DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
47


__ADS_3

Setelah beberapa hari tibalah hari dimana Angga melaksanakan ujian akhirnya di sekolah. Saat itu waktu baru menunjukkan pukul 3 pagi ia pun tersenyum melihat dang istri yang tengah terlelap di pelukannya. Di lihatnya lekat-lekat wajah sang istri yang begitu iya cintai.


"Mas selalu berharap kita akan seperti ini terus sayang walau kedepannya banyak rintangan di rumah tangga kita mas harap kita akan selalu bersama hingga maut memisahkan" ucap Angga pelan membenarkan rambut sang istri dan tidak lupa mencium kening sang istri yang sedari tadi sudah sadar namun tidak membuka mata


Karena perkataan Angga barusan hati sang istri begitu bahagia mendapatkan perlakuan manis tersebut di tambah lagi dengan perkataan yang ia dengar dari mulut sang suami.


"Emmm mas" ucap sang istri berpura baru bangun


"Sayang udah bangun?" tanya Angga memastikan


"Iya mas" ucap sang istri lembut sembari tersenyum melihat wajah sang suami yang selalu ia rindukan


"Kita tahajjud dulu" ucap Angga mengajak sang istri sembari beranjak namun di tahan sang istri


"Mas sebentar aja" rengek sang istri dengan puppy ayesnya yang membuat Angga begitu gemas pada sang istri mau gak mau ia pun menuruti kemauan istrinya itu


"Kamu kenapa sayang?" tanya Angga melihat kebiasaan sang istri tidak seperti biasanya


"Gak kenapa-napa mas cuma pengen seperti ini sebentar saja" pinta sang istri dan Angga pun tidak menjawabnya melainkan langsung membalas perlakuan sang istri yang begitu ia cintai


"Sayang hari ini kita pindah ya" ucap Angga yang membuat sang istri kaget


"Kenapa cepat banget mas?" tanya sang istri menatap lekat wajahnya


"Biar kamu bisa lebih dekat ke kampusnya sayang, lagi pula mas juga kan akan kuliah di sana juga jadi alangkah baiknya kita dekat dengan kampus karena mas tidak mau kamu stres di jalan sayang" jelas Angga melihat sang istri


"Ya sudah kalau memang itu keputusan mas adek ikut saja" ucap Sasmita tersenyum mencoba menyembunyikan kesedihan hatinya yang akan meninggalkan keluarganya


"Makasih ya sayang


"Tapi kita akan sering lihat orang tua kita kan mas?"


"Kalau ada waktu kita akan sering menjenguk mereka sayang" ucap Angga tersenyum lalu mengecup kening sang istri dengan lembut dan penuh makna


"Ya sudah habis tahajjud kita beres-beres barang yang mau kita bawa yang penting saja ya takut nanti tempatnya tidak muat dengan barang-barang kita sayang" ucap Angga membuat sang istri menatapnya sebab penasaran akan ucapannya itu


"Memangnya kita pindah di rumah yang lebih kecil ya mas?" tanya sang istri penasaran namun hanya di jawab dengan senyuman lalu beranjak pergi membersihkan diri yang membuat sang istri kebingungan karena memang ia belum begitu mengetahui seluk beluk suaminya itu.


"Mas jawab dong benar apa ndak?" tanya sang istri mengejar dirinya yang dengan cepat segera masuk ke kamar mandi


Karena tidak mendapatkan jawaban ia pun pergi untuk menyiapkan perlengkapan sholat mereka. Setelah itu iapun duduk di sofa kamar itu sembari melihat layar hp nya itu. Di scrollnya setiap berita yang terpampang hingga tiba di sebuah postingan "Pengusaha misterius yang membeli sebuah hotel layaknya membeli kerupuk". Karena penasaran iapun membaca artikel tersebut dengan seksama hingga tanpa ia sadari sang suami sedari tadi sudah selesai dan memperhatikannya yang begitu serius menatap layar tersebut.


