
Maaf ya aku telat up, ada acara keluarga hehehe makanya gak up beberapa hari. oke kalo kalian suka sama cerita jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya