
Handphone choi ji ae berdering dilayar handphone nya ada panggilan telfon masuk dari nomor yang
tidak diketahui nya, choi ji ae mengangkat panggilan tersebut dan mananyakan siapa yang ada disebrang telfon tersebuut.
“ hallo, maaf ini siapa ?”
“ aku ( dengan nada jutek), kamu dimana?”
“ iya siapa ? soalnya nomornya tidak ada dikontak telfon saya.” Choi ji ae masih tidak mengetahui siapa yang menelponnya.
“ yoo in hwa, kamu lagi dimana sekarang ?”
“ nah ada apa gerangan? Dapat dari mana nomor aku?”
“ udah jangan banyak Tanya, sekarang kamu dimana tinggal jawab aja.”
“ masih dikantor, kenapa?”
“ mama suruh kamu kesini, mau datang sendiri apa aku jemput.”
“ baik aku akan kesana, kalau kamu bisa jemput ya malah lebih bagus lagian mobil ku juga lagi dibengkel.”
__ADS_1
“ ya udah aku jemput sekarang.”
Terlihat mamanya senyum karena dia sudah membuat yoo in hwa dan choi ji ae dekat.
Choi ji ae memanggil han young rim keruangannya, untuk memberi tahu kalau dia akan pulang cepat.
“ iya ada apa buk ?”
“ young rim hari ini aku bakal pulang cepat, kalau masih ada jadwal yang lain kamu tolong cancel saja karena ada urusan penting.”
“ baik buk.”
“ maaf han young rim, choi ji ae ada didalam tidak ?”
“ oh ada pak, langsung masuk aja.”
Han young rim langsung berfikir kalau urusan penting yang dimaksud choi ji ae tadi adalah ini.
choi ji ae terkejut dengan kedatang yoo in hwa kedalam ruangannya, yoo in hwa melihat disetiap sudut ruangan kantor choi ji ae dan pandangannya terhenti disatu lukisan bergambar corusel, persis seperti liontin yang ada dikalung yang dia temukan dibandara.
“ Apa ini mungkin kebetulan mirip , ah sudah lah gak mungkin dia.” Gumam in hwa didalam hatinya.
__ADS_1
“ kenapa tidak menelfon kalau sudah sampai, tidak perlu menjemput sampai keruangan segala.”
“ jangan kegeeran dulu, ya udah buruan !! mama nagajak makan malam dirumah.”
“ ya udah ayuk jalan.”
Mereka berdua berjalan beriringan meninggalkan ruangan kantor choi ji ae, semua karyawan disana melihat mereka berjalan . Karena mereka benar-benar terlihat sangat cocok sebagai pasangan.
“ btw kamu dapat nomor aku darimana?”
“ sekretaris lee.”
“ oh begitu, kenapa mama kamu bisa kepikiran untuk mengajak makan malam.”
“ gak tau juga, mungkin memastikan hubungan antara kita.”
“ kamu tau kan aku gak pernah setuju dengan perjodohan ini begitu juga dengan kamu. Apa mungkin ini bisa dilanjutkan ke pernikahan !!!.”
“ arghhh gak tau juga, jalani saja dulu bagaimana baiknya.” Yoo in hwa tidak tau mau menjawab apa tentang hubungan mereka.
Akhirnya mereka sampai dirumah orang tua yoo in hwa,kedatangan choi ji ae disambut hangat oleh ibu yoo in hwa. Dia langsung memeluk calon mantunya tersebut dan mencium pipi kanan dan kiri choi ji ae.
__ADS_1