Dream Land

Dream Land
Episode 9


__ADS_3

 Setelah mengelilingi semua area taman hiburan dream land, rasa penasaran bagaimana keadaan gadis kecil yang ditemuinya itu. Dan ia ingat kalau kalung yang ditemukannya dibandara itu sama persis dengan kalung yang dipakai teman kecilnya itu, yoo in hwa langsung mengenal kalung tersebut karena kalung tersebut seperti didesain khusus dengan liontin bergambar carousel (komedi putar). Yoo in hwa mengeluarkan kalung tersebut dari sakunya karena ia selalu membawa kalung tersebut kemanapun dia pergi, karena merasa dekat dengan pemilik kalung tersebut. Sekretaris lee pun menghampiri yoo in hwa.


  “ bagaimana tuan sudah selesai?”


  “ belum, kita balik kekantor saja.”


  “ baik tuan.”


  Yoo in hwa dan sekretaris lee kembali kekantor .


     Hari sabtupun tiba , mama yoo in hwa mencoba mengingatkan dia dengan menelponnya.


  “ halo ma, ada apa?”


  “ jangan bilang kamu masih tidur!!”


  “ ia aku masih tidur, ada apa emang ma?”


  “ tuh pake nanya segala, kamu udah janji kan sama mama mau nemenin mama ketemu calon yang mama jodohin buat kamu.”


 “ gak usah aja ya ma.”

__ADS_1


 “ apaan yang nggak ! sebelum jam satu kamu udah ada direstoran jihwaja. Mama tunggu kamu disana.”


 “ iya aku datang.”


Dengan nada lesu yoo in hwa berusaha menuruti keinginan ibunya.


  Selang beberapa waktu yoo in hwa tiba di restoran jihwaja dan memarkirkan mobilnya, ketika dia turun dari mobil dia bertemu dengan choi ji ae. Yoo in hwa memalingkan wajahnya seakan tidak melihat choi ji ae, begitupun dengan choi ji ae meskipun dia melihat seorang presdir didepannya dia tidak mau menegur duluan karena tidak mau terulang lagi seperti kejadian di taman hiburan beberapa hari yang lalu.


 Choi ji ae berjalan tepat dibelakang yoo in hwa, yoo in hwa yang merasa diikuti langsung memalingkan badan dan bertanya kenapa choi ji ae mengikutinya.


    “ kamu ngikutin saya?”


   “ iya saya bicara sama kamu, emang saya mau bicara sama siapa lagi.”


   “ wah jangan kepedean gitu pak, buat apa saya ngikutin bapak emang saya penguntit apa.”


  “ siapa tau iya, lihat aja dimana-mana pasti bertemu kamu.”


    Perselisihan antara mereka cukup mencuri perhatian pengunjung yang ada didalam restoran, dan membuat ibu yoo in hwa dan ibu choi ji ae yang sudah datang duluan melihat mereka bertengkar memanggil anaknya masing-masing.


   “ in hwa sini.”

__ADS_1


   “ ji ae kamu kesini juga.”


  Kedua ibu itu berusaha memanggil anaknya masing-masing, yoo in hwa dan chooi ji ae menuju


kemeja dimana ibu mereka sudah duduk. Menuju arah yang sama choi ji ae dan yoo in hwa kembali dibuat terkejut.


  “ jadi maksud mama cewek baik-baik yang mau dijodohin itu dia?” Tanya yoo in hwa yang kaget karena


cewek yang dimaksud ibunya itu adalah choi ji ae.


  “ iya, kenapa emangnya???  toh kelihatannya kalian sudah saling kenal.”


  “ dia cewek liar mah gak ada sopan-sopannya, masa dia gak punya tatakrama saat bicara dengan aku padahal dia tau aku pimpinannya.”’


  “ maaf saya paham maksud anda, anda pikir saya mau juga gitu dijodohin dengan anda !! anda salah besar. Anda dengar ya, mama ,tante saya tidak mau dijodohkan dengan presdir yoo in hwa yang terhormat ini.” Choi ji ae menyela pembicaraan yoo in hwa dan berdiri dari kursi seakan ingin pergi meninggalkan tempat itu.


     Ibu choi ji ae manarik tangan ji ae dan mengisyaratkan untuk duduk kembali dikursinya. choi ji ae pun mengikuti perintah ibunya dan duduk kembali dikursinya.


    “ maaf nyonya park atas perkataan ji ae kepada nak yoo in hwa.”


    “ tidak apa-apa nyonya song memang yang dikatakan ji ae ada benarnya juga. Perjodohan ini tetap kita lanjutkan karena Cuma ji ae pasangan yang tepat mendampingi yoo in hwa”

__ADS_1


__ADS_2