoba menjelaskan apa yang di fikirkan dan di hatinya
"Karena mas tidak mau memaksakan kehendak mas sama kamu sayang" lanjut Angga
Setelah mendengar penjelasan dari sang suami, Sasmita pun faham kenapa Angga tidak lagi meminta haknya karena sang suami ingin istrinya sendiri yang memberikannya. Dan akhirnya Sasmita sudah membuat keputusan untuk hal tersebut.
"Makasih ya mas kamu sudah mau mengerti" ucap Sasmita sang istri
"Memang sudah seharusnya begitu sayang mas kan suami kamu dan kamu harus ingat itu" ucap Angga
"Dan kamu harus tau sayang walaupun kita tidak pernah memiliki hubungan sebelumnya mas ini suami kamu yang mencintai kamu apa adanya kamu harus tau itu" lanjut Angga menjelaskan apa yang ia rasakan dan di balas dengan tangisan oleh sang istri
__ADS_1
"Makasih ya mas" ucap sang istri sembari menangis bahagia di dekapan sang suami karena ia mendapatkan suami yang begitu sangat mencintainya
"Sekarang adek sudah buat keputusan mas" ucap sang istri menghentikan tangisannya
"Apa itu sayang?" tanya Angga penasaran
"Adek sudah memutuskan untuk menjadi istri yang seutuhnya untuk mas" ucap sang istri tersenyum tipis yang membuat Angga semakin bahagia setelah mendengar ucapan sang istri
"Makasih ya sayang" ucap Angga tersenyum bahagia kemudian memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah sang istri
"Makasih karena sudah mau menjadi istri mas sudah mau menerima mas yang sederhana ini" lanjut Angga sembari mengeratkan dekapannya pada sang istri dan di balas dengan anggukan sang istri sembari tersenyum
"Ya sudah sekarang kita mandi ya sebentar lagi sudah mau maghrib sayang" ucap Angga mengajak sang istri untuk mandi
"Kamu mau mandi dluan atau mas yang duluan atau kamu mau kita mandi bareng emm?" ucap Angga mencoba menggoda sang istri sembari menarik dagu sang istri untuk melihat wajah sang istri yang bersemu merah karena malu di goda sang suami
"Ma-mau mandi berdua boleh?" tanya sang istri pelan dengan malunya kemudian menutup wajah dengan kedua tangannya.
Dan bukan jawaban yang ia dapat dari suaminya itu melainkan tindakan langsung yang ia terima. Dan tanpa pikir panjang lagi Angga pun langsung menggendong Sasmita menuju kamar mandi untuk mereka mandi bersama sore itu. Dan alhasil untuk pertama kalinya mereka melakukan hubungan suami istri itu. Malam pun tiba dan Angga sudah memberi tahu keluarganya besok di undang ke rumah mertuanya untuk syukuran. Dan malampun mereka lewati dengan tidur nyenyak setelah lelah beberapa kali pergulatan mereka.
__ADS_1
Bersambung . . .