
Ditempat Kirana, ia tengah sibuk berkutat di toko kue miliknya, ia sama seperti Safira yang merintis mulai nol.
ia terinspirasi dari sahabatnya itu, karena walaupun mereka dari keluarga yang kaya, bukan berarti mereka berpangku tangan meminta uang kepada ayah mereka. mungkin karena ibunya juga memiliki keahlian dalam bidang membuat kue, makanya ia juga tertarik dengan bisnis itu.
Kirana juga seperti Safira, memiliki jiwa bisnis yang sangat dominan, untuk masalah rasa jangan ditanya, yang pasti enak dengqn harga yang terjangkau. nggak salah jika ibu Safira sering menyuruh nya membeli kue ditolong milik Kirana atau ibu nya.
Kalau ditanya mengapa mereka tidak memilih kuliah seperti kebanyakan gadis seumuran mereka, tentunya ada alasan yang kuat.
"Ziya tolong kamu campurkan bahan-bahan ini dengan yang itu ya" titah Kirana, dirinya sudah belepotan dengan adonan sejak pagi tadi, sebab toko kue miliknya juga sedang ngetrend dikalangan anak-anak , remaja , bahkan orang tua,
"baik mba, " dia melakukan apa yang disuruh Kirana
"mba lebih baik istirahat saja biarkan kami para pekerja dapur yang membuat nya" tambahnya lagi
"nga pp sekali² aku yang ikut membantu, " ujarnya lagi sambil mengoles mentega di kue
"hmmm baiklah. tapi lain kali mba jangan masuk dapur dulu" ucap anak buah Kirana yang bernama ziya itu .
setelah selesai membuat kue , ia keluar dari dapur dan mulai melayani para pelanggan. ia terkenal ramah, sama seperti Safira. ia mulai melihat-lihat lemari berisi kue , dan tak sengaja melihat seorang wanita paruh baya yang sedang kebingungan .
"ada yang bisa saya bantu Bu" tanya Kirana yang sudah berada di samping ibu itu
"eh iya nak, ini ibu mau nyari kue bolu tapi toping keju, sepertinya habis ya" ujar ibu itu
" ohh kayanya ibu salah masuk deh, ini khusus kue kering Bu, kalo mau kue bolu sebelah nya lagi , mari saya antar" ajak Kirana
"oalah salah masuk rupanya, ah iya " ia mengiringi Kirana dibelakang sambil tersenyum
"nah ini dia Bu, ibu tinggal pilih saja ya, ada lagi yang bisa saya bantu" tanya Kirana
__ADS_1
"emm gak nak, makasih ya udah nganter ibu, nama kamu siapa, sepertinya kamu bukan pegawai Disni kalo dilihat dari baju mu" tanya ibu itu
"eumm heee, saya bukan pegawai sini ko Bu, " ujarnya lagi
"ohh , kamu pemilik tokonya ya?" tebak ibu itu
Kirana hanya senyum-senyum menanggapi ucapan ibu didepannya ini " ah iya Bu"
"masih muda ternyata pemiliknya, kenalin nama Tante, Sofia. panggil saja Tante fia, jangan pakai ibu ya " ucap Tante fia
"ahhmmm iya Bu, eh tante"
Kirana kembali berkeliling dan kembali bertemu dengan seorang pria yang tempo dulu tak sengaja ia tabrak.
"eh kamu" ucap pria itu
"ah iya itu aku" ucapnya lagi
"ngapain Kaka Disinii, lagi sama pacarnya yah" duh Kirana mulutnya lemes bener sih, orang asing juga,gumam Kirana
"engga, aku sama ibu ku, aku bosan nunggu di mobil jadi aku masuk aja kedalam toko ini" ucap pria itu sambil mengedarkan pandangannya melihat isi ruangan milik Kirana.
"ah iya kalau begitu mari ka, lanjutkan mungkin ibu Kaka sudah nunggu" ucap Kirana hendak pergi berlalu , namun ditahan oleh pria itu.
"kalau boleh aku tau. nama kamu siapa" ia mencoba bertanya, karena ia sedikit tertarik dengan Kirana.
"nama ku Kirana Mumtaza" sambil mengantupkan kedua tangannya
"oh, kenalkan nama Kaka , Fariz Nugroho " ia juga mengantupkan tangan dan tersenyum. Aduh kenapa ada cowok gini ya manis banget. batin Kirana
__ADS_1
Tiba-tiba seorang wanita paruh baya mendekat kearah mereka, dan ibu itu langsung tersenyum kearah kirana.
"loh kalian sudah kenal" tanya Tante fia
"engga ko tan, baru aja tadi ga sengaja ketemu" tutur Kirana
"oh gitu, oh ya ini anak Tante , sudah tau kan namanya" ucapnya sambil senyum-senyum.
"iya Tante, eh Tante sudah selesai ya belanjanya" ia mengalihkan pembicaraan
"sudah nih tinggal bayar aja, Tante mau langsung pulang "
"oh iya , mari saya mau kedalam dulu ada urusan" ujar Kirana
sedangkan Fariz yang tadi menatap Kirana, ia seakan terhipnotis dengan aura Kirana yang bisa dibilang cantik nya ga ngebosenin. Kirana tau jika ia tengah di tatap, tapi ia memilih tidak tau, makanya ia langsung beralasan untuk masuk kedalam ruangnya.
"heh udah natapnya, ibu tau ko dia cantik" ujr sang ibu
"ibu apaasih , orang cuma liat kue tuh tuh" ia asal menunjuk, karena ketahuan ibunya.
"Halah kamu nga usah ngeles, udah ayok kita kedepan bayar dulu, habis itu baru pulang"
ia mengangguk dan mengekori sang ibu, sambil senyum2,
maaf ya ceritanya membosankan, kita bahas satu-satu.
sebagai penulis pastinya agak bingung mau nulis kek gimana, keluar masuk apk cuma buat mikirin cerita selanjutnya.
semoga kalian suka, dan bagi yang gak suka ga usah dibaca,
__ADS_1