
Setelah ia sampai di sekolah ia pun langsung masuk memarkirkan mobil yang ia bawa di parkiran sekolahnya. Ketika dia turun banyak pasang mata yang terkaget-kaget melihatnya. Bagaimana tidak mereka bahkan sangat tau kalau orang tuanya telah bangkrut namun kini mereka melihat Angga menggunakan mobil yang tidak murah.
Bagaimana bisa itulah yang mereka fikirkan saat ini. Namun bukan Angga namanya kalau ia menghiraukan perkataan mereka. Ia pun berlalu pergi meninggalkan mereka yang masih membicarakannya. Ia pun segera masuk ke kelas sebelum pelajaran di mulai. Tak berapa lama waktu pelajaran pun di mulai. Guru mengabsen siswa satu per satu. Tiba giliran Angga guru pun bertanya.
"Angga beberapa hari ini kamu tidak masuk kamu kemana?" tanya bu Siska guru matematika
"Maaf buk kemarin saya ada urusan keluarga" jawab Angga santai
"Ok lain kali kabarin kalau tidak masuk telpon wali kelasmu" ucap Bu Siska
"Baik bu" jawab Angga singkat
Pelajaran demi pelajaran pun terus berlanjut hingga waktunya pulang. Angga pun bergegas meninggalkan kelasnya untuk ke parkiran menuju mobilnya dan segera meluncur ke kampus sang istri. Namun sebelum ia sampai ke kampus ia memastikan terlebih dahulu kalau istrinya tersebut sudah akan pulang.
"Assalamu'alaikum sayang" Angga mengucapkan salam
"Wa'alaikumussalam mas" Sasmita menjawab salam
"Kamu sudah ada di mana mas?" tanya Sasmita
"Mas sudah ada di parkiran kampus tempat kamu ngajar sayang" jawab Angga
"Ya sudah bentar lagi aku selesai kok mas" ucap Sasmita
"Baiklah mas tunggu" ucap Angga
Angga pun bosan dengan hanya menunggu di dalam mobil saja. Ia pun berfikir lebih baik ia jalan-jalan aja di sekitaran sini untuk menghilangkan bosan. Ia pun mulai berkeliling di luar kemudian masuk ke kampusnya dan melihat-lihat. Tanpa ia sadari banyak pasang mata yang melihatnya sedari tadi. Mereka begitu mengagumi ketampanannya. Dan tak di sangka Sasmita melihat kelakuan mahasiswinya tersebut. Dan Sasmita pun menghampirinya.
"Mas" sengaja Sasmita memanggil Angga dengan keras
__ADS_1
"Sayang" jawab Angga dengan suara barithonnya menghampiri Sasmita dan segera memeluknya
"Banyak gak kerjaannya tadi sayang?" tanya Angga mengecup kepala istrinya dan membelai lembut kepala sang istri hingga tanpa di sadari mereka pun sudah jadi tontonan umum di kampus tersebut
"Lumayan banyak mas tapi alhamdulillah beberapa sudah beres tinggal sisanya besok di kerjakan" jawab Sasmita menjelaskan
"Kita pergi yuk jalan-jalan" ajak Angga meninggalkan kampus menuju ke parkiran
Begitu sampai di parkiran Angga pun membukakan pintu untuk sang istri. Mahasiswi yang melihatnya begitu iri dengan perlakuan romantis yang Angga lakukan terhadap Sasmita sang istri.
"Kayaknya itu suami buk Mita deh tapi aaaa ganteng banget" ucap salah satu mahasiswi lebay
"Gue rela deh jadi yang kedua asal dia suaminya" teman sebelahnya menghayal
"Hus jangan ngehalu deh lu pada" ucap mahasiswa yang lewat depan mereka
Angga pun melajukan mobilnya memasuki jalanan.
"Boleh deh tapi kita sekalian ke mall ya mas" Sasmita meminta
"Ok kita makan di resto yang ada di mall aja kali ya sayang?" tanya Angga
"Boleh tuh biar tidak ribet juga pergi banyak tempat mas" jawab Sasmita
"Ya sudah" jawab Angga
Setelah cukup lama di jalan akhirnya mereka sampai di mall terbaik di kotanya. Setelah memarkirkan mobilnya mereka pun masuk dengan berglendotan sama sang suami.
"Kamu itu ngegemesin tau kalau glendotan kayak gitu sayang" ucap Angga sembari mengelus pipi sang istri kemudian dengan jahilnya ia mencubit hidung istrinys itu.
"Mas ih jangan di cubit hidungku dong" ucap Sasmita cemberut namun Angga yang melihat perubahan raut wajah sang istri justru malah mencium puncak kepala sang istri berkali-kali dan perlakuan yang ia terima dari sang suami membuatnya membatin
__ADS_1
"Mas aku tahu kamu berusaha membuatku untuk melupakannya dengan caramu sendiri tanpa harus kamu katakan itu" batin Sasmita
"Aku bersyukur banget mendapatkan kamu mas walaupun kamu lebih muda dariku namun kamu memiliki kedewasaan jauh di atasku mas dan aku bersyukur lagi untuk hal itu" lanjut Sasmita membatin sembari mencuri pandang melihat sang suami namun di sadari oleh Angga bahwa sang istri sedang mencuri pandang melihatnya
"Kamu jangan mencuri pandang seperti itu sayang mas tidak yakin kali ini mas bisa menahannya emm" ucap Angga sembari mengangkat dagu sang istri agar ia bisa melihatnya bersemu malu
"Mas malu tau dilihat orang-orang" ucap sang istri membenamkan wajahnya di pelukan sang suami
"Ya sudah yuk kita cari tempat makan aja" ajak Angga
"Kamu mau makan di mana sayang?" tanya Angga
"Kita makan di situ saja mas" tunjuk sang istri
"Baiklah ayo" ajak Angga
Mereka pun memasuki tempat makan lalu duduk dan memesan makanan. Mereka pun segera menyelesaikan lunch mereka. Dan segera pergi setelah melakukan pembayaran.
"Sayang kita mau kemana lagi?" tanya Angga pada sang istri
"Karena hari ini hari pertama kita keluar jadi terserah kamu mau kemana sayang" lanjut Angga
"Kalau gitu kita nonton aja yuk mas?" ajak sang istri
"Ya sudah tapi tidak bisa lama kayaknya sayang kita kan belum jenguk papa hari ini" ucap Angga
"Ya udah tidak apa mas" jawab sang istri
Mereka pun segera menuju bioskop untuk menonton. Setelah selesai nonton mereka pun segera pergi ke rumah sakit dan tidak ketinggalan mereka membawa makanan untuk papa dan mamanya.
Bersambung . . .
__ADS_1