Dream Land

Dream Land
Episode 15


__ADS_3

    Mereka langsung kemeja makan, choi ji ae pun Sambil dirangkul oleh ibu yoo in hwa karena terlalu senangnya. Disana sudah ada ayah yoo in hwa yang sudah duduk dan berdiri menyapa choi ji ae yang datang. Dan mereka menyantap hidangan yang sudah ada, sambil berbincang-bincang terlihat suasana yang hangat. Setelah mereka makan choi ji ae diajak ibu yoo in hwa kekamar  yoo in hwa sambil membawa sesuatu ditangannya.


    “ ma itu kenapa masuk ke kamar ku ?” yoo in hwa berusaha memberhentikan ibunya yang hendak masuk kekamarnya.


   “ ke kamar kamu.” Sambil berlalu mengabaikan yoo in hwa ibunya tetap masuk kekamarnya bersama choi ji ae.


   “ mama,,,ma jangan aneh-aneh deh kenapa bawa-bawa ji ae masuk kesana.”


    Choi ji ae disuruh duduk disofa yang ada dikamar yoo in hwa, dan tiba-tiba ibunya choi ji ae menyodorkan kotak perhiasan . choi ji ae membukanya dan dia melihat sebuah cincin dengan berlian hitam yang bisa dibilang tidak sembarang orang yang mempunyainya.


   “ maaf tante ini maksudnya apa?” choi ji ae yang kaget melihat cincin itu dia menanyakan maksud dari pemberian ibu yoo in hwa.


  “ ini buat kamu, dulunya cincin ini pemberian dari neneknya yoo in hwa waktu tante menikah dengan ayahnya yoo In hwa, jadi sekarang cincin ini tante kasih ke kamu karena kamu akan menikah dengan yoo in hwa jadi cincin ini  pindah ke kamu.”


  “ jangan sekarang tante, kan aku belum nikah sama yoo in hwa.”


  “ sudah kamu ambil aja, sekarang sama nanti sama aja yang pasti sekarang ini sudah jadi milik mu.”


  “ ya sudah kalau begitu tante, saya simpan cincinnya.” Dengan ragu choi ji ae menerima cincin itu dan menyimpan didalam tasnya.


  Choi ji ae pun pamit kepada ibu yoo in hwa untuk pulang karena sudah malam.

__ADS_1


    “ kalau begitu aku pamit pulang ya tante.”


    “ ya kok sudah pulang aja kamu nginap disini saja ya."


    " hehehe jangan deh tante."


    " ya sudah deh kalau gitu, kamu pulang dianterin yoo in hwa ya.”


  Mereka berdua meninggalkan kamar yoo in hwa.


   “ in hwa kamu anterin ji ae pulang ya.”


  “   iya ma.”


   “ tadi mama mu memberi ku ini.” Sambil mengeluarkan kotak cincin dari dalam tas nya.


  “ apa itu?”


Choi ji ae membuka kotak cincin itu, yoo in hwa yang melihatnya kaget dan berkata.


  “ ini cincin keluarga yang sudah turun temurun dan diberikan kepada menantu perempuan dikeluarga. Kenapa mama bisa kasih ke kamu.”

__ADS_1


  “ pakai nanya lagi ya menurut mama kamu , aku menantu satu-satunya. Tadi sudah aku tolak tapi mama kamu tetap memberinya.”


   “ ya sudah kamu simpan baik-baik saja.”


  “  baik.”  Choi ji ae kembali memasukan kotak cincin itu kedalam tas nya.


  Selama perjalanan mereka hanya diam setelah membahas pemberian cincin dari ibunya yoo in hwa.


Sesampainya didepan rumah choi ji ae, mobil yoo in hwa berhenti. Ketika choi ji ae hendak turun yoo in hwa berbicara kepadanya.


   “ ji ae besok kan hari minggu bagaimana kalau kita keluar.”  Sepertinya yoo in hwa mulai menyukai ji ae.


  “  aku tidak salah dengar kan ?” choi ji ae terkejut mendengar ajakan yoo in hwa.


  “ iya besok kita jalan, jam sepuluh aku jemput.”


  “ maksud kamu apa !!! jangan bilang kamu sudah setuju dengan pertunangan ini.  Bisa-bisanya kamu kepikiran mengajak kencan.”


  “ aku bukannya ngajak berkencan loh ya tapi jalan.”


  “ apa bedanya  sama aja itu, terimakasih sudah nganterin.” Sambil keluar dari mobil.

__ADS_1


  “ ingat besok aku jemput kamu jam sepuluh.” Yoo in hwa membuka kaca mobil ditempat choi ji ae duduk tadi sambil meneriakki kalau besok dia akan menjemput ji ae.


 Cho ji ae tidak memperdulikan apa yang diteriakki oleh yoo in hwa.


__ADS_2