DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU

DOSEN ITU ADALAH ISTRIKU
Membahas yang penting


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Setelah sang istri menuju dapur untuk membuatkannya minuman Anggapun segera mengambil laptopnya. Dan segera memeriksa email mengecek kerjaan. Tak lama sang istri pun kembali membawakan minuman dan cemilan sehat untuk mereka nikmati di malam yang cerah dipenuhi kerlipan bintang di langit yang membuat suasana semakin syahdu untuk pasangan yang di mabuk asmara itu. Dan Anggapun segera menutup laptopnya karena sang istri sudah datang.


"Mas ini minuman dan cemilan nya" ucap sang istri sembari menaruh nakas yang berisi minuman dan cemilan itu di meja


"Ia sayang makasih" ucap Angga sembari menarik sang istri setelah menaruh nakas tersebut ke dalam pelukannya


"Malam ini indah ya mas langitnya begitu cerah ya walaupun gak terlalu kelihatan sih karena di kota" ucap sang istri sembari memeluk sang suami yang terasa begitu nyaman baginya


"Ia sayang bagus kali ya kalau kita bisa seperti ini terus setiap hari kalau tidak banyak kegiatan hitung-hitung kita refreshing sejenak dari kerjaan" jawab Angga


"Apalagi kalau ada anak-anak kita nantiya mas pasti lucu" ucap sang istri


"Emmm ngomong-ngomong soal anak kita belum membicarakannya kan?" tanya Angga


"Belum mas" ucap sang istri sembari tersenyum


"Yasudah kalau begitu kita bahas dulu masalah ini setelah itu baru kita bahas masalah yang lain" ucap Angga lembut namun penuh ketegasan di dalamnya


Akhirnya merekapun membahas masalah tersebut dengan sedikit perdebatan yang terjadi di antara mereka karena perbedaan keinginan. Setelah sekian lama perdebatan tersebutpun mendapatkan titik terangnya. Setelah itu Anggapun menyantap cemilan yang ada di depannya sembari menyuapkan sang istri lalu . . .


"Sayang mas boleh tanya?" tanya Angga karena mengingat pembicaraannya dengan ayah dan papa mertuanya tadi siang


"Boleh, mas emangnya mau nanya apa sama adek?" tanya sang istri dengan suara manjanya sembari melihat wajah sang suami


"Mas mau tanya menurut adek kita sebaiknya tinggal dimana sayang?" tanya Angga lalu mencium kening sang istri sejenak hingga membuatnya tersipu malu dan menenggelamkan wajahnya kedada bidang sang suami

__ADS_1


"Kalau adek sih terserah mas saja sih kan sebentar lagi adek akan resign" jawab sang istri hingga membuatnya terkejut walau ia mengatakan itu dengan manja namun tetap saja ia terkejut rencana yang sang istri katakan waktu itu benar-benar akan ia lakukan


"Adek yakin akan resign?" tanya Angga memastikan keputusan sang istri agar tiada penyesalan kemudian


"Ia mas adek yakin dengan keputusan adek, kan adek sekarang istri mas jadi prioritas adek saat ini mas dan rumah tangga kita" ucap sang istri


"Lagian adek tidak mau mas pulang adek tidak ada di rumah" lanjut sang istri


"Ya sudah kalau memang itu keputusanmu sayang mas hanya bisa mendukung walau sebenarnya mas juga tidak melarang kamu buat tetap ngajar di kampus" ucap Angga


"Karena mas juga akan kuliah di tempat kamu ngajar nanti sayang" ucap Angga membuat sang istri spontan melihatnya


"Mas mau kuliah di tempat dek ngajar?" tanyanya memastikan ucapan suaminya itu


"Ia sayang mas mau kuliah di tempat dek ngajar" jawab Angga membelai lembut pipi sang istri


"Jadi kalau kamu mau resign juga gak masalah sih nanti kita akan tinggal di dekat-dekat kampus saja biar mas cepat pulang sayang bagaimana menurut kamu?" tanya Angga


"Adek maunya dimana sayang?" Angga bertanya balik pada sang istri karena Angga tidak mau egois karena saat ini ia sudah tidak sendiri lagi melainkan ada sang istri yang akan menemaninya hingga akhir hayatnya


"Adek maunya di rumah mas bisa lebih leluasa melakukan semuanya" ucap sang istri yang ternyata sesuai dengan keinginannya


"Ya sudah kalau adek maunya begitu" ucap Angga


"Sebenarnya masalah ini mas tanyakan karena mas tadi di tanya sama ayah dan papa tapi mas tidak mau mengambil keputusan sendiri untuk masalah ini makanya mas bahas sekarang padahal mas pengennya malam ini berduaan aja sama kamu sayang tanpa bahas apapun" ucap Angga sembari mempererat pelukannya lalu mengecup pucuk kepala sang istri


"Ya sudah mas cepat atau lambatkan kita memang tetap harus membicarakan masalah ini semua" ucap sang istri dengan manjanya yang membuat Angga menjadi senang namun gemas

__ADS_1


Sembari menikmati cemilan dan minuman mereka pun melanjutkan pembahasan mereka tadi.


"Sayang mas mau tanya sekali lagi" ucap Angga merasa belum puas dengan jawaban sang istri


"Apa itu mas?" tanya Mita sang istri


"Adek yakin mau resign?" tanya Angga memastikan keraguannya


"Sebenarnya berat adek mau resign mas karena itu cita-cita adek dari kecil, cuma karena sekarang adek sudah menjadi istri mas dan di tambah adek sudah pernah bilang akan resign makanya dek resign" jawab sang istri yang terdengar ada kesedihan di sana


"Tapi adek kembalikan sama mas sekarang karena adek sudah bilang sama mas jadi keputusan ada di tangan mas karena adek istri mas" lanjut sang istri


Angga pun memikirkan dan mempertimbangkan perkataan sang istri barusan. Setelah cukup lama mempertimbangkan segala sesuatunya akhirnya ia pun memutuskan.


"Begini sayang, untuk saat ini mas memperbolehkan adek untuk mengajar hingga saat yang tidak di tentukan" ucap Angga


"Makasih mas, mas baiiik banget deh mau izinin adek ngajar" ucap sang istri bahagia karena di perbolehkan mengajar sama sang suami


"Tapi ingat kalau nanti ada hal yang membuat adek untuk tidak boleh ngajar mas gak kasih izin lagi ya" ucap Angga mengingatkan


"Iya mas makasih" ucap sang istri (Sasmita) dengan penuh bahagia di tambah ia saat ini adalah seorang istri yang sah secara agama maupun negara


"Ya sudah sekarang kita tidur yuk sudah malam istirahat mas tau kamu capek" ucap Angga dan langsung menggendong sang istri menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih tidak lupa ia membereskan segalanya


Setelah semua beres dan sang istri pun telah berada di tempat tidur giliran Angga yang bersih-bersih kemudian membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Setelah Angga membaringkan tubuhnya, iapun mengajak sang istri membaca amalan sebelum tidur. Setelah itu Mita pun langsung memeluknya dan tidur dalam pelukannya. Sebelum tidur mereka pun tidak lupa mengucapkan selamat tidur dan salam lalu sang istri pun tidur. Setelah memastikan sang istri sudah tidur dengan nyaman iya pun mencium pucuk kepala sang istri. Dan iapun juga tidur.


***

__ADS_1


Author minta maaf kalau banyak typo maupun kesalahan lainnya. Dan author minta masukannya kalau ada untuk memperbaiki tulisan author kedepannya. Terima kasih.


Oh ya jangan lupa like koment and votenya ya :)


__ADS_2