
Matahari Sudah Menampakkan sinarnya, namun Seorang gadis masih meringkuk di bawah selimutnya. Merasa sedang datang tamu istimewa, ia masih mendekap guling di kasurnya.
kicauan burung sudah terdengar sejak tadi, aroma wangi dapur pun menyebar sampai ke kamar gadis itu.
"Safira ayo bangun, mentang-mentang haid ya, ayok bangun kalo nga ibu gelitikin nih , satu,, dua,, tiii" ibu Rani menjulurkan tangannya mendekati Safira.
"hahahaha ibuu ampunnn, iya Ira bangun , "
"tigaaa, hayooo kamu mau lari kemana, hayooo" ibu naik keatas. kasur dan mulai menangkap Ira.
"yeyeyeye ga kena ga kena, huuuuu ibu kalahhh," sambil meragakn tangan jempol ke bawah 👎 dan langsung masuk kekamar mandi.
"Ira setelah mandi langsung makan ya nak, ibu tunggu"
"siap nyonya" ujar Ira dibilik kamar mandi
"Ira, Ira kamu ini gapernah berubah," batin bu Rani
__ADS_1
beberapa menit kemudian.
*Ibu, nanti Ira mau ke restoran dulu. mau liat-liat kondisi resto, sekalian mau ketemu sama ana"
"iya, nanti ibu ada jadwal di RS , kayanya ibu pulang malem lagi deh , kamu jangan telat pulang kerumah ya, jangan pulng sampe larut malem" ujar bu Rani
"siap nyonya, eh Bu kapan ayah sama bang Abir pulang" tanya Ira, padahal di mulutnya penuh dengan nasi.
"heh sudah berapa kali ibu bilang, kalo lagi makan itu makan dulu, baru ngomong, nanti keselek mau kamu, ibu juga yang repot" ucap Bu Rani sambil menyodorkan teh hangat untuk Ira
"hehehe, lupa saya bu, yaudah kapan bu?"
"oh gitu," Ira hanya manggut-manggut dan menyelesaikan sarapannya
"Ira sayang, nanti kamu beliin ibu kue bolu di tempat mamanya temen kamu ya si ana itu" pinta Bu Rani
"iya Bu, nanti aku sempetin mampir kesitu, soalnya kan agak jauh ya dari restoran aku" kata Ira.
__ADS_1
"yaudah deh, Ira mau berangkat dulu," beranjak dan menyalami ibu nya
"hmmm hati-hati dijalan , jangan ngebut, baca doa , lihat-lihat dijalan , kalo banyak anak kecil tiba-tiba nongol", tapi kalo ada cowok ganteng kamu Pepet aja, siapa tau berakhir masa jomblo mu, hahaha" ibu Rani panjang lebar ceramahnya, alias sambil nyindir Ira yang masih betah jomblo
"hmmm, iya ibuku tersayang, anakmu ini akan mengikuti peraturan dijalan, masalah jomblo atau tidak itu nanti, bang abir aja belum nikah, jdi ibu tenang aja" ujr Ira
"tenang gimana, orang temen-temen ibu, udah banyak Lo yang nimang cucu, lah ibu nimang alat-alat rumah sakit"sedih Bu Rani, dan Ira langsung merangkul ibunya
"maafin Ira ya Bu, masalah jodoh kita ga akan tau kapan, Ira juga mau ko buat ibu bahagia, apalagi ibu ngeharap nimang cucu dari aku dan bang Abir, tapi ini masalah waktu, doain ya Bu semoga aku sama bang Abir cepet dapet jodoh" ujr Ira.
"iya sayang. udah ayok kita berangkat, ibu udah telat"
Bu Rani kekamar mengambil keperluan nya dikamar, sedangkan Ira sudah melaju menuju restoran dengan mobil kesayangannya. dengan hati-hati Ira mengemudikan mobilnya, karna itu mobil hadiah dari ayahnya, ia sangat menyayangi mobilnya,
kek begini mobilnya Safira, atau Ira.
__ADS_1
jangan lupa mampir ya guys, bantu support aku ya, biar bisa masuk ringking di novel. semoga aja. happy reading