
Safira terbangun ketika mendengar adzan berkumandang.
ia terkejut ketika dirinya sudah berada didalam kamar.
Ia langsung beranjak dari kasur menuju kamar mandi.
setelah mandi, rasanya badan Ira menjadi segar, mungkin karena lelah diperjalanan. ia langsung mengqada shalat ashar, karena tadi sudah ia lewatkan lantaran tertidur.
kemudian ia keluar kamar dan mulai mencari ayahnya.
dimana sih ayah.batin Safira
Safira mendengar suara gelak tawa yang ia sangat ia kenal, iya itu ayahnya.
ayahnya senang sekali bersenda gurau, dia cepat sekali berbaur dengan lingkungan sekitar.
"ayah" panggil Safira, seraya memegang pundak sang ayah
"oh kamu sudah bangun nak, kamu makan dulu gih, temui Tante mu di dalam, ayah sudah makan jangan khawatir" ia tau Safira mengkhawatirkan dirinya,
"hemm baiklah,Ira masuk dulu ya yah" ia kembali masuk kedalam rumah, ia hafal seluk beluk rumah om Burhan maka dari itu ia tak kesusahan untuk mencari ruang dapur.
"Tante, " sapa Ira. kepada Tante Rina yg sedang berkutat di dapur, entah apa yang di kerjakan nya.
"eh Ira sudah bangun, maaf ya Tante ga bangunin kamu tadi pas kita lagi makan, habisnya kamu seperti kelelahan sekali" tutur Tante Rina
"eh iya gpp ko Tante, Ira cuma ga terbiasa ikut perjalanan jauh. ya mungkin karena tak terbiasa" ujarnya Ira
"hemm kalo gitu kamu duduk dulu, Tante siapkan makanan buat kamu" dia langsung menyambar piring dan mengambilkan makanan yang tadi disimpan buat Ira. tak lama kemudian Wati datang mengejutkan keduanya.
__ADS_1
"baaaaaaaaaaa, "
"astafirullah, watiiii" pekik keduanya
"heeee maaf, "ujarnya langsung duduk di sebelah Ira
"Ira kamu makin cantik saja" ucap Wati sambil mengupas limau
"hahaha kamu itu bisa saja, aku kan wanita makanya cantik. kalo pria Baru tampan"
"hahhhhhh okelah kau menang, oh iya Ra bagaimana restoran mu. aku dengar sekarang makin ngetrend ?" tanya Wati yang penasaran
"nanti saja kamu bertanya dengan Ira, dia mau makan dulu, kamu jangan menganggu dia, awas kamu" ancam Tante Rina
"ishhh ibuu , aku kan mau nanya doang" kesal Wati
"bentar aja ko , habis ini kita kekamar mu ya, kita cerita cerita gitu" ujar Ira sambil makan yang mulutnya dipenuhi makanan, terlihat menggemaskan Ira saat makan jika sambil bicara.
"Wati masih saja bar-bar dan bobrok seperti dulu ya tante" ujr Ira
"hahaha iya Ira begitulah dia ada saja tingkah nya padahal sebentar lagi dia bakalan nikah" ujar Tante Rina "kamu lanjutkan makan yah, Tante mau keluar sebentar" dan diangguki oleh Ira
ferro yang tadi disuruh om Burhan untuk mengambil beberapa cemilan di dapur tak sengaja melihat Ira sedang makan dengan lahap, ia begitu menggemaskan . ia terdiam sejenak tanpa tau jika Ira sudah mengetahui keberadaannya.
"eh kamu, heyy hello" Ira melambaikan tangannya kewajah Ferro namun dia hanya melamun. sampai saat dia sadar.
"eh iya. maaf aku mau ambil cemilan di lemari itu" ujarnya menunjuk kearah lemari khusus cemilan dan minuman
"oh iya silahkan, " kata Ira, ia tak perduli orang disekelilingnya, ia jika sudah berhadapan dengan makanan, ayah atau ibunya pun tak lagi ia hiraukan.
__ADS_1
Ira tersedak, entah siapa yg sedang menyebut dirinya.
"uhuk-uhuk-uhukkkk, uhukkkk"
"ehhhh , kamu kenapa, nih nih minum dulu" Ferro menyodorkan gelas yg ada, dan disambut oleh Ira.
Ferro duduk di kursi seberang Ira, dan menatap Ira.
cantikk.gumamnya
"humm makasih ka" Ira tertunduk karna malu
"sama-sama, oh iya kita belum berkenalan dengan baik, namamu siapa? tanya Ferro
"nama saya, Safira an-Najah" ia mengambil tisu karna sudah selesai makan, dan beranjak mencuci piring, tapi bukan berarti meninggalkan Ferro karna ruang makan dan tempat mencuci piring tidak terlalu jauh, jadi masih bisa mendengar obrolan lawan.
"ohh, kalo nama ku Ferro Nugroho panggil saja Ferro " tutur Hardi pada Ira.
"ohh iya ka Ferro , kalo aku panggil saja Ira."
"hmmm baiklah Ira,nanti kita lanjutkan lagi, aku mau mengantar cemilan ini, pasti om Burhan sudah menunggu." ujr Ferro
"oh iya ka silahkan" Ira tersenyum, dan lngsung menunduk, sedangkan Ferro yang melihat senyuman Ira juga ikut tersenyum.
*ahh kenapa manis sekali jika tersenyum.batin Ferro
duhh salting akuuu batin Ira*
Ira menyelesaikan ritual mencuci piringnya, tadi ia hanya mencuci bekas makannya saja, tapi melihat dapur berantakan dan kotor ia berinisiatif merapikannya dan mencuci piring piring yg kotor.
__ADS_1
maaf ya ka kalo ceritanya membosankan, jangan lupa singgah dan baca cerita ku.
tbc