
Keesokkan harinya yo in hwa benar membuktikan perkataan nya tepat di jam yang sudah dijanjikan nya kemarin dia datang kerumah choi ji ae, sementara itu choi ji ae belum bangun tidur.
ibu choi ji ae yang membukakan pintu untuk yoo in hwa menyuruh yoo in hwa masuk dan menunggunya diruang tamu.
“ eh nak in hwa masuk dulu, ada apa ini pagi-pagi sudah datang.”
“ mau jemput ji ae tante.”
“ sudah janjian ? kok jam segini dia belum bangun ya.”
Ketika ibu choi ji ae berbincang dengan yoo in hwa, choi na mo keluar dari kamarnya tampak sudah rapi,
“ eh ada yoo in hwa, mau cari ji ae ?” sekedar basa-basi choi na mo menyapa yoo in hwa .
“ iya.”
“ masih tidur tuh anak, ma aku pergi dulu.” Sambil pamit ke ibunya.
“ nak in hwa kamu tunggu disini dulu ya, biar tante bangunin ji ae dulu.”
“ baik tante.”
“ biii bawa minuman buat nak yoo in hwa.” Menyuruh pembantunya menyuguhkan minuman untuk yoo in hwa, dan berjalan menuju lantai atas dimana kamar choi ji ae berada.
“ ji ae ( sambil membuka pintu kamar ji ae ) aduh bau apa ini, kamu semalam minum lagi ya?”
__ADS_1
“ apa sih ma, aku ngantuk juga.”
“ itu yoo in hwa ada dibawah.” Sambil membuka gorden jendela kamar choi ji ae.
“ maaaa, gorden nya jangan dibuka.”
“ buruan kamu bangun, jangan buat yoo in hwa lama menunggu.”
“ mama bohong kali.”
“ bohong apanya lihat aja kebawa sana.”
“ jadi dia benar-benar datang.”
Choi ji ae bangun dari tempat tidurnya, dan mengambil handphone yang berada disampin bantal tidurnya.
“ lah ini orang ngapain nelpon malam-malam berkali-kali gini.”
Choi ji ae berdiri dan menuju kamar mandi, setelah beberapa saat choi ji ae turun kebawah. Yoo in hwa yang melihat penampilan lain dari choi ji ae terpukau dan terdiam hari itu choi ji ae hanya berpakaian santai dengan turtleneck dan diluarnya long coat serta memakai celana jeans serta sneakers. Dan rambut panjang yang biasanya terurai sekarang diikatnya.
“ mau pergi kemana ?” sembari menghampiri yoo in hwa.
“ terserah kamu mau kemana.”
“ lah kok terserah yang ngajak keluar kamu juga, kalau nanya aku ya udah kita ke taman hiburan aja.”
__ADS_1
“ boleh.”
Mereka pun pamit kepada ibu choi ji ae dan masuk kedalam mobil, mobilpun melaju ke taman hiburan dream land.
Disana mereka selayaknya pengunjung biasa masuk dan mengambil tiket, choi ji ae tidak mau
diperlakukan khusus. Walaupun para pegawai memberi dia perlakuan khusus dia menolaknya apalagi disana juga ada pimpinan tertinggi yaitu yoo in hwa.
Setelah mendapatkan tiket masuk Choi ji ae dan yoo in hwa masuk dan ingin mencoba beberapa wahana permainan yang ada di taman hiburan tersebut. Kedekatan diantara mereka mulai terlihat bak sepasang kekasih, mereka pun melewati jembatan dimana tempat pertama kali mereka bertemu waktu kecil mereka sama-sama terhenti.
“ kenapa kamu berhenti, ada apa ?” Tanya yoo in hwa kepada choi ji ae.
“ nggak , masih ada wahana yang mau kamu coba lagi.” Choi ji ae tidak mau memberitahu yoo in hwa kenapa dia berhenti dijembatan itu dan mengalihkan pembicaraan.
“ tidak ada, ini sudah jam makan siang apa kamu tidak lapar ?”
“ belum, memang kamu sudah ?”
“ mau mampir kerumah ku ?”
“ ngapain !!!”
“ aku masakin makan siang buat kamu.”
“ ehm boleh.”
__ADS_1