
Choi na mo membawa choi ji ae dan han young rim kedalam mobil, terlebih dahulu mereka mengantar han young rim kerumahnya. Sesampainya dirumah choi na mo membopong choi ji ae yang setengah sadar karena pengaruh alkohol ke kamar , dan berusaha mengendap-ngendap supaya orang rumah tidak ada yang bangun.
Keesokan paginya dimeja makan ibunya choi ji ae menanyakan keberadaan anaknya semalam karena pulang terlambat.
“ ji ae semalam kamu pulang jam berapa ?”
“ cepat kok ma.” Ji ae berusaha membohongi ibunya.
“ jangan coba-coba bohong ya kamu, jam dua belas mama bangun. Dan mama kekamar kamu, kamu gak ada.”
Choi na mo pun menyela pembicaraan ibunya,
“ apaan ma, dia pulangnya sekitar jam lima. Semalam minta jemput aku.”
“ jangan bilang kamu mabuk ji ae?” engan suara tegas ibunya bertanya.
“ iya ma, kebablasan biasa anak muda , Lagian juga ngerefresh pikiran ma.”
“ kan gak pake mabuk-mabukan juga.”
“ iya deh iya.”
__ADS_1
“ oh iya, mama mau jodohin kamu sama anak teman mama kamu mau? Papa juga udah mama kasih tau dan
papa juga setuju.”
“ apa-apaan sih ma aku belum kepikiran buat nikah. Lagian kakak juga belum nikah.”
“ mau nikah umur berapa kamu? Ingat sekarng umur kamu sudah dua puluh delapan. Atau kamu sudah punya pacar?”
“ pacar apaan ma, dia sibuk kerja gitu. Atau jangan-jangan dia gak suka cowok lagi selain han young rim aku gak pernah lihat dia sama temen yang lain. Eh ada itu satu temen kuliahnya, siapa namanya?” choi na mo kembali menyela pembicaraan.
“ apa-apaan sih kamu kak, aku masih normal ya masih suka cowok . dan satu lagi shin hyo min itu Cumatemen aku gak ada hubungan lebih.”
“ lah emang tadi aku bilang kamu dengan siapa tadi ?? pacaran. Ya udah kalau kamu gak pacaran dengan dia terima aja perjodohan itu.”
“ sudah-sudah kenapa kalian rebut dimeja makan, habisin dulu sarapannya. Ntar diulang lagi.” Sambil tersenyum melihat tingkah laku kedua anaknya .
“ mama lagi apa-apaan anak rebut bukan disuruh berhenti malah disuruh ngelanjutin.” Sahut papanya choi ji ae.
“ becanda pa, ya udah pokoknya kamu ji ae harus terima perjodohan ini.”
“ aku gak mau ma, lagian aku gak kenal orangnya main jodoh-jodohin aja.”
__ADS_1
“ nanti kalau sudah ketemu juga bakal mau.”
“ mama aja gimana sama dia.”
“ ada-ada aja kamu, pokoknya kamu harus mau.” Mamanya bersikeras tetap menjodohkan choi ji ae dengan pria pilihannya.
Sementara dikediaman orang tua yoo in hwa juga membahas perjodohan ini.
“ pa, mama sudah sepakat dengan ibunya choi ji ae ingin menjodohkan yoo in hwa dengan choi ji ae.”
“ maksud mama choi ji ae yang menjadi direktur dream land.”
“ lah iya pa, emang ada gitu choi ji ae yang lain? Anaknya pintar lagian selama dia yang mimpin dream land juga sukses dan dia juga bukan dari keluarga sembarangan jadi cocok lah sama anak kita.”
“ lah anaknya sendiri mau emang, mama jangan main jodoh-jodohin aja.”
“ mau gak mau tetap aja mereka harus menikah.”
“ terserah mama deh papa gak mau ikut campur, kalau emang anaknya mau syukur.”
“ ini udah jodoh yang tepat buat yoo in hwa pa, mama gak mau lagi lihat dia main- main sama cewek gak jelas.”
__ADS_1
“ emang kapan mama mau memberi tahu yoo in hwa, tentang rencana mama ini ?”
“ hari ini rencananya mama mau mampir pas jam makan siang ke kantornya sekalian bawain makan siang.”