
Malam itu mereka minum sepuasnya, han young rim sudah mulai mabuk sementara choi ji ae masih setengah sadar . dia menyuruh kakaknya untuk mengantar han young rim pulang .
“ kak kamu anterin han young rim pulang dulu.”
“ terus kamu pulang sama siapa ?”
“ gampang , udah kakak anterin dia pulang dulu sana .”
“ ya udah kamu pulang hati-hati jangan nyetir sendiri, kalau nggak kamu panggil supir aja.”
“ iya .”
Setelah choi na mo membopong han young rim kedalam mobilnya, choi ji ae segera menelfon yoo in hwa untuk menjemputnya.
“ hallo, kamu gak papa kan ?”
“ bikin kaget aja, nanya kayak orang panik gitu.”
“ siapa yang gak panik udah jam 3 pagi ini, kamu tiba-tiba nelfon. Tunggu dulu kamu mabuk ya ?”
“ kenapa memang nya kalau udah jam 3 ? gak boleh gitu aku telfon kamu ?”
“ iya boleh , kamu udah dirumah ?”
“ belum, jemput aku bisa ?”
“ bisa, kamu tunggu disana, aku langsung jalan .”
__ADS_1
“ baik.” Sambil mengakhiri panggilan telfonnya.
Beberapa saat kemudian yoo in hwa datang menjemput ji ae, dia mendapati ji ae disana sendirian dan dia bingung bukan kah tadi choi ji ae bilang kepada nya kalau dia kesana dengan kakak nya dan han young rim. Tapi fakta yang di dapat nya tidak seperti apa yang dibilang choi ji ae, dia mulai marah dan langsung menghampiri choi ji ae.
“ kenapa kamu sendirian ? bukan kah kamu tadi bilang kalau kesini bersama kak choi na mo dan han young rim. terus mereka kemana ?”
“ udah pulang duluan.”
“ kamu jangan bohong.”
“ siapa yang bohong juga, sana Tanya sama pelayan nya.”
Yoo in hwa yang tidak percaya dengan perkataan choi ji ae dia menanyakan kepada salah satu karyawan yang ada disana.
“ permisi apa benar dia kesini bersama temannya ?” sambil menunjuk ke arah choi ji ae.
“ kenapa kamu bisa tau namanya .”
“ nona choi ji ae sudah sering berkunjung kesini, dia merupakan salah satu member VIP di bar kami. Begitu juga dengan tuan choi na mo beserta teman nona choi.”
“ oh begitu baik lah terima kasih.”
“ baik tuan , saya permisi dulu.”
Setelah menanyakan kebenaran nya kepada salah seorang pelayan , Yoo in hwa kembali menghampiri choi ji ae.
“ apa masih tidak percaya? Sudah ayo kita pulang.” Sambil memegang tangan yoo in hwa.
__ADS_1
“ iya percaya, ya udah kamu mau pulang kemana?”
“ ke rumah.”
“ rumah mana ini?”
“ rumah kita lah, emang rumah siapa lagi.” Choi ji ae mulai berbicara ngelantur efek mabuk.
“ iya,iya rumah kita. Kamu kesini bawa mobil ?”
“ iya , itu ada diparkiran.”
“ ditinggalin disini aja gak papa kan?”
“ gak papa kok.”
“ ya udah besok biar sekretaris lee yang ambil.”
Yoo in hwa dan choi ji ae pulang kerumah yoo in hwa, sementara choi na mo yang mengantar han young rim tadi telah sampai di apartemen han young rim.
“ passwordnya berapa ?” Tanya choi na mo kepada han young rim .
“ tanggal lahir aku .”
“ ya berapa , mana aku tau kamu lahir tanggal berapa .”
“ 2002 .”
__ADS_1
Pintu apartemen pun terbuka, choi na mo yang masih merangkul han young rim membawa nya ke kamar han young rim untuk membaringkan nya di tempat tidur. Setelah han young rim tergeletak di tempat tidur choi na mo pun beranjak dari tempat tidur tersebut dan hendak pulang tiba-tiba han young rim duduk dan menarik tangan choi na mo, dia yang dalam pengaruh alkohol dengan spontan mencium bibir choi na mo. Karena choi na mo memang menyukai han young rim dia membalas ciuman dari han young rim, dan malam itu han young rim dan choi na mo melakukan hubungan yang bahkan tidak pernah terpikir oleh mereka sebelumnya.