
Setelah sekian lama berada di jalanan yang macet merekapun sampai di rumah ayah Bara. Setelah memarkirkan mobil di garasi merekapun segera masuk.
"Ting nong" Angga memencet bell rumah itu
"Assalamu'alaikum" ucap Angga namun belum mendapatkan jawaban dari dalam rumah
"Bi tolong buka pintunya ya ada tamu kayaknya" ucap bunda Anggia
"Baik nyonya" ucap pelayan
ceklek pintu terbuka
"Assalamu'alaikum bi" ucap mereka
"Wa'alaikumussalam eh mas Angga, silahkan masuk" ucap pelayan tersebut
"Ayah sama bunda mana bi?" tanya Angga sedangkan yang lain sudah duduk di tuang keluarga tersebut
"Ada mas biar bibu panggilin" ucap pelayan tersebut
"Boleh bi makasih ya bi" ucap Angga tersenyum dan Anggapun segera menuju kamarnya yang dulu ia tempati
Melihat sang suami menuju ke kamar Mita pun segera menghampiri.
Di panggilnya sang suami "Mas" ucap Mita lembut
"Ia sayang ada apa?" tanya Angga tersenyum
"Ikut" ucap sang istri dengan manjanya hingga Angga pun menjadi gemas
"Ya sudah ayo" ajak Angga seraya menggenggam tangan sang istri
ceklek pintu kamar pun terbuka
Setelah beberapa langkah memasuki ruangan Sasmita pun begitu terpukau akan desain kamar tersebut namun alangkah terkejutnya ia bahwa sanya kamar tersebut begitu bersih dan wangi
"Mas kamar kamu bagus ya besar rapih clean lagi desainnya pun bagus dengan pemilihan warnanya yang saling melengkapi dengan desainnya" papar sang istri tak berhenti tersenyum
"Kamu suka?" tanya Angga pada istri nya yang sudah menyandarkan kepala di pundaknya
"Ia mas suka" jawab sang istri
"Ya sudah nanti kita akan cari apartement untuk sementara sebelum rumah kita jadi tapi mas mau adek ikut menyumbangkan ide untuk rumah kita nanti ya sayang" ucap Angga sembari menusap lembut lengan sang istri
"Boleh mas" jawab sang istri
"Ya sudah kalau gitu kita turun yuk yang lain sudah menunggu di bawah" ajak Angga pada sang istri
Setelah beberapa langkah dan menuruni tangga akhirnya merekapun sampai di ruang keluarga tersebut.
"Assalamu'alaikum yah bun" ucap Angga dan di ikuti oleh sang istri lalu menyalami mereka
"Wa'alaikumussalam sayang kamu makin bahagia sepertinya semenjak menikah" goda ayah pada anaknya itu
"Harus dong yah apalagi istri Angga cantik kayak begini" jawab Angga lantang dengan bangganya hingga membuat semua orang tertawa membuat sang istri tersipu malu
"Ye kalau soal itu aja pedenya bukan main abangku ini ya" ucap Sara menggelengkan kepalanya melihat abangnya itu
"Kakak ipar apa gak malu sama pede abang yang sangat berlebihan itu" tanya Sara pada Sasmita
"Yah gimana lagi dek sekarang abangmu suami kakak mau gak mau harus suka walaupun kadang begitu kalau dengan orang terdekatnya" ucap Sasmita membuat yang lain tersenyum
"Ia kak abang tu kalau dengan orang terdekat bisa lepas banget kayak gitu tapi kalau orang yang gak dekat dingin banget kayak es batu heran adek lihatnya" ucap Sara tertawa dang yang lain pun mengikuti
__ADS_1
"Masa iya nak Angga begitu?" tanya papa Rafa
"Iya pa, papa aja yang gak tahu, bahkan di sekolah abang sampai punya julukan sendiri terutama dari perempuan di sekolah" ucap Sara dengan kehebohannya
"Emang apa julukan abang di sekolah?" tanya Angga penasaran karena ia tidak pernah mendengar julukan untuknya itu
