DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
Menjenguk papa


__ADS_3

Setelah cukup lama berada di jalan akhirnya mereka sampai di rumah sakit tempat papa Rafa di rawat. Setelah memarkirkan mobilnya segeralah mereka menuju ruangan tempat papa Rafa di rawat. Segeralah mereka masuk setelah menemukan ruangan tersebut.


"Assalamu'alaikum ma pa" Angga dan Sasmita mengucapkan salam serentak


"Wa'alaikumussalam nak masuk" jawab papa dan mama serentak dan menyuruh mereka masuk dan mereka mencium tangan mama dan papanya tersebut


"Gimana kabar papa sekarang pa?" tanya Angga sembari meletakkan makanan yang mereka bawa kemudian duduk di kursi yang berada di samping ranjang pasien


"Alhamdulillah papa uda mendingan ga" jawab papa kemudian duduk bersenderan di bantu oleh Angga


"Alhamdulillah kalau seperti itu pa" jawab Angga bersyukur dengan kondisi papa mertuanya yang sudah lebih baik


"Pa selama papa dirawat mas Adit yang handle perusahaan" ucap Angga


"Ya memang seharusnya begitu karena dia penerus papa" jawab Angga


"Papa itu tadi kami belikan makanan dan cemilan untuk papa dan mama makan" ucap Angga


"Terima kasih kalian sudah ingat sama papa dan mama" jawab papa Rafa


"Gimana bisa lupa pa, karena papa Sasmita ada, dia adalah perempuan yang paling saya cintai setelah 4 orang istimewa yang saya sangat cintai" jawab Angga


"Ya 4 orang yang tidak bisa kami balas jasa dan pengorbanannya hingga akhir hayat kami" lanjut Angga hingga membuat mata papa mertuanya berkabut dan mengalirkan tetesan air mata di kedua pipi dia tidak menyangka kalau menantunya itu begitu memperdulikannya.


Selama perbincangan Angga dengan papa mertuanya, sang istri juga berbincang dengan mamanya.


"Nak mama mau tanya" ucap mama


"Angga itu gimana sayang? kamu senang gak sama dia?" lanjut mama bertanya


"Ma satu satu dong tanyanya" suruh Sasmita


"Mas Angga itu baik dan dewasa ma walaupun dia masih anak SMA tapi dia lebih dewasa dari Mita" jawab Sasmita

__ADS_1


"Kalau soal senang atau tidak tentu Mita senang ma bahkan sangat senang dan Mita sangat bersyukur banget dia jadi suami Mita" lanjut Sasmita


"Mita juga tidak tahu ma setiap melihat dia kesedihan Mita mengingat kejadian itu langsung sirna dan karena perhatian yang dia berikan tidak bisa Mita tolak" tambah Sasmita


"Apakah sebelum nikah kamu pernah atau sering ketemu sama Angga waktu kamu masih sama bajingan itu?" tanya mama kesal karena mengingat orang yang membuat hati dan keluarganya terluka


"Ia ma beberapa bulan yang lalu ketika itu Mita memang sengaja naik bas pergi ke kampus nah beberapa kali kami ketemu waktu di bas itu" jelas Mita


"Apakah karena pertemuan mereka kala itu yang membuat Angga berani kerumah tak lama setelah itu" mama membatin sembari mengingat kejadian waktu itu


"Ya sudah yuk kita ke sana biar kamu cepat pulang" ajak mama yang sudah berdiri siap menghampiri para suami masing-masing


"Kita pulang sayang?" tanya Angga pada sang istri yang membuat kedua mertuanya saling pandang dan senyum


"Ia mas" jawab sang istri tersipu malu


"Ya sudah kita pulang" ucap Angga tersenyum


"Pa ma kita pulang ya, assalamu'alaikum" ucap mereka serentak lalu melangkah pergi


Angga dan Sasmita pergi menuju mobil lalu segera melajukan mobil tersebut menuju rumah. Sedangkan di rumah sakit papa dan mama mereka sedang membicarakan mereka berdua.


"Papa kenapa senyum-senyum gitu?" tanya mama melihat suaminya tersenyum selepas anak dan menantunya pergi


"Papa bahagia melihat mereka cepat banget akrab seperti itu ma" jawab papa


"Ia ya pa padahal belum lama kejadian buruk menimpa kita tapi dengan begitu cepat Angga bisa merubah Mita menjadi tidak bersedih lagi seperti itu" jawab mama


"Apalagi mereka sudah mesra seperti itu pa mama yakin sebelum mereka menikah memang sudah ada benih cinta di antara mereka pa" lanjut mama


"Kamu kok sok tau begitu sih ma" ucap papa


"Emang kamu tahu dari mana emm?" tanya papa

__ADS_1


"Tadi sewaktu papa bicara sama Angga mama juga bicara sama Mita di sofa" jawab mama


"Mita bicara panjang lebar kalau beberapa bulan lalu Mita sama Angga pernah bertemu beberapa kali dengan Angga di bas ketika mereka menuju kampus dan sekolah masing-masing pa" lanjut mama


"Yang bener ma?" tanya papa penasaran


"Ia pa jadi mama berfikir sejak saat itu mereka mencintai satu sama lain walaupun mereka tidak saling bicara" jelas mama dan pembicaraan tentang anak dan menantunya itu pun selesai


Di lain tempat Angga dan Sasmita sudah sampai di rumah orang tua mereka. Dan mereka pun masuk. Ketika mereka akan menuju ke kamar tanpa aba-aba Angga pun memberhentikan langkah sang istri dan langsung menggendongnya ala brydle style menuju kamar.


"Mas kamu apa-apaan sih pakai gendong aku segala" teriak sang istri


"Udah diem kalau gak diem jatuh nanti" ancam Angga


"Nah kalau sekarang baru boleh turun" ucap Angga sembari menurunkan sang istri di ranjang dengan perlahan


"Sayang" ucap Angga yang melihat wajah sang istri begitu dekat


"Emm" Sasmita mendeham


"Kamu capek gak?" tanya Angga


"Gak kok mas" jawab sang istri


Namun tanpa sadar ia sudah membelai wajah sang istri dan mengecup bibirnya. Sasmita pun terkejut akan perlakuan sang suami namun ia tidak kuasa menolaknya. Angga lakukan dengan perlahan, dia tidak boleh melewat batas karena sang istri belum siap untuk melakukannya. Tak lama ia pun melepaskan ciumannya itu.


"Ma maaf" ucap Angga


"Gak perlu minta maaf mas" ucap sang istri


"Kamu berhak mendapatkannya" lanjut sang istri


"Akan mas ingat itu" ucap Angga tersenyum dan mencium kening istrinya

__ADS_1


Sasmita pun segera menuju ke kemar mandi untuk membersihkan diri. Dan . . .


Bersambung . . .


__ADS_2