
“ kenapa harus dibahas sekarang mah, bukan nya masih lama .”
“ waktu nya mama majuin.”
“ kapan emang ?”
“ sudah jangan banyak Tanya lagi, sebelum makan siang kamu udah nyampe sekalian kita makan siang bersama.”
“ iya.”
Setelah telfon dimatikan choi ji ae menanyakan kepada yoo in hwa apa yang dibicarakan dengan ibunya.
“ mama kamu bilang apa ?”
“ kamu dan aku disuruh kerumah .”
“ ngapain ?”
“ membicarakan tentang pernikahan .”
“ nikahan siapa ?”
“ nikahan kita.”
“ gak tau mama bilang di percepat, abis ini kita langsung kerumah mama.”
__ADS_1
“ baiklah.”
Setelah menerima telfon dari ibu yoo in hwa mereka menyudahi sarapan, dan langsung menuju rumah orang tua yoo in hwa. Satu jam kemudian mereka sudah sampai dirumah orang tua yoo in hwa, setelah memarkirkan mobil yoo in hwa dan choi ji ae masuk. di dalam rumah sudah ada ke dua orang tua choi ji ae dan ke dua orang tua yoo in hwa.
“ berhubungan anak-anak kita sudah datang bagaimana kalau kita langsung makan siang saja kebetulan sudah waktunya makan siang.” Ajak ibu yoo in hwa.
“ ya udah ayo.” Sahut ibu choi ji ae.
Mereka pun berjalan menuju ruang makan, dan duduk. Mereka larut menikmati hidangan yang telah tersedia. Sampai akhirnya mereka selesai makan, ibu yoo in hwa kembali memulai pembicaraan karena melihat semua nya sudah selesai makan.
“ baiklah karena semua sudah selesai makan nya, mari kita lanjutkan membahas tentang pernikahan yoo in hwa dan choi ji ae. Karena kita sebagai orang tua sudah sepakat akan melangsungkan nya dua minggu lagi tepat pada ulang tahun choi ji ae.”
“ baiklah, semua aku serahin ke mamah. Mamah yang atur semua nya deh.” Ungkap yoo in hwa.
“ tenang semua sudah mamah dan mamah nya ji ae sudah persiapkan jadi besok kamu dan ji ae datang saja langsung ke butik desainer wang. Mamah sudah buat janji dengan nya.”
“ sudah serahin ke sekretaris lee toh semua klien juga sudah mengenal baik sekretaris lee.”
“ ya kalau mau mamah seperti itu aku ngikut aja.”
“ bagaimana kalau kamu ji ae, besok bisa kan ?”
“ bisa kok tante.”
“ ya sudah berarti semua nya sudah beres. Yang lain nya biar kami para orang tua yang melakukannya.”
__ADS_1
“ kalau begitu aku boleh usul gak tante?”
“ iya boleh,kamu mau usul apa sayang ?”
“ kalau bisa aku ingin resepsi nya di adakan di hotel shilla.”
“ lah ( kaget ) kok kita bisa punya pemikiran yang sama, tante juga sudah memesan nya.”
“ berarti semuanya sudah hampir siap tan?”
“ iya jadi kalian tinggal beres nya aja.”
Setelah semua pembahasan selesai yoo in hwa mengajak choi ji ae ke kamar nya, Yoo in hwa dan choi ji ae masuk ke kamar nya, di kamar yang tampak luas dengan nuansa klasik choi ji ae duduk di salah satu sofa yang menghadap ke jendela dengan di samping nya ada meja kecil. Diatas meja tersebut terdapat satu bingkai foto, di foto tersebut terlihat seorang anak kecil yang sedang berfoto di taman hiburan. Choi ji ae mengambil foto tersebut dan melihatnya , dan menanyakan siapa anak kecil yang ada di foto tersebut kepada yoo in hwa.
“ ini kamu ?” Tanya ji ae.
“ iya, kenapa imut ya ?”
“ gak ada imut-imutnya kamu, Cuma,,,”
“ Cuma apa?”
“ gak tau deh kayak pernah liat aja .”
“ wajah aku gak sepasaran itu .” sambil berjalan ke kulkas sambil mengambil minuman untuk ji ae.
__ADS_1
Diam-diam choi ji ae mengeluarkan ponsel nya dan memfoto, foto yoo in hwa waktu kecil.