
Setelah Bu Rani memutuskan untuk berhenti bekerja di RS, ia lebih banyak meluangkan waktu untuk beristirahat, ia juga sering ke restoran Safira hanya untuk sekedar melihat kondisi disana.ia juga sudah terlihat lebih baik, mang Asep pun sudah kembali bekerja seperti semula.
Bu Rani duduk di bangku taman belakang rumah, ia melamun memikirkan hasratnya yang ingin menimang cucu. umurnya yang sudah seharusnya mempunyai seorang cucu malah belum di amanahi tuhan memilikinya.
"emm permisi nyonya, kok melamun?" tanya bik Marni yang datang membawa teko teh dan kue kering
"eh bibi, duduk bik, temani saya disini,sepi anak-anak pada kerja, papanya Safira juga kerja, lah saya udah resign dari kerjaan, jadinya nganggur deh" ujarnya sambil menyesap secangkir teh hangat
"begitulah nyonya seharusnya dirumah, toh yang mencari nafkah itu kan suami. nyonya juga sudah seharusnya istirahat. masalah anak-anak mereka punya jalannya masing-masing. ya Wajar kalo nyonya merasa kesepian, karena sebelumnya terbiasa di tempat yang ramai" ia duduk disamping Bu Rani sambil mengamati taman yang cukup luas, dan disebalahnya terdapat kolam ikan.
"saya pengin banget ngerasain yang namanya punya cucu, kapan ya bik?"Bu Rani nampak sedih jika membahas masalah cucu, ia sering melihat teman-teman seusianya yang mempunyai anak bujang sudah menikah,dan mempunyai anak.
ia sering melihat betapa bahagianya mereka dikerumuni anak cucu, ia hanya bisa berdoa semoga anak-anaknya cepat ditemukan jodohnya, termasuk Kabir anak sulungnya.
_____________________________
"assalamualaikum " Kirana masuk dan langsung mendudukkan pantatnya ke sofa diruangan Safira, ia celingak-celinguk mencari Safira namun tak menjumpai nya. akhirnya iya duduk sambil memakan cemilan yg ada di atas meja sembari menunggu pemilik resto itu datang.
selang beberapa waktu kemudian.
huhh capek jugak.gumam Safira, namun masih bisa didengar oleh kirana.dan ketika ia melihat ke arah sofa betapa terkejutnya ia mendapati Kirana yang duduk manis dan menampakkan deretan gigi behel kepada dirinya.
__ADS_1
"Allahuakbar" pekik Safira
"ngapa lu, kek liat setan aja" ujr Kirana yang masih asik mengunyah cemilan.
"busettt itu udah toples keberapa neng, main makan aja" Safira geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.
"hee sorry Bu bos, habisnya lu lama bener dah, kemana sih ditungguin juga"
"tadi habis dari dapur, biasa liatin anak buah, ah kaya ga tau kerjaan gue aja lu, ngiming-ngiming tumben lu kesini , ga ke toko lu?" Safira duduk dan ikut memakan kacang yang dapat ditangani Kirana.
"males gue, eh Lo tau gak, gue lagi happy nih" Kirana terlihat bersemangat saat itu.
"gue mau dilamar" ia mengucapkan dengan bangga
"heleh paling juga ngayal lu, udahlah gausah sering menghayal dilamar Ama orang" ia tau Kirana itu sering banget bilang mau dilamar, tapi cuma menghayal. atau kalo gak ada yang melamar namun tak berani menemui ortunya Kirana , jadi Safira mengira ia hanya mengibul.
"nah ini itu gak ngayal Ira sayang, ini itu beneran. ntar kalo dia udah selesai kerja disana dia bakalan datang nemuin ortu gue" Kirana semakin membanggakan diri.
"ah yang bener, emng orang mana? orang sini jugak? kok nunggu selesai kerja?" Safira makin penasaran dengan pria yang sudah berhasil masuk kehati sahabatnya ini .
"beneran sayang, orang sumedang, ya ngumpulin duit lah buat nikahin gue"
__ADS_1
"jauh bener neng, gue doain deh biar lu emang kejodoh Sama tu orang" Safira memang tak percaya tapi ia tetap beroda yang terbaik untuk sahabatnya itu.
" eh ganteng gak orangnya? kenalin dong ke gue" pinta Ira
"heh gamau gue, ntar lu Pepet lagi calon laki gue" ujarnya seperti tak terima dengan ucapan Safira
"kamu jangan solimih, gue gak gitu juga kali, gue gak bakalan nikung temen sendir" Safira membela diri merasa Kirana terancam dengan ucapannya tadi.
"gue tu posesif kalo masalah dia, dia itu spesial deh buat gue, gue gamau kenalin sama Lo, secara Lo kan lebih cantik nie dari gue, terus kalo dia ngelirik elo, lah gue ditinggal kan berabe" Kirana membayangkan hal yang tidak-tidak.
" jadi sekarang Lo ngakuin nih kalo gue lebih cantik dari lo"?" goda Safira
"ya harus gue akui, kalau Lo itu cantik lebih dari gue, pokonya gue percaya sama Lo kalo Lo gabakal ngerebut punya gue" ujar nya penuh dengan pengawasan
"iya beb tenang aja, tapi pas nikahnya sama gua,berarti bukan salah gue dong, itu namanya biar pun Lo pacarnya tapi kalo gue jodohnya lu bisa apaa" ujarnya sambil tersenyum
"ish Lo kok gitu, udah deh , Lo kan cantik tuh banyak cowo yang mau sama Lo, jangan punya gue deh, susah nih nyarinya." Kirana sudah nampak kesal padahal Safira hanya bercanda dengan ucapannya.
"iya tayangku, semoga dia memang benar-benar jodoh lu, aamiin" Safira kembali mengunyah kacang dan merasa geli dengan ekspresi wajah Kirana yang cemberut.
*TBC*
__ADS_1