
“ baik tuan setelah semua berkas terkumpul saya langsung memberinya kepada anda, Kalau begitu saya keluar dulu.”
“ ya, ya pergi sana.’’ Dengan nada suara yang kesal yoo in hwa mengusir sekretaris lee keluar.
“wah baru kali ini ada cewek yang berani sama aku, biasanya Cuma lihat sekilas aja cewek-cewek langsung terpesona. Cukup menarik juga wanita satu ini, tapi sepertinya aku pernah melihat dia. ha gak mungkin aku pernah bertemu cewek seperti itu.” Gumam yoo in hwa karena diperlakukan seperti itu oleh choi ji ae.
Sementara choi ji ae juga ikutan kesal dengan tanggapan pimpinan seperti yoo in hwa, didalam mobil dia meluapkan amarahnya dengan memaki-maki yoo in hwa.
“ ah dasar anak manja, tidak tahu apa-apa tentang perusahaan besar yang dipimpinnya. Yang ada kalau terus-terusan dia yang pimpin bisa-bisa cepat bangkrut itu. Emang pimpinan yoo ( yang dimaksud ayah yoo in hwa) tidak mikir dulu sebelum memilih anaknya untuk menggantikan dia. Orang yang tidak mengerti apa-apa, dari auranya bisa dipastikan selama dia di amerika bukannya sekolah malah hura-hura. Emang anak orang kaya mah bebas, bodoh lah kenapa aku harus memikirkan dia. Yang bangkrut atau terjadi apa-apa juga bukan urusan aku , tapi aku tidak rela kalau terjadi apa-apa dengan dream land.”
Choi ji ae bukan wanita biasa ayah nya salah satu anggota dewan legislatif di korea , keluarganya cukup terpandang karena kakeknya dulu seorang perdana mentri dan memiliki museum seni terbesar dikorea selatan.
Tiba-tiba handphone choi ji ae bordering ia langsung mengangkatnya, disebrang telfon terdengar suara pria.
“ halo, ji ae kamu lagi dimana?”
“ ini lagi dijalan mau balik kekantor , ada apa?”
“ bagaimana kalau kita makan siang bersama.”
__ADS_1
“ apa??? memangnya kamu sudah balik ke korea?.”
“ hehehe sudah dong, bagaimana ok?”
“ ok, direstoran tempat biasa.”
“ wah emang masih ada itu restoran ?”
“ masih lah,tiap satu kali dalam sebulan aku pasti mampir kesana. Kamu dicari sama bibi yang punya tuh.”
“ serius ??? kalau begitu aku langsung otw kesana.”
Laki –laki yang menelpon choi ji ae adalah teman masa SMA bahkan mereka kuliah di universitas yang sama dengan jurusan yang berbeda choi ji ae dijurusan bisnis sementara temannya jurusan kedokteran, dia adalah shin hyo min. Selama kuliah bahkan sampai sekarang shin hyo min menyukai choi ji ae, bahkan dia sudah mengutarakan perasaannya kepada choi ji ae. Sayangnya perasaan dia tidak pernah terbalas Karena choi ji ae hanya menganggapnya teman tidak lebih .
Tiga puluh menit kemudian choi ji ae sampai direstoran tempat dia bertemu dengan shin hyo min.
Sementara shin hyo min sudah sampai duluan bahkan sudah memesan makanan , choi ji ae turun dari mobil dan masuk kedalam restoran ,dan melihat shin hyo min dengan makanan yang sudah terhidang.
Dia langsung menghampiri shin hyo min dan memeluknya karena sudah lama tidak bertemu dengannya.
__ADS_1
Choi ji ae pun duduk dikursinya sambil menyantap makanan yang sudah terhidang, mereka berbincang-bincang.
“ kenapa kamu bisa balik sekarang ?” Tanya choi ji ae
“ ya semua urusan disana udah kelar,buat apa juga masih tinggal disana.”
“ selama 3tahun disana, emang kamu ngapain aja?”
“ ya ampun namanya tugas kenegaraan.”
“ gaya mu udah kayak tentara aja.”
“ lah sama ajakan,sama-sama di utus kenegara konflik.”
“ gimana selama tiga tahun disana gak ada gitu wanita disana yang kamu suka.”
“ ada sih yang suka sama aku, tapi kamu tetap dihati.”
“ hahaha, ada-ada aja kamu belum bisa move on nih ceritanya.”
__ADS_1