Dream Land

Dream Land
Episode 12


__ADS_3

Sesampainya choi ji ae dikamar dia merebahkan badannya, air mata mengalir dipipinya dalam hatinya ada rasa sedih yang tidak terbendung karena sudah pasti dia tidak akan bisa bersama laki-laki yang ditunggunya selama ini, walaupun dia tidak pernah tau bagaimana laki-laki itu sekarang. Masih hidupkah!! Kalau pun masih hidup apa masih mengingatnya. Arghh,,, perasaan hatinya sekarang tidak karuan karena perjodohan ini.


    Tak terasa hari pertunangan merekapun tiba , sempat terpikir oleh yoo in hwa ingin kabur tapi dia terfikir perkataan mamanya. Satu persatu tamu-tamu penting berdatangan Nampak raut bahagia terpampang jelas diwajah kedua orang tua mereka masing-masing, sayang tidak begitu dengan wajah choi ji ae terlihat muram. Sedangkan yoo in hwa sibuk menghibur diri dengan mengobrol bersama teman-temannya yang datang.


   Acara pertunangan dimulai pembawa acarapun memanggil yoo in hwa dan choi ji ae untuk berdiri kedepan untuk melakukan pertukaran cincin. Yoo in hwa meninggalkan temannya dan berjalan menuju kedepan, sementara choi ji ae berat untuk melangkah kedepan sehingga pembawa acarapun memanggilnya berulang-ulang choi ji ae berpegang erat kepada han young rim sementara semua mata tertuju kepadanya, seakan bertanya ada apa gerangan yang terjadi sehingga choi ji ae tidak mau kedepan. Ibunya choi ji ae datang menghampirinya.


      “ ji ae kenapa kamu tidak kedapan, buruan kesana jangan bikin keluarga kita malu.” Sambil berbisik ibu choi ji ae menyuruh dia untuk maju kedepan.


     “ aku nggak mau ma.” Sambil memelas choi ji ae memohon kepada ibunya supaya pertunangan itu tidak pernah terjadi.


   Seperti apapun  choi ji ae memohon kepada ibunya, ibunya tidak memperdulikan choi ji ae dan tetap menyuruhnya untuk kedepan. Dengan berat hati choi ji ae melangkah kedepan untuk melangsungkan acara pertukaran cincinnya dengan yoo in hwa.

__ADS_1


  Semua orang yang hadir menyaksikan moment tersebut, ada sebagian dari tamu yang berkkata mereka sangat cocok yang satu cantik yang satu tampan dan sama- sama dari keluarga terpandang. Pertukaran cincinpun selesai,  tanpa sepengetahuan choi ji ae dan yoo in hwa mereka disuruh untuk berdansa.


Mereka berdua terkejut , semua orang yang ada disana memberikan tepuk tangan. Mau tidak mau mereka berdua harus berdansa.


     Merekapun mulai berdansa di bagian tengah diruangan itu, senyum palsu mereka perlihatkan seolah-olah itu hari bahagia mereka. Dengan sengaja choi ji ae menginjak kaki yoo in hwa, yoo in hwa yang tidak mau kalah memabalsa dengan mendekatkan choi ji ae kepelukannya dan mencium keningnya.


Choi ji ae yang terkejut dengan apa yang dilakukan yoo in hwa terdiam, dan segera menyudahi tariannya dengan yoo in hwa. Choi ji ae pergi menuju meja yang terhidang beberapa cemilan dan minum-minuman, ia mengambil segelas wine dan meminumnya  untuk menyegar kan badannya yang terasa panas.


   “ kamu apa-apaan tangan bisa dijauhin nggak.” Dengan suara pelan choi ji ae menyuruh agar yoo in hwa melepaskan tangannya dari pinggang ji ae.


   “ baiklah.” Sambil melemparkan senyum ke tamu undangan yang berada didekat mereka.

__ADS_1


    Yoo in hwa pergi dari tempat ji ae berada dan bergabung dengan tamu-tamu yang lain, choi na mo


datang menghampiri choi ji ae.


   “ cie yang sebentar lagi jadi jadi nyonya presdir world land.” Sambil mengejek choi ji ae.


   “ nyonya apanya, kak kamu aja ya yang nikah sama dia. Aku gak mau nikah sama dia.” Sambil merengek.


   “ gila kamu !!! masa aku yang disuruh nikah sama dia, ingat aku laki-laki sejati.”


   “ laki-laki sejati apanya !!! buktinya sampai sekarang kamu masih jomblo.”

__ADS_1


    Choi na mo pun pergi tidak memperdulikan omongan choi ji ae. Tanpa sengaja mata choi ji ae tertuju kepada yoo in hwa, dia melihat yoo in hwa berbicara sangat akrab dengan seorang  wanita.


__ADS_2