Duda Muda Itu Suamiku

Duda Muda Itu Suamiku
DMIS PART 2


__ADS_3

Sampai direstoran, Ira langsung masuk kedalam, dan tak sengaja menabrak seorang pria berbarengan dengan pelayan yang membawa baki minuman. karna dekat dengan pintu masuk makanya jadi sempit lihatannya, padahal kalau dilihat ukuran restoran milik Safira terbilang luas, dan ditambah pagi itu agak ramai. Mungkin krna orang malas sarapan di rumah makanya jadi ramai, dan kebetulan dibangun pintu itu agak sesak orang berlalu lalang


"eh maaf tuan, Ira gasengaja" menunduk dan mengambil tisu untuk melap baju pria itu


"hmm gpp mba, saya yang salah ga liat-liat jalan keluar" kata pria itu


"sekali lagi maaf ya tuan"


"makanya mba kalo jalan itu yang bener, jalan ko ga liat orang didepan" bentak pria yang satunya lagi


"maaf tuan, saya ga sengaja" ujar Ira menunduk, dan hampir menangis, sebab selama ini dia gapernah di bentak , ayahnya dan Abang nya ja gapernah tuh.


"Lana udahlah gausah berlebihan gitu, dia kan gasengaja. lagian dia juga udah minta maaf , kamu tau kan kalo tempatnya lagi ramai. ujar pria itu


" iya-iya, tapi baju Lo jadi kotor Ferro ,"menekan nama Hardi karna kesal. "lo kan tau kita mau meeting habis ini, " kesal pria yang bernama Faiz


"heyy, kenapa Lo jadi sensitif gini sih, kn bisa kita ganti, gue kan bosnya , bisa diatur masalah meeting" ujr pria yang tadi ditabrak Ira yang bernama Ferro


"emm tuan gimana sebagai gantinya saya belikan anda baju , kebetulan di samping resto ini ada toko baju khusus pria?" tawar Ira

__ADS_1


"gausah deh, makin ribet ntar, gue tau Lo itu cuma pegawai biasa yekan , Lo gapunya apa-apa, jadi gausah sok mau ganti baju bos gue deh" ujr Faiz yang sudah mulai awal tak suka dengan Ira


"Faiz Lo itu bisa diem gasih, atau mau gaji Lo dipotong" geram Hardi


Ira yang sejak tadi mendengar ocehan mereka, dan terus menunduk, memberanikan dirinya mengangkat kepalanya .


"maaf tuan, saya kan cuma menawarkan ganti rugi baju bos tuan, apa salahnya saya cuma pekerja biasa" lirih Ira


saat Ira mengangkat kepalanya, Faiz juga menatap wanita didepannya itu, dan betapa terkejutnya lana saat pandangan mereka bertemu


"ya ampunnn iraaa," pekik Faiz yang sontak membuat orang-orang disan menengok "eh, maaf-maaf, lanjutkan maaf saya berteriak"


"Faiz , jadi kamu yang bentak-bentak akuuu" hmmm geram Ira


"hee maaf, habisnya gue telalu sayang sama bos sekaligus Kaka sepupu gue yang tercintahh ini"


Ferro hanya bergidik dengan tingkah lana adik sepupunya itu.


"yaudah ayok masuk kita ngobrol di dalem aja biar enak gimana" tanya Ira

__ADS_1


"boleh aja sih ra, tapi kita udah makan tadi, masa duduk lagi, lagian juga kita mau kekantor kan ada meeting"


"ohh gitu ya, hmmm yaudah deh kapan-kapan kita ketemu lagi, sekalian nostalgia kita haha" tawa Ira seakan menjadi daya tarik oleh Ferro yang sejak tadi menatap Ira.


"gimana mau ga aku ganti rugi itu baju bos mu kan?" tanya Ira yang memandang noda di baju Hardi


"emm kayanya gausah deh, nanti biar minta asisten saya yang bawakan baju ganti kekantor saya" kali ini Ferro yang bicara


"umm yaudah deh kalo gitu, gimana kalo kita langsung kekantor aja, soalnya klien kita udah ngumpul." ujr Faiz


"baiklah, sekali lgi maaf ya saya buru-buru tadi, lain waktu akan saya ganti baju anda" ujar Ira kepada Ferro


"oke Ra, oh ya ra no Lo masih yang dulu kan?" tanya Faiz


"masih ko iz, paling juga nomor tlp Lo yang ganti-ganti, secara kan Lo dulu fakboy , entahlah sekarang" Ira cekikikan ngeledek Faiz, sedangkan Ferro ia sungguh tertarik dengan senyuman, tawanya Ira


"heh Lo Ra masih apal aja sifat gue, udah dulu ya ra nanti gue kabarin Lo lagi"


setelah kepergian Faiz dan Ferro . Ira langsung menuju ruangan miliknya, direstoran itu hanya karyawan lama nya saja yang mengenal dirinya sebagai pemilik resto tersebut, sebab Ira ga suka dikenal banyak orang. apalagi sekarang restoran miliknya lagi buming banget.

__ADS_1


maaf kalo ada typo ya guys, selamat membaca


TBC (gtau apa artinya) bisa bantu jawab?


__ADS_2