
Malam pun tiba dimana biasanya kebiasaan Safira jika ada orang yang meminta jasanya untuk dibuatkan Henna. meski sudah terbiasa dimintai jasa menghenna, Safira juga tak bisa selalu menerimanya karena ia juga banyak yang harus dikerjakan. ibaratnya tu, kalo sudah tak ad lagi pilihan lain baru memanggil Safira untuk membuat Henna.
Nah seperti ini lah hasil buatan Safira, memang tak mudah membuatnya. namun karena Safira sudah mahir apalagi ia sering dimintai bantuan oleh teman-teman nya yang bekerja sebagai penata rias pengantin. setelah selesai merias tangan sepupunya itu ia meminta izin untuk kembali kekamarnya, dengan alasan kelelahan, karena seharian ini ia berkutat didapur membantu Tante Rina.
umm kayanya aku mau nyamperin ayah aja deh.gumam Safira
"ayah" ia membuka knop pintu dan mendapati ayahnya telah selesai shalat isya.
"eh Ira, kenapa nak" tanya ayahnya yang langsung berbalik menghadap Safira.
"gpp ko yah, aku tidur disini ya sma ayah?" pinta Safira
" boleh ko, kamu ga nyman tidur sendiri di kamar tamu?" kini ayahnya balik bertanya
" engga ko yah, aku cuma kangen ibu,makanya mau tidur sama ayah" ujarnya
" loh kangen sama ibu, kenapa malah tidur sama ayah?" tanya ayahnya lagi
" eumm pokonya Ira mau tidur sama ayah" ayahnya hanya geleng-geleng sambil tersenyum. sedangkan Safira sudah naik keatas kasur dan mulai membuka ponselnya, dan ia menelpon seseorang.
Tut,Tut,Tut,
" assalamualikum ibu" ujar Safira
"waalaikum salam, Safira Giman kamu disana , kamu baik-baik aja kan?" tanya Bu Rani
"Alhamdulillah baik ko Bu, ibu juga disana baik kan jangan sampai kelelahan Lo, akibat menangani pasien" ujar Safira
__ADS_1
"iya sayang ku, ini ibu sudah dirumah, ibu pulang lebih awal hari ini, mana ayah mu Ra" tanya sang ibu
"yah ini ibu mau bicara" seraya memberi telpon kepada ayahnya.
"hallo Bu, sudah makan belum kamu" tanya pak Reza pda istrinya
"sudah dong pa, ihh jadi kngen deh sama ayah, kalo diperhatiin gini" Bu Rani di seberang sana cekikikan menggoda suaminya
"huh pamer kemesraan aja terus, ga tau lagi dimana " ujr Safira yang mendengar obrolan sang ayah
"huss kamu ini gaboleh ganggu, ayah lagi kangen-kangenan nih sama ibu mu" tutur sang ayah
"iya deh iya, lanjutin Sono" Safira merebahkan tubuhnya ke kasur dan tak lama kemudian ia terlelap.
"oh iya Bu, ayah nanti hari Selasa Baru pulang, gak PP kan?" tanya pak Reza
"iya yah gpp ko, itu gimana acaranya lancar ga?" tanya Bu Rani
"hmm, ayah sudah makan kan? mana si Ira gak kedengaran lagi suaranya" tanya ibu nya diseberang sana
"udah buat pulau dia Bu, dia katanya kelelahan bantuin si Rina tadi didapur" kata pak Reza
"oh gitu, yaudah ayah juga istirahat biar besok energinya terkumpul, hihihi"
"iya Bu, bang Kabir udah berangkat ke Kalbar Bu? kata pak Reza
"udah pagi tadi yah" jawab Bu Rani
"oh kalo begitu ibu jaga kesehatan disana ya, ayah bakal usahain cepet pulang, ayah tau ko ibu rindu main di kasur sama ayah" kata pak Reza yqng membuat Bu Rani diseberang sana memerah pipinya
__ADS_1
"dasar tua Bangka, udah tua masih aja mesum" ujar Bu Rani
"eh gpp, kan Sama istri sendiri mesumnya" kata pak Reza
" hmm yaudah kalo begitu ayah tutup dulu ya telponnya Bu" ucapnya lagi
"iya yah, assalamualaikum " kata Bu Rani
"waalaikum salam"tututut
Ayah nya yang melihat Safira tertidur dengan pulas, menaikkan selimut nya sampai kedada,dan tak lupa mencium kening safira. Ia meletakkan kembali ponsel Ira di atas nakas. pak Reza turun kebawah untuk menemui warga sekitar, entah ada acara apa sehingga banyak warga yang berkumpul di halaman Burhan , sang adik.
" wahhh rame nih, " ucap pak Reza yang baru saja datang, dan langsung bergabung dengan bapak-bapak yang ada disitu.
"iya nih pak, lagi rame, biasa kalo ada acara nikahan gini apalagi dikampung sendiri, kami biasanya bikin acara Kaya begini" ucap salah satu warga yang ada disitu. dan di angguki oleh pak Reza.
"oh iya, mungkin sebagian tak ada yang mengenal pak Reza ini bukan? nah perkenalkan beliau ini Kaka kandung saya" tutur pak Burhan
" oh begitu, pantas saja wajahnya rada mirip dengan pak Burhan" ujar salah satu dari mereka
mereka kembali berbincang masalah ini dan itu, sedangkan dikediaman Ferro
"Ahh kenapa wajah Safira terbayang-bayang ya di pikiranku" Ferro berbicara sendiri, sambil melihat akun medsos Safira.
ia tau akun medsos Safira dari postingan adik kembarnya, karena Safira men-tag Amanda, makanya dengan mudah ia mendapat akun milik Safira. untungnya akun milik Safira tidak privat, jadi iya dengan leluasa melihat-lihat postingan Safira.
"apa aku chat aja yah Safira" ia mulai mengetik pesan kepada Safira lewat Instagram.
"duh ko aku jadi gugup begini sih" ujarnya lagi berbicara sendiri. "ah sudahlah lebih baik aku tidur, barangkali besok dia bakalan bala chat ku" ia merebahkan tubuhnya dan terlelap dikasur kingsize nya.
__ADS_1
hallo guys maaf membosankan , happy reading😊