"Julukannya batu es karena dingin" jawab Sara tertawa
"Biarin aja biar gak ada yang dekatin abang karena bagi abang 1 untuk selamanya yaitu kakak iparmu ini" ucap Angga lalu mencium pipi sang istri
"Iya deh malah sekarang jadi bucin ya bang sama kakak ipar" goda sang adik
"Ia dong kan sudah sah jadi gak masalah bucin dikit" ucap Angga bangga dengan kebucinannya
"Kamu ini mas gak mau kalah sama adikmu sendiri" ucap sang istri menggelengkan kepala melihat perdebatan sang suami dengan adik iparnya itu
"Ya sudah sekarang kira mau ngapain nih" tanya ayah Barra
"Yah bun hari ini ada acara gak?" tanya Angga
"Kalau hari ni ayah sih free gak tau kalau bunda" ucap ayah Barra
"Kalau bunda sih free juga" ucap bunda Anggia
"Gimana kalau kita piknik di pantai?" usul Angga
"Mumpung libur, gimana?" tanya Angga
"Boleh tu sambil main golf" usul papa Barra tersenyum semangat
"Yah itu mah maunya papa doang" sanggah mama Sela
"Jadi kita ngapain hari ni?" tanya Angga kembali bertanya
"Gimana yang lain?" tanya Angga pada yang lain
"Gimana kalau kita besok aja pikniknya besok kan minggu pas buat piknik hari ini kita temani yang mau shoping jadi impas, gimana?" tanya Angga
"Boleh dah kalau gitu sekarang aja kita perginya ya biar agak lamaan dikit belanjanya" ucap mama Sela tersenyum penuh arti
"Oklah tapi bawa mobil masing-masing ya"ucap Angga sembari tersenyum malu yang membuat sang istri membulatkan mata karena perkataannya
"Iya deh yang pengantin baru rasa lama" goda ayah Barra tertawa hingga membuat yang lain ikut tertawa
"Iya dong" jawab Angga dengan bangganya namun membuat sang istri tersenyum sembari menggelengkan kepala melihat sang suami seperti itu
"Ya sudah ayo kita berangkat nanti kemalaman pulangnya" ucap papa Rafa dan mereka semua langsung menuju ke mobil masing-masing namun berbeda dengan Sara ia ingin ikut dengan abang dan kakak iparnya itu lalau berangkat
Ketika di tengah jalan
"Bang nanti traktir ya" pinta sang adik dengan puppy ayesnya itu
"Gak salah tu?" tanya Angga
"Kan kamu sekarang pemegang saham di perusahaan ayah sedangkan abang tidak masa minta traktir sama abang" ucap Angga lagi
"Apalagi kamu sekarang punya penghasilan sendiri jadi sudah waktunya kamu belajar mandiri dek, gimana?" tanya Angga dengan senyum liciknya
"Kak tengok abang tu pelit banget sama adek sendiri pun" rengek Sara pada sang istri membuat sang istri tersenyum dan menggelengkan kepala melihat kelakuan adik abang ini
"Sudah-sudah" ucap Sasmita menenangkan
"Dek benar kata abangmu bukannya kami pelit tapi ini sudah waktunya kamu belajar hemat dan mandiri karena saat ini kamu adalah salah satu orang penting di perusahaan ayah" ucap Sasmita memberi pengertian
__ADS_1
"Gitu maksud abang dek bukan gak mau traktir karena kedepannya kamu bisa mengembangkan saham yang kamu miliki buat menambah uang jajanmu dengan cara usaha mungkin" ucap Angga menambahi namun wajah sang adik sudah terlihat bete dengan mereka
"Tapi untuk kali ini saja mas yang akan traktir, ini yang terakhir ya" ucap Angga namun mata sang adik sudak begitu berbinar bahagia
"Bener nih?" tanya sang adik
"Kalau gak mau ya sudah gak apa justru abang suka" ucap Angga lalu tertawa
