Dream Land

Dream Land
Episode 5


__ADS_3

  “ ya sepertinya begitu, bagaimana kalau sekarang kamu mau jadi pacar ku?.”


  “ hahaha, jawaban aku masih sama kita lebih nyaman berteman dari pada hubungan yang lebih.”


  “ apa kamu masih menunggu laki-laki yang sudah berjanji dimasa kecil mu itu, nanti yang ada kamu  capek-capek nunggu dia udah nikah atau udah meninggal.”


  “ nggak aku yakin dia masih hidup, beberapa hari ini seolah-olah aku bertemu dia.”


  “ bertemu bagaimana emang kamu masih ingat wajahnya? , kalaupun ingat yang pasti wajah kecil dan dewasanya pasti beda kan.”


 “ iya juga, tapi gak tau kenapa firasat aja kali seolah aku benar ngelihat dia.”


 “ semoga aja benar dia, supaya apa yang kamu tunggu selama ini gak sia-sia.”


 “ oh iya aku mau cerita nih, hari ini aku benar-benar dibuat kesal sama seseorang.”


 “ jiah,dibikin kesal kenapa coba? cerita sama aku.”


 “ gini kan taman hiburan dream land cabang hongkong  pembangunannya hampir  selesai  otomatis pas peresmiannya bukan aku saja dong yang menghadirinya. Mesti dihadiri oleh presdirnya, jadi aku tadi temui dia.”


 “ lah terus yang bikin kesalnya apa coba?”


 “ yah kan gini presdir yang sekarang baru menjabat beberapa hari, karena presdir yang lama sudah pensiun jadi diserahin ke anaknya. Yang anehnya gimana coba dia gak ngerti sama sekali tentang  dream land.”

__ADS_1


“ namanya orang baru ya gak mungkin langsung tau semuanya , kamu bisa mengerti juga lah.emang kapan peresmiannya?.”


“ gak beberapa bulan lagi.”


“ masih ada waktu itu buat dia mempelajair tentang dream land, sebelum waktu peresmiannya.”


“ iya, tapi bagaimana udah keburu bikin aku kesal duluan tu orang. Gak peduli aku dia presdir dari world land, dia gak boleh juga memandang dream land sebelah mata.”


“ memang kenapa sampai segitunya kamu ingin bekerja di dream land bahkan sekarang menjabat sebagai direktur disana.”


“ kan sudah pernah aku bilang kalau aku bertemu dengan anak laki-laki itu disana, ketika aku terpisah dari orang tuaku ketika kesana. Cuma dia yang menghibur aku dan menemani ku, sampai aku bertemu orang tuaku.”


“ok aku paham, jadi kamu memutuskan untuk bekerja didream land berharap suatu saat bisa bertemu dia lagi.”


   Merekapun melanjutkan makan , dan sesudah makanan mereka habis tiba-tiba bibi yang punya restoran datang menghampiri meja mereka.


 “ Ji ae dan hyo min kalian masih bersama ?” Tanya bibi tersebut.


 “ iya kami masih bersama.” Jawab shin hyo min


 “ wah sudah lama juga ya kalian pacaran , jangan-jangan sekarng sudah menikah ya?.”


“ bukan bi, hubungan kami selama ini bukan pacaran atau pun menikah. Selama ini kami hanya berteman.”  Choi ji ae, langsung membantah dan menjelaskan hubungannya dengan shin hyo min kepada bibi yang punya restoran.

__ADS_1


“ saya pikir kalian selama ini pacaran, haduh sayang sekali padahal kalian serasi bangat loh.”


“ tuh ji ae, bibi aja bilang kalau kita cocok. Bagaimana kalau iya besok aku langsung melamar kamu?.” Seolah dapat dukungan hyo min pun bersemangat.


“ apaan sih kamu.” Sambil memukul shin hyo min dengan tasnya.


“ iya-iya becanda kok.” Sambil mengelus tangannya yang kena pukul .


“ ya udah bi,semuanya jadi berapa ?.” ji ae mengeluarkan dompet dari tasnya.


“ eh biar aku aja yang bayar.” Hyo min menepis tangan ji ae yang akan membayar tagihan makanan mereka.


“ udah biar aku aja, anggap saja ini sebagai penyambutan. Tapi lain kali kamu yang traktir aku.”


“  ok, itu pasti.”


“ kamu kesini sama apa? Bawa mobil , kalau nggak bareng aku aja.”


“ iya tadi bawa mobil, kapan-kapan aku mampir ke kantor kamu deh.”


“ boleh banget  yang penting kamu telpon aku dulu , kalau mau mampir. Takutnya aku nggak ada dikantor.”


“ siap bu direktur.” Sambil memberi hormat.

__ADS_1


“ apaan sih kamu.” Ji ae menurunkan tangan shin hyo min yang memberi hormat kepadanya.


__ADS_2