
Setelah mendapat kabar dari Asisten rumah tangganya alias pembantu, pak Reza selaku ayah Safira langsung memesan tiket pulang kekalimantan malam ini juga, walaupun ia merasa capek setelah seharian di acara tapi, ia tetap kekeh ingin pulang menemui istri tercintanya. sedangkan Safira sudah berkemas barang miliknya dan ayahnya.
toktoktok
"masuk" ujar Safira
"kenapa Ra, ada masalah kah dirumah? tanya Tante Rina
"ia Tan, ibu masuk RS , kata bik Marni sih kecelakaan pas mau berangkat kerja" tutur Safira yang sambil mengemas baju-bajunya kekoper.
"terus kalian mau pulang sekarang gitu?" tanya lagi Tante Rina
"gak tau tan, itu ayah masih dijalan. semoga aja deh ada buat malam ini"
"iya semoga aja, semoga ibu kamu cepat sembuh ya ra, oh iya Tante mau masak dulu buat nanti malam, kamu istirahat aja dulu, siap-siap, siapa tau ada jadwal malam ke kalimantan ya" ia mengelus kepala Safira dan pergi keluar menuju dapur. om Burhan tadi menemani ayah Safira untuk membeli tiket. sedangkan Wati dan suaminya sudah tepar didalam kamar, karna kelelahan mungkin.
ditempat Kirana
__ADS_1
"A kamu kenapa sih kamu liatin ku gitu " ujar Kirana sambil menutup wajahnya dengan buku menu , ciahhhh ngedett rupanya uyyyð
"habisnya kamu cantik " ia terus menatap Kirana dengan tangan menumpukkan dagu, ala ciribelð
" ihh kamu itu A , emang aku cantik, namanya juga perempuan " ia terus salting dengan tingkah nya Fariz
" duhh penginnya ku halalin kalo kamu kaya gitu, gemes deh" ia mendekatkan tangannya kewajah Kirana dan mempraktekkan gaya mencubit pipi di udara.
"heh bukan muhrim" Kirana mengibas tangan Fariz
kenapa nah jadi mereka berdua bisa akrab samping ngedet? jadi gini...
flashback
"emm mba boleh kenalan gak? ujar Fariz langsung menghampiri Kirana yang sedang menyusun-nyusun kotak kue. (dihh Lo bayangin dah, gaada Ngin,gaada hujan ,gaada badai, gaada petir,wushhhhh datang to cowo cakep , beuhh pas banget lagi jomblo. asekk , gak kebayang klepek-klepek nya kek ikan keluar dari air, serrrr, langsung ngajak kenalan, untung lagi kalo di ajak nikah , asek ga tuh.)
"eh iya mas, boleh?" Kirana senyum-senyum dong , wong orang cakep di depan dia.
__ADS_1
"namaku fariz , kalo kamu?" ia terus melihat kesana kemari kaya orang gugup gitu.
"hmm, namaku Kirana " gak kalah juga nih , si Kirana Ampe mau copot tuh jantung, saking bahagianya.
"emm kita duduk ke sana aja yuk A, gaenak berdiri gini" diangguki dan di iringi oleh Fariz dibelakang Kirana
"Aa ngapain kesini, ibu nya mau beli kue atau mau mesen kue?" Kirana memulai percakapan , karena sedari tadi mereka hanya diam-diam, pndang-pandangan,
"ehm enggak , eh iya, emm enggak sih" Fariz kikuk sendiri, habisnya dia juga perdana ini ngomong sama cewe yang baru aja dia syuka.
"lah mana yang bener nih, iya apa enggak?" Kirana sedikit bingung dengan jawaban Fariz
"emm sebenarnya, mulai dari awal kita ketemu, entah kenapa aku suka gitu sama kamu" Fariz jujur dengan perasaannya,
"ohh aku kira Aa mau beli kue taunya cuma mau bilang suka aja ,gitu doang" Kirana cuma bercanda merajuk, padahal dalam hati klepek-klepek uhuyyy.
"hmm , aku bukan tipe cowok yang suka pacaran, dan juga bukan cowo yang udah siap mau nikah, tapi aku itu beneran suka sama kamu ana" kirana terkesiap , karena setahunya hanya orang-orang terdekatnya ja yang bilang nama "ana" itu. ketika hendak menjawab , datang anak buah Kirana, mengatakan bahwa ada orang yang hendak memesan kue dengannya, dan Kirana berinisiatif memberikan no telponnya, dan meletakkan diatas meja. Fariz yang mendapat no telpon ana pun kegirangan dalam hati ia bersorak-sorak. Nah mulai sini lah mereka berdua mulai akrab, sering tukar kabar, cerita bareng, vcn, dsb lewat medsos, dan akhirnya mereka sampai ngedate bareng.
__ADS_1
flashback on
duh gimana nih, maaf ya kurang srek ceritanya, msih pemula soale, oke selamat membaca semoga suka, see you. TBC