DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
Puisi untuknya


__ADS_3

Sasmita pun segera ke kamar mandi untukku membersihkan diri. Dan setelah selesai ia langsung menuju wardrobe untuk berganti pakaian. Sesampainya di wardrobe ia mendapati sebuah kertas di atas pakaian yang sengaja sang suami siapkan untuknya. Perlahan ia mendekat karena penasaran lalu ia ambil dan membacanya. Ternyata itu adalah sebuah puisi yang di tujukan untuknya.


Malam yang panjang tidak bisa mendinginkan hatiku


Kerlipan bintang tidak bisa memalingkanku


Apakah bisa ku berpaling


Padahal keindahan sesungguhnya engkau bidadariku


Apakah bisa ku pergi


Sedangkan kehangatan yang sesungguhnya ada disini


Setelah membaca puisi tersebut Sasmita pun segera mengenakan pakaian yang telah sediakan oleh sang suami kemudian melangkah untuk mencari keberadaan sang suami. Ia pun mendapati suaminya sedang duduk di ranjang bersenderan. Tanpa ragu ia pun berjalan mendekati sang suami. Setelah melihat sang istri ia pun berdiri karena melihat wajah istrinya itu memerah. Dan


"Wajah kamu kenapa merah begitu sayang?" tanya Angga


"Kamu sakit ya?" lanjut Angga


Namun bukan jawaban yang ia dapat melainkan sang istri langsung memeluknya. Dan Anggapun membalas pelukan istrinya itu.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Angga sembari mengecup pucuk kepala sang istri

__ADS_1


"Aku tidak kenapa-kenapa mas" jawab sang istri masih memeluknya


"Terus kenapa dengan wajah kamu emm?" tanyanya lalu mengambil dagu sang istri agar sang istri bisa melihatnya


"Terima kasih ya mas" ucap Sasmita lalu melepas pelukannya dan berganti membelai wajah sang suami


"Terima kasih untuk apa sayang?" tanya Angga


"Terima kasih buat semuanya" jawab sang istri


"Ya sudah" ucap Angga


"Wajah kamu kalau merah seperti itu mas suka lihatnya ngegemesin tau" ucap Angga sembari menangkup lalu memberikan kecupan mulai dari kening mata dan pipi istrinya itu


Cup


Mereka pun berciuman dan melakukannya secara perlahan untuk menikmatinya karena ini firt time buat Angga melakukannya hingga pagutan tersebut semakin rakus mereka lakukan hingga mereka kehabisan oksigen lalu melepasnya.


"Kamu cantik sayang" ucap Angga sembari menarik rambut sang istri kebelakang telinganya


"Kamu juga ganteng mas" jawab Sasmita membelai wajah sang suami


"Sayang apakah kamu siap melakukannya?" tanya Angga sembari membelai dan melihat wajah istrinya itu

__ADS_1


"Siap apa sih sayang emm" tanyanya balik


"Kalau kamu belum siap tidak apa mas akan menunggu sampai kamu siap sayang" ucap Angga tersenyum


"Maaf ya sayang" ucap sang istri dan langsung bersedih


"Hey, sayang udah jangan sedih gitu mas ikhlas kok akan mas tunggu sampai kamu benar-benar siap dan mau menerima mas dengan sepenuhnya" dengan raut wajah Angga yang sedikit sedih melihat istrinya bersedih


Dan sejenak keheningan menghampiri mereka. Angga pun membaringkan tubuhnya di samping sang istri menatap langit-langit kamar.


"Mas aku minta maaf ya" ucap sang istri tidak enak dan berdosa telah menolak suaminya tersebut


"Maaf untuk?" tanya Angga


"Untuk emm" ucap Sasmita menggantung


"Untuk apa?" tanya Angga lagi


"Adek minta maaf ya karena adek menolak tadi" ucap sang istri


"Hey sayang" sergah Angga


"Kan sudah mas bilang tadi kalau kamu memang belum siap untuk melakukannya its ok mas faham kok" ucap Angga kemudian memiringkan tubuhnya menghadap sang istri lalu membela wajah sang istri dan mengecup bibir ranum istrinya itu dan segera memeluknya

__ADS_1


Entah kenapa setiap berada dalam dekapan sang suami Sasmita begitu tenang dan merasakan kenyamanan yang tidak dia dapatkan dari Yudis.


__ADS_2