DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
Pembicaraan Keluarga


__ADS_3

Besoknya pada hari minggu Angga pun mengumpulkan semua anggota keluarga untuk membicarakan niatan mereka itu. Setelah semuanya kumpul Anggapun memulai pembicaraan.


"Jadi kamu kumpulkan kita disini ada apa nak" tanya bunda Anggia


"Ia ga apa ada hal serius yang mau kamu bicarakan ke kita disini?" tanya mas Fajar


"Angga dan sasmita minta maaf semuanya karena sudah meminta waktu istirahatnya" ucap Angga membuka pembicaraan


"Dan tujuan kami meminta waktunya karena kami ingin meminta saran pendapat dan lainnya soal niatan dari kami" lanjut Angga


"Apa itu ga, katakanlah" ucap papa Rafa


"Kami mau mengadakan resepsi setelah ijab seminggu setelah kelulusan Angga, bagaimana menurut kalian semua?" tanya Angga menanti jawaban dari keluarganya itu


"Begini nak sebenarnya kami berdua ya papa sama ayahmu sudah membicarakan hal ini namun belum pasti tanggalnya dan kebetulan kamu sudah mempertemukan kami disini alangkah baiknya kita bicarakan bersama semuanya sekarang biar setelah ini tinggal mempersiapkan segalanya bagaimana semuanya setuju?" tanya papa Rafa menanyakan persetujuan yang di balas anggukan dari semuanya


"Baiklah karena semuanya setuju mari kita tentukan tanggalnya terlebih dahulu bagaimana yah pa?" tanya Angga pada papa dan ayahnya itu


"Ya seharusnya seperti itu dan untuk konsepnya belakangan setelah tanggalnya di sepakati" ucap ayah Barra


Dan terjadilah perbincangan di antara mereka hingga ada yang mengusulkan akad aja terlebih dahulu baru resepsi belakangan hari setelah semua maka setelah di pertimbangkan dari segala sisi di pilihlah akad terlebih dahulu baru setelah ujian mengadakan resepsinya.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya pa, yah semuanya Angga dan Sasmita mau resepsinya di adakan secara sederhana saja dan karena mengingat budget kami tidak banyak jadi yang di undang hanya orang-orang terdekat saja tidak lebih dari 50 undangan bagaimana menurut kalian?" tanya Angga setelah menjelaskan kondisinya


"Kalau ayah sih tidak masalah nak ini kan acara kamu jadi ayah terpulang sama kamu dan Sasmita maunya bagaimana akan tetapi menurut ayah alangkah baiknya kita bicarakan lebih lanjut tentang budget dan undangan itu" jawab ayah Barra


Alhasil merekapun berunding tentang segalanya mulai dari konsep yang di putuskan mengikuti keinginan Sasmita dan masalah budget kedua orang tua sepakat akan membantu apabila ada kekurangan kalau untuk undangan maka di putuskan menyebar sebanyak 100 undangan saja karena permintaan Angga dan Sasmita agar lebih kekeluargaan saja di acara tersebut. Dan di putuskan mereka akan melaksanakan akad nikah pada hari jum'at ini agar sah dimata agama dan hukum. Setelah pembicaraan cukup alot di antara keluarga dan semuanya senang dengan keputusan akhirnya mereka pun kembali ke rumah masing-masing. Setelah semuanya bubar Angga dan Sasmita pun kembali kekamar. Kemudian Anggapun langsung menuju ke kamar kecil untuk menyegarkan wajahnya yang kelihatan kusut. Setelah itu iapun segera menghampiri sang istri yang sudah bersenderan di kepala tempat tidur tersebut.


"Kamu lagi lihat apa sayang?" tanya Angga


"Lagi lihat email aja mas takut ada yang penting" jawab sang istri


"Mas mau kopi?" tanya sang istri yang membuat nya tersenyum tipis karena perhatian kecil dari sang istri


"Ya sudah adek buatkan dulu ya mas" ucap sang istri dan hanya di balas anggukan olehnya


Setelah sang istri pergi ke dapur ia pun mengambil hpnya lalu mencari nama seseorang dan menelponnya. Sedangkan Sasmita saat ini tengah berjalan menuruni tangga untuk menuju dapur membuatkan minuman dan cemilan buat sang suami. Sesampainya di dapur Sasmita pun bergegas membuat teh hangat untuknya dan sang suami kemudian ia mencari bahan yang bisa ia buat jadi cemilan namun karena tidak menemukan nya akhirnya ia pun hanya menyajikan buah apel yang ada di kulkas untuk sang suami. Tak sadar ia kalau mamanya melihatnya sedari tadi sedang asik di dapur.


"Kamu lagi apa sayang?" tanya mama Sela yang berhasil membuatnya terkejut


"Mama ih bikin Mita terkejut aja nanti kalau Mita jantungan gimana?" ucap Sasmita pada mamanya itu yang membuat sang mama tertawa


"Kamu ini masih muda lagi uda jantungan begitu" ucap sang mama

__ADS_1


"Kamu lagi apa dari tadi mama lihatin asik benar di dapur sendiri?" tanya mama Sela


"Ini ma Mita lagi bikinin teh sama buat cilan tapi karena yang ada buah apel saja ya ini saja yang Mita jadikan cemilah" jawab Sasmita yang membuat sang mama memeriksa kulkasnya


"Ia ya kayaknya besok mesti belanja bulanan deh biar kamu bisa buat cemilan buat Angga" ucap mama Sela sambil terkekeh kecil yang berhasil membuat Sasmita malu" karena belum terbiasa melakukannya


"Ya sudah ma Mita ke tempat mas Angga dulu ya" ucap Sasmita


"Iya jangan sampai suamimu menunggu pergilah" ucap sang mama dan kemudian Sasmita pun menuju ke kamar


Sedangkan Angga sedang berbicara dengan seseorang hingga tak sadar kalau sang istri sudah berada di sampingnya dan kemudian membuatnya mengakhiri panggilan tersebut.


Bagaimanakah kisah selanjutnya


Pantengin terus ya


Mudah"an bisa up lebih banyak nextnya


Untuk itu saya mohon masukan, like dan votenya juga agar author bisa lebih bersemangat dalam menulis


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2