
“ ehm ya udah aku tidur tempat kamu .”
“ perlu izin mama kamu lagi ?”
“ gak usah palingan juga dikasih izin .” choi ji ae sudah mulai membuka hati sepenuhnya untuk yoo in hwa.
Setelah menikmati makan malam itu, mereka langsung menuju rumah yoo in hwa. Ketika masuk kerumah tepat didepan pintu yoo in hwa mencoba merangkul choi ji ae. Akhirnya choi ji ae berada dalam pelukkan nya, yoo in hwa hendak mencium choi ji ae namun choi ji ae memalingkan mukanya.
Yoo in hwa pun tidak mau memaksa choi ji ae, suasana pun mulai terasa agak canggung karena penolakkan yang dilakukan choi ji ae. Seolah apa yang mereka lakukan serba salah.
“ kamu mau langsung tidur ?” Tanya yoo in hwa kepada ji ae.
__ADS_1
“ kenapa emangnya, kamu udah ngantuk ?”
“ kalau kamu mau tidur langsung ke kamar aku aja , nanti biar aku tidur diluar.”
Yoo in hwa meninggalkan choi ji ae dan pergi keluar kamar, dia pun tertidur disofa. Choi ji ae yang berada didalam kamar tidak bisa tidur merasa bersalah atas penolakkan tadi. Dia beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar untuk melihat yoo in hwa apa sudah tidur atau belum. Choi ji ae mendapati yoo in hwa sudah tertidur pulas di sofa, dia mendekati yoo in hwa serta menyelimutinya dan choi ji ae memandangi yoo in hwa yang tidur. Tiba-tiba yoo in hwa bangun dan melihat choi ji ae ada dihadapan nya, choi ji ae yang melihat yoo in hwa bangun hendak beranjak dari situ . yoo in hwa menarik choi ji ae sehingga jatuh dipelukkannya , dia pun mencoba untuk mencium ji ae sekali lagi kali ini tanpa ada penolakkan darinya. Dan malam itu ciuman pertama ji ae berhasil didapati oleh yoo in hwa, mereka yang terhanyut oleh suasana hingga akhirnya melakukan hubungan yang lebih jauh yoo in hwa menggendong ji ae kedalam kamarnya.
Mereka menikmati malam tersebut dengan penuh cinta diantara mereka, pagi harinya yoo in hwa yang
“ selamat pagi ucap ji ae .” sambil memeluk yoo in hwa.
“ selamat pagi juga sayang .” yoo in hwa membalas pelukkan ji ae dengan erat.
__ADS_1
Pagi itu mereka hanya bermalas-malasan ditempat tidur, karena hari minggu jadi yoo in hwa dan choi ji ae sama-sama tidak bekerja. Yoo in hwa bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi, setalah keluar dari kamar mandi yoo in hwa bertanya kepada ji ae ingin sarapan apa pagi itu.
“ kamu mau sarapan apa pagi ini ?”
“ omelet saja .”
“ baiklah, kamu mandi sana. Kalau mau ganti baju ambil saja baju aku yang pas buat kamu di lemari .” yoo in hwa keluar dari kamar dan menuju dapur untuk memasak sarapan.
Sementara ji ae pergi ke kamar mandi untuk mandi, setelah mandi ia mengambil baju ganti dilemari yoo in hwa. Tanpa sengaja dia melihat kalung yang sama persis dengan miliknya berada dilemari khusus koleksi jam tangan yoo in hwa, dia menyadari keberadaan kalungnya tidak ada. Terakhir kali dia memakai kalung tersebut ketika pulang dari hongkong beberapa bulan yang lalu setelah itu dia tidak menyadari dimana kalungnya. Kalau ini kalung yang berbeda dengan miliknya tidak mungkin karena kalung itu satu-satunya yang ada didunia ini karena kalung tersebut khusus dipesan oleh ibunya untuk hadiah ulang tahunnya yang ke 5.
Choi ji se mengambil kalung tersebut, dan hendak menanyakan kepada yoo in hwa tentang siapa pemilik kalung tersebut.
__ADS_1