"Sayang" ucap Angga hingga membuat sang istri terkejut


"Eh iya mas" ucap sang istri seperti orang kelabakan


"Mas sudah siap?" tanya sang istri


Dengan tersenyum Angga pun menjawab "Sudah sayang barusan aja" yang begitu gemas melihat sang istri seperti itu


"Siap-siap gih, cepat ya mas tunggu" ucap Angga lalu mengenakan pakaian yang telah sang istri siapkan untuknya

__ADS_1


Setelah beberapa waktu akhirnya merekapun melakukan ibadah bareng di malam itu dengan khusu'. Setelah selesai mereka pun berdo'a dan di selipkan lah do'a di antara do'a yang Sasmita panjatkan pada sang pencipta. "Ya allah ku pasrahkan semuanya kepadamu karena hanya kepadamu ku berserah, kau maha tau kalau hamba mencintainya karenamu dan nabimu muhammad shallallahu'alaihi wasallam maka berikanlah keberkahan pada pernikahan kami ini ya allah" pinta Sasmita dalam hati. Setelah berdo'a ia pun mengambil tangan sang suami lalu menciumnya dengan penuh makna dan kehangatan. Melihat hal tersebut Anggapun mencium kening sang istri lalu memeluknya.


"Kamu kenapa sayang" tanya Angga


"Adek kangen" ucap sang istri yang membuatnya sedikit ada rasa bersalah karena setelah menikah ia memang semakin jarang berada di sisi sang istri setiap harinya karena selain ia masih bersekolah iapun harus bekerja untuk keluarga kecilnya itu


"Kamu mau mas kurangi kerja?" tanya Angga mencoba mencari tahu keinginan sang istri


"Emangnya bisa?" tanya sang istri melihat dengan wajah yang menggambarkan isi hatinya yang campur aduk namun terlihat jelas ada kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah san sorot mata yang selalu ia rindukan setiap ia jauh dari sang istri


"Baiklah akan mas usahakan" ucap Angga tersenyum lalu mendekap sang istri lembut dan penuh kehangatan


"Oh ya sayang besok kita akan ketemu arsitek rumah kita nanti kamu ikut ya mas mau kamu juga ikut memberi ide di sana" ucap Angga lalu mengecup pucuk kepala sang istri


"Memangnya kapan mas kita jumpa arsiteknya?" tanya sang istri memastikan agar jadwal bisa ia sesuaikan


"Siang sayang jam 2" ucap Angga karena ia mengetahui


"Baiklah" ucap Sasmita sang istri


Setelah melakukan sholat tahajjud, berkemas dan subuh pagipun kini menjelma dengan munculnya matahari di ufuk timur yang begitu cerah. Sebelum pergi melaksanakan aktifitas merekapun kumpul di meja makan.


"Mas" sapa Angga pada abang iparnya itu


terasa kaku karena memang jarang bercengkrama dengannya karena abang iparnya itu begitu sibuk dengan kerjaannya


"Gimana kantor aman?" tanya Angga mencoba membuka pembicaraan


"Ya kan harus aman sebab perusahaan itu akan kamu pimpin setelah ayah nanti" jelas papa Rafa pada bang Adit


"Ya kan abang juga punya saham di perusahaan itu kalau gak bagus juga dampaknya ke banyak orang" timpal Angga yang di anggukkan semua tak terkecuali sang istri mengingat walau hanya mereka berdua yang tidak memiliki saham tersebut


Angga menyadari kalau sang istri tidak sedang dalam kondisi hati yang bagus untuk membicarakan itu apalagi ia tidak mendapatkan bagian. Anggapun langsung memegang lembut tangan sang istri dan tersenyum lalu berkata pelan.


"Semua akan indah pada waktunya sayang" ucap Angga menguatkan


"Kita hanya perlu bersabar maka kita akan mendapatkan yang terbaik untuk kita" tambahnya lagi


Setelah Angga mengucapkan hal tersebut Sasmita istrinya itupun mulau tersenyum menandakan kalau ia menerima perkataan sang suami.


"Oh ya pa ma bang, kami hari ini akan pindah ke tempat kami" ucap Angga membuat mama mertuanya itu terkejut dan sedih karena akan di tinggal pindah rumah oleh sang anak dan menantunya itu


"Kenapa mendadak nak?" tanya sang mama mertuanya itu


"Sebenarnya Angga sudah membicarakan ini kemaren pada papa ma cuman papa belum bilang ke mama sebab papa kira mereka akan pindah setelah Angga selesai ujian" ucap papa Rafa


"Ia ma karena Angga sudah mendapatkan tempat sementara sebelum rumah kami jadi sekalian bulan madu" ucap Angga membuat sang istri tersipu malu dan memukul pelan tangannya dan tak ayal merekapun tertawa akan hal tersebut


"Mas ih apa-apaan ngomong begituan malu tau" ucap sang istri yang wajahnya sudah memerah seperti udang rebus


"Kamu kalau seperti itu gemesin tau" ucap Angga sembari mengelus lembut pipi sang istri hingga membuatnya semakin tersipu malu

__ADS_1


Melihat hal tersebut mama, papa dan mas Adit pun hanya bisa geleng-geleng kepala melihat adegan yang dramatis seperti itu namun memalukan menurut mereka.


"Kalau mau begituan jangan disini bisa kan" ucap bang Adit yang meresa begitu menggelikan melihat adegan seperti itu dari adik dan adik iparnya itu


"Iri bilang bang eee" ejek sang istri pada abang iparnya itu


"Ngapain iri tunggu aja tanggal mainnya" ucap bang Adit


"Wah yah bun kayaknya ada yang bakalan nyusul nih" goda sang istri pada abangnya itu membuat Angga hanya bisa tersenyum lucu melihat mereka


"Apa bener begitu bang?" tanya mama Sela penasaran


Belum sempat bang Adit menjawab papa Rafa sudah berbicara.


"Kalau gitu segera bawak ke rumah atau kalau perlu kita ke rumahnya hari ni juga" ucao papa Rafa tegas karena menginginkan anaknya itu memiliki pendamping


"Akan Adit usahakan pa" jawab bang Adit singkat


"Kalau gitu Adit pergi dulu pa ma mau kerja" ucap bang Adit


"Kalau gitu kita sama-sama aja berangkatnya bang" ucap papa Rafa yang sudah berdiri untuk berangkat bersama karena memang mereka sekantor


"Pa mama nanti ke tempatnya Angga ya pa mau lihat tempat mereka?" tanya mama Sela


"Boleh ma" jawab papa Rafa membuat sang istri tersenyum senang


"Kami pindah agak siang pa kalau sempat kalau gak ya sore" ucap Angga menjelaskan


"Ok kalau sempat ayah juga mampir ntar" ucap papa Rafa


Setelah papa Rafa dan bang Adit pergi tinggqllah mereka di rumah.


"Ma kami pergi ya Angga ada ujian hari ini dan mita juga ada kelas pagi" ucap Angga


"Baiklah lah hati-hati di jalan" ucap mama Sela


"Baikma assalamu'alaikum" ucap mereka berdua lalu menghilang untuk berangkat


Setelah beberapa waktu menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di kampus dimana sang istri bekerja.


"Sayang semangat ngajarnya ya" ucap Angga sebelum sang istri turun


"Peyuk" ucap sang istri dengan manjanya itu yang memang tidak pernah bisa ia pungkiri kalau ia menyukai sikap manja sang istri tersebut


"Sudah mas ntar telat sayang kamu hati-hati ya kalau ada apa-apa segera kabari mas" ucap Angga berpesan pada sang istri tercintanya itu


"Ia mas assalamu'alaikum" ucap sang istri


"Wa'alaikumussalam" jawab Angga tersenyum


Kemudian iapun menuju ke sekolah untuk melaksanakan ujian akhirnya itu.

__ADS_1


__ADS_2