
Merekapun meninggalkan taman hiburan dan menuju kerumah yoo in hwa, setibanya didepan rumah yoo in hwa terlihat perkarangan rumah yang cukup luas karena disana
memang salah satu tempat kawasan elit. Choi ji ae yang melihat itu sangat takjub karena dia tinggal dirumah yang sangat besar itu sendirian.
“ ayo turun.” Yoo in hwa mempersilahkan choi ji ae turun.
“ oh,iya .”
Merekapun turun dari mobil yoo in hwa membuka pintunya memasukkan beberapa digit password , tak berselang lama pintu pun terbuka. Mereka berdua masuk kerumah yoo in hwa.
“ kamu duduk dulu disini, aku langsung kedapur untuk memasak makan siang.”
“ aku ikut bantuin ya.”
Choi ji ae menawarkan diri untuk membantu yoo in hwa memasak dan dia melepaskan loang coat nya dan meletakkan nya diatas kursi yang berada diruang tamu dia berjalan mengikuti yoo in hwa ke dapur dari belakang.
“ bagaimana kalau siang ini kita makan pasta.”
“ boleh.”
Yoo in hwa menyiapkan semua bahan-bahan untuk memasak pasta, dan choi ji ae membantu sedikit-sedikit. Beberapa saat kemudian pasta yang mereka masak pun telah jadi dan siap untuk disantap mereka membawanya kemeja makan.
“ oh ia, kamu tinggal disini sendiri.” Tanya choi ji ae dan memulai pembicaraan.
“ ia, tapi ada yang bersih-bersih Cuma nggak tinggal disini.” Sembari menuangkan wine ke gelas ji ae.
__ADS_1
“ kenapa nggak tinggal bareng orang tua mu.”
“ gak tau malas aja, mungkin sudah terbiasa tinggal sendiri di amerika.”
“ biar bebas gitu ya.”
“ bebas yang kamu maksud, yang bagaimana ?”
“ ah masa anak gaul amerika gak paham sih.”
“ oh bawa wanita kerumah begitu, jujur aja kamu wanita pertama kali yang aku bawa masuk kedalam rumah ini.”
“ ya siapa tau kan.” Sambil meninggi kan pundak.
“ hahaha mungkin aku memang nakal tapi aku tidak sebegitu murahnya, percaya gak percaya aku belum pernah tidur dengan wanita.”
“ hahaha gak mungkin lah aku masih suka wanita, buktinya sekarang. otodidak, karena di amerika aku tinggal sendiri ya aku dituntut harus bisa masak kan.”
“ maksudnya sekarang ? kenapa nggak makan diluar gitu .”
“ nggak, setiap hari makan diluar juga bosen, ada satu waktu kangen masakan rumah.”
Dari ucapan yoo in hwa, choi ji ae menemukan sisi lain dari yoo in hwa yang sering terlihat sombong dan arogan.
“ oh begitu, selama di amerika hanya kuliah atau bagaimana .”
__ADS_1
“ tidak disana aku juga sering kekantor world land yang di amerika, kamu sendiri kenapa bisa mau bekerja di dream land.”
“ gak papa kebetulan aja dapat kerja disana.” cjoi ji ae tidak mau memberitahu alasannya bekerja di dream land.
Setelah berbincang-bincang choi ji ae ingin langsung pulang, tapi diluar turun salju yang lebat sangat berbahaya kalau berkendaraan di tengah badai salju. Sementara dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul delapan malam.
“ bagaimana ini sudah malam aku mau pulang .”
“ kamu disini dulu saja jalan banyak yang ditutup .”
“ trus aku mau bilang apa ke mama , gak mungkin kan aku bilang dirumah kamu !!!”
“ kalau begitu biar aku yang nelfon mama kamu, sini bagi nomor telfonnya”
Yoo in hwa mengambil handphonenya dan menghubungi ibunya choi ji ae.
“ hallo.”
“ tante ini aku yoo in hwa.”
“ ia ada apa nak in hwa? Ji ae tadi masih sama kamu kan ?”
“ masih tante, aku nelfon Cuma mau bilang ji ae mungkin pulang telat soalnya diluar turun badai salju jalan-jalan banyak yang ditutup tante .”
“ barusan tante juga lihat berita, ya udah gak papa tante titip ji ae yah .”
__ADS_1
“ baik tante , selamat malam.”