"Ish abang ni, ya sudah deh gak jadi" ucap Sara merajuk dengan memonyongkan mulutnya
"Ciah merajuk" ucap Angga ketawa melihat tingkah adiknya itu
"Kamu kalau merajuk gitu mulutnya kayak bebek kwek kwek kwek" tambah Angga tertawa
"Kak tengok abang tu huh" ucap Sara memalingkan wajahnya
"Ok kalau gitu hari ni abang yang akan traktir kamu sepuasnya gimana seneng?" ucap Angga karena udah puas meledek adiknya itu
"Bener ya bang" tanya Sara memastikan
"Awas loh bohong" ancam Sara
"Ia bang janji" ucap Angga sembari tersenyum
"Oh ya sayang kamu kalau mau belanja ambil aja soalnya mas belum sempat memberi uang untuk kamu pakai minggu ini mas akan urus semua biar kamu bisa shoping" ucap Angga pada sang istri
"Makasih mas" jawab Sasmita tersenyum pada sang suami
Tak lama mereka pun sampai. Setelah turun dan sopir memarkirkan mobil merekapun masuk ke mall yang sangat terkenal di kalangan orang berada. Setelah keliling dan menemukan tempat yang mereka cari, dengan segera para wanita mereka masuk untuk mencari dan membeli yang mereka butuhkan. Sedangkan para lelaki mereka mencari tempat duduk sembari menunggu para wanita mereka belanja, dan mereka pun mengobrol masalah yang sangat serius. Setelah obrolan mereka selesai mereka pun menyusul para wanita untuk memastikan mereka apakah sudah mendapatkan yang mereka cari kalau belum ya mereka juga menemani belanja ya walaupun kadang sedikit bosan menunggu mereka memilih barang yang mereka inginkan. Setelah cukup lama belanja dari satu toko ke toko lainnya akhirnya mereka pun puas belanjanya. Sekarang giliran cacing di perut mereka yang meronta meminta makan mau gak mau mereka berhenti mencari restaurant. Setelah menemukan restauranya mereka pun duduk di salah satu meja kosong yang memang cukup untuk mereka semua duduk di satu meja yang sama.
"Mas" Angga memanggil waiters di sana
"Ia mas ada yang bisa saya bantu?" tanga waiters tersebut
"Kami mau makan apa yang special dari restaurant ini?" tanya Angga
Dan waiters tersebutpun menjelaskan apa aja menu andalan di resto tersebut. Setelah itu merekapun pesan sesuai selera masing-masing.
"Setelah ini gak ada kemana-mana lagi kan?" tanya Angga pada yang lain
"Gak kayaknya ga mama capek banget mau istrirahat habis keliling belanja sekalian ngumpulin tenaga buat piknik besok" ucap mama Sela
"Baiklah kita pulang habis ini" ucap ayah Barra
Tak lama mereka pun menyelesaikan makan tersebut.
"Yah kami nginap di rumah ayah" ucap Angga mengingat belum pernah nginap di rumah ayahnya itu semenjak menikah dan ia juga sudah membicarakan hal itu pada sang istri sewaktu berbelanja
"Kamu itu udah kayak siapa aja ga" ucap ayah Barra menggelengkan kepala
"Jadi kalian nginap tempat Barra?" tanya papa Rafa
"Iya pa kangen sama kamar" ucap Angga dengan cengirannya itu
"Ya sudah gak apa jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai" ucap mama Sela
"Baik ma" ucap Sasmita sembari berpamitan
Setelah cukup lama di jalan akhirnya merekapun sampai di rumah dan langsung menuju kamar untuk membereskan belanjaan sang istri lalu membersihkan badan kemudian istirahat setelah melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.
...DONT FORGET TO LIKE, COMMENT AND VOTE GUYS...
...THANKS :)...
__ADS_1