Duda Muda Itu Suamiku

Duda Muda Itu Suamiku
DMIS PART 7


__ADS_3

Sampainya di bandara Ferro langsung memakirkan mobilnya dan menuju kedalam bersama om Burhan, pasalnya kelurga om Burhan sudah menelpon dari tadi, jdi mereka dengan mudah mengetahui lokasi mereka di sebuah cafe dekat bandara.


"assalamualaikum bang Reza?" ucapnya ,


"waalaikum salam, masyaallah lama kita tak jumpa dek" ucap lagi pak Reza


"iya ka, oh iya dimana safira?". tanya om Burhan


"oh dia lagi ke toilet, sebentar lagi jugak kembali". ujar pak Reza, dan mengalihkan pandangannya pada pria disamping adiknya itu. om Burhan yang paham dengan tatapan uln langsung berucap.


"oh iya bang kenalin ini anaknya tetanggaku, namanya Ferro , dia yang ngantar aku kesini buat jemput Abang" ucapnya pada sang Abang.


"Oalah gitu toh ceritanya, yasudah mari duduk dulu, sambil nunggu Ira, baru kita pulang" ajak pak Reza.


tak lama kemudian Safira pun kembali, dan merasa heran dengan 2 orang pria yg duduk dengan ayahnya.


"ayah" panggil Safira


"Ira , ini om Burhan kesini datang buat jemput kita" tutur ayahnya


"ohhh" ia hanya ber oh ria


Tak sengaja pandangan Ferro tertuju pada suara wanita tadi, dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui siap wanita tersebut


"loh kamuu" ujarnya setengah berteriak


"lahh kamu " kini Safira tak kalah terkejut


"lah loh kalian saling kenal?" tanya om Burhan dan di angguki oleh keduanya

__ADS_1


"dimana kalian kenal, Ira masak kamu baru aja sampe udah punya temen aja di Bandung, Kalimantan kesini itu jauh Lo?" kini ayahnya bertanya


"oh jadi gini yah, waktu itu sekitar setengah bulan yang lalu, waktu Ira mau ke restoran ga sengaja nabrak kaka ini dekat pintu. karna suasana nya lagi rame ya pagi itu jadi ga sengaja deh ketabrak kaka ini" ujr Ira pajang lebar menjelaskan


"iya om, setengah bulan yang lalu saya ada urusan kerja di Kalimantan, dan gasengaja ketemu dia, dan ternyata anak om ini juga temen nya sepupu saya om".ujar Hardi juga menjelaskan , sedangkan om Burhan hanya manggut-manggut mendengarkan keduanya


"yasudah kalo kalian sudah saling kenal, jadi Safira ada temen disini" ujar ayah Safira, dan di angguki oleh Ferro


"kalo gitu gimana kalo kita pulang, pasti bang Reza capek, ponakan om ini pasti jua capek kan" ujar om Burhan seraya merangkul Safira


"hee iya om , ih malu om di rangkul gini" rengek Safira


"loh gitu, dulu aja rebutan sama Wati kalo um meluk-meluk gini?" ujar om Burhan


"itu kan dulu waktu kecil, sekarang mah aku udah besar om" ujar Safira setengah kesal


"Oalah jdi lupa, maaf ya nak ferro , mari kita pulang" semuanya beranjak dari cafe, menuju mobil.


didalam mobil Ira selalu mencuri pandang dengan Ferro , begitu juga ferro, dia senyum-senyum, pada Ira. ayahnya Safira yang melihat tingkah anak muda dihadapannya ini hanya geleng-geleng kepala.


Dan sesampainya dirumah om Burhan.


"sudah sampai om" om Burhan yang melihat kebelakang ternyata ayah dan anak itu sedang tertidur mungkin karena kecapean." bang, bang , bang Reza bangun sudah sampai" kata. Burhan seraya menepuk pelan pipi sang Abang.


"eh iya, kita sudah sampai kah?" tanya ayah Safira


"iya bang sudah ,ayok turun, bangunin Safira"


"iya, Safira , Ira bangun nak kita sudah sampe" melihat Safira yang tak bangun-bangun, dan seakan nyenyak dengan tidurnya , ayahnya tak tega membangunkannya.

__ADS_1


" huhhft anak ini merepotkan saja, bukannya aku tak kuat mengangkat mu tapi kau sudah besar Ira, mana mungkin aku kuat, eh kuat ko".pak Reza bergumam sendiri.


Ferro yang mendengar itu pun ingin membantu tapi...


"om kenapa, anaknya susah di bangunin ya?" tanya Ferro


"loh gak bangun safiranya bang? tanya om Burhan yang balik lagi ke mobil


"iya nih han, anak ini sudah di bangunin kalo bukan emaknya yang bangunin" tutur pak Reza "gak mungkin saya minta bantuan sama nak ferro, pasti kamu capek dari tadi, masa iya saya suruh kamu" ucapnya lagi.


sebenarnya Ferro memang lelah seharian ini, tapi ia sedikit iba jika orang seperti pak Reza mengangkat anak gadis, ya mungkin saja bisa tapi apa kuat. sedangkan ia tak pernah menyentuh apalagi mengangkat seorang wanita, Karna pantang baginya menyentuh wanita yang bukan mahrom nga


"oh iya om, karna saya ga mungkin kan ngangkat anak om gimana kalo, bang Rizal aja , kali aja dia sudah datang" saran Hardi


"oh iya om jadi lupa, kan dan si Rizal bentar om panggil dulu," ujr om Burhan yang langsung setengah berlalu mencari rizal.tak lam kemudian , om Burhan datang bersama Rizal.


"zal kamu angkat si Ira kekamar tamu" titah om Burhan


Tanpa menjawab, Rizal langsung membopong Safira kekamar. dan Ferro yang sejak tadi melihat kelurga ini mendebatkan mengangkat seorang wanita, langsung saja ia kebagasi mobil untuk mengeluarkan koper-koper milik pak Reza.


"makasih ya nak ferro sudah membantu kami" ucap pak Reza


"sama-sama om, namanya juga manusia harus saling menolong" dan di angguki senyum oleh pak Reza, " kalau gitu kamu pulang dan istirahatlah, sekali lagi terima kasih ya" ucap pak Reza seraya menepuk pundak ferro, dan melenggang masuk kedalam rumah. Burhan


Ferro langsung menaiki mobilnya dan memakirkannya di bagasi rumahnya.


jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guys.


tbc

__ADS_1


__ADS_2