Dream Land

Dream Land
Episode 11


__ADS_3

    Jam menunjukkan pukul delapan malam choi ji ae dan han young rim berangkat ke club tempat biasa mereka nongkrong. Begitu juga dengan shin hyo min dari rumah sakit langsung menuju ke alamat yang dikirimkan oleh ji ae,  Sesampainya disana mereka memesan minuman dan beberapa cemilan pendampingnya.


     “  bagaimana tempat kerja kamu yang sekarang?” choi ji ae mulai memecah suasana yang hening dengan bertanya kepada shin hyo min.


     “ ya seperti tempat kerja yang sebelum-belumnya, ketemu pasien dan perawat serta bau obat-obat dan rumah sakit .”


    “ setelah tiga tahun tidak ketemu kamu makin ganteng aja !” han young rim mencoba untuk menggoda shin hyo min.


   “ baru tau ya, jangan sampai kamu naksir aku young rim nanti ji ae cemburu loh.”


   “ hahaha , siapa juga yang naksir baru dipuji dikit aja langsung kegeeran. Ji ae cemburu !! nggak salah dengar nih aku bukannya dari dulu kamu yang naksir dia. Lagian sekarang dia juga punya tunangan.” Han young rim keceplosan memberi tahu kalau choi ji ae sudah tunangan kepada shin hyo min.


  “ apa???” shin hyo min terkejut mendengar ucapan han young rim.


  “ nggak young rim ngarang aja kamu.” Choi ji ae berusaha membantah ucapan han young rim sambil mengedipkan mata kepada han young rim. Karena ini belum waktu yang tepat untuk memberi tau shin hyo min.


   “ bohong coba kamu jelasin sebenarnya ada apa ini. Kamu tunangan !! sama siapa?? Kok bisa??”


     Choi ji ae terpaksa memberitahu shin hyo min kalau dirinya sudah dijodohkan.

__ADS_1


  “ aku juga gak tau bagaimana ini semua bisa terjadi, semua sudah direncanain oleh mamaku. Aku baru tau beberapa hari yang lalu dan baru hari ini juga aku tau orang yang dijodohin sama aku itu siapa.”


  “ memangnya kamu dijodohin sama siapa?”


  “ yoo in hwa.”


  “ apa!!! Yoo in hwa presdir world land ?”


  “ iya.” Sambil meneguk semua minuman yang ada digelasnya.


  “ terus kamu mau gitu aja, bagaimana dengan teman masa kecil mu itu bukankah kamu masih menunggunya.”


  “ mama mengancamku kalau aku tidak mau tunangan dengan dia, mama suruh aku berhenti bekerja di dream land.”


  “  kamu tau kan arti dream land buat aku.”


  “ aku tau, tapi kalau seperti ini percuma juga kamu bertahan disana toh kamu juga gak bisa bersama dengan dia.”


  “ tidak apa-apa kalau aku memang tidak bisa bersamanya setidaknya aku bisa menjaga dream land tempat dimana aku bertemu dengannya pertama kali.”

__ADS_1


  “ kalau memang itu pilihan mu, aku bisa apa selain berdoa buat kebahagiaan mu. Ingat kalau ada apa-apa cerita jangan pendam sendiri.”


  “ sudah-sudah mari kita nikmati malam ini.” Han young rim pun mencairkan suasana yang terasa


tegang.


      Malam itu choi ji ae menghabiskan beberapa gelas minuman, dan lagi-lagi seperti biasa dia tidak kuat minum dan mabuk. Untung saja shin hyo min tidak ikutan minum jadi bisa mengantar choi ji ae dan han young rim. Sebelum mengantar choi ji ae terlebih dahulu dia mengantar han young rim, dan seketika sampainya dirumah choi ji ae dimerangkul choi ji ae yang sedang mabuk dan berjalanpun sudah tidak karuan. Shin hyo min membunyikan bell rumah ji ae, kebetulan malam itu yang membukakan pintu mamanya choi ji ae.


     “ malam tante.” Sapa shin hyo min kepada ibu choi ji ae.


     “ iya malam hyo min, aduh anak ini benar-benar sudah dilarang minum-minum masih aja tetap  minum. Mana sudah merepotkan nak hyo min lagi terima kasih banyak ya.”


     “ iya sama-sama tante, kalau begitu saya pulang dulu.” Hyo min pamit kepada ibu choi ji ae.


    Sambil mengantar choi ji ae kekamarnya ibunya menasehati dia.


     “ anak bandel memang, sudah tau punya tunangan masih saja minum-minum dengan pria lain.”


  Dengan kondisi setengah sadar  choi ji ae menjawab perkataan ibunya.

__ADS_1


    “ tunangan, tunangan bukan keinginan aku ini. Lagian shin hyo min juga teman apa salah nya coba, oh mentang-mentang sudah punya tunangan tidak boleh punya teman pria gitu.”


   “ pake ngejawab lagi tidur sana, kamu itu cowok apa cewek sih bandelnya kebangetan.”


__ADS_2