
Setelah kepergian pengacara tersebut mereka pun kembali berkumpul di ruangan tadi untuk melanjutkan makan. Namun suasana sudah berubah menjadi sunyi karena kesedihan. Karena hal itu Angga pun mencoba untuk berbicara.
"Kenapa pada diam?" tanya Angga
"Ayo dong bicara napa pada diam semua" ucap Angga namun tetap di balas dengan kesunyian karena sibuk dengan kesalnya masing-masing
"Sayang dan ini juga untuk semuanya" ucap Angga sembari menggenggam tangan sang istri kemudian melihat seluruh keluarga besarnya itu
"Rezeki, jodoh dan kematian itu adalah pasti jadi jangan di sesali. Untuk soal rezeki itu sudah ada yang ngatur dan rezeki itu tidak hanya berupa materi yang selalu di ributkan orang-orang" ucap Angga dengan seketika semua memperhatikannya
"Kalau mengira rezeki itu hanya berupa materi alangkah sempitnya pemikiran dan hati ini dalam melihat kuasanya" jelas Angga yang merubah ekspresi semuanya menjadi lebih baik
"Kalau memang kami berdua tidak mendapatkannya hari ini bisa saja esok atau lusa kami mendapatkannya karena rezeki itu sangat luas cakupannya jadi Angga minta kepada semuanya bagi yang mendapatkannya gunakanlah sebaik mungkin karena rezeki itu akan di hisab di akhirat nanti" lanjut Angga
__ADS_1
Setelah itu mereka pun makan dengan suasana yang sudah sedikit lebih baik. Setelah acara selesai ayah Barra dan keluarga pun pamit pulang. Dan rumah itu pun kembali sunyi. Sasmita yang sudah duluan kembali ke kamar ia sudah berada di atas ranjang sedang memikirkan sesuatu sedangkan Angga dan bi Minah sedang membereskan segala sesuatunya agar kembali seperti sedia kala. Setelah semua di anggap beres dan rapih Angga pun kembali ke kamar. Sesampainya di depan kamar ia dengan perlahan membuka pintu kamar, agar tidak mengganggu sang istri beristirahat setelah masuk ke kamar Angga pun mendapati sang istri tengah melamun. Melihat hal tersebut Anggapun menghampiri sang istri yang sedang melamun itu lalu duduk di sampingnya alhasil kehadirannya di ketahui sang istri dan langsung memeluknya. Angga pun menyadari bahwa sang istri sedang tidak baik hatinya karena kejadian hari ini.
"Sayang kamu kenapa sedih begitu?" tanya Angga pada sang istri
"Hem gak papa" rengek sang istri
"Yakin tidak ada apa-apa?" tanya Angga lagi namun sang istri langsung memeluk dan menangis di pelukannya alhasil Anggapun hanya bisa menenangkan agar sang istri lebih tenang dan bisa bercerita
"Kamu kepikiran ya dengan kejadian hari ini?" tanya Angga to the point yang mendapat anggukan oleh sang istri
"Mas faham sayang apa yang kamu maksud" ucap Angga tanpa bisa memberi masukan pada sang istri
"Sudah mendingan?" tanya Angga setelah melihat istrinya sudah baikan suasana hatinya
__ADS_1
"Emm" jawab sang istri dengan anggukan
"Kalau sudah baikan mas mau membicarakan sesuatu sama kamu sayang" ucap Angga lembut sembari memeluk sang istri yang tidak mau jauh darinya
"Mas mau membicarakan apa?" tanya sang istri dengan suara khas rengekan manjanya
"Mas mau membicarakan tentang honeymoon kita sayang" bisik Angga kemudian mengecup kening sang istri membuatnya tersipu malu
"Emang kita mau honeymoon kemana sayang?" tanya sang istri dengan penuh semangat
"Kamu punya impian kalau honeymoon kemana sayang?" tanya Angga sembari mengelus lembut punggung sang istri
"Kalau adek mau ke - " ucap sang istri terputus karena berfikir
__ADS_1
Bagaimanakah kisah selanjutnya nantikan di episode selanjutnya ya terima kasih
Jangan lupa like koment and votenya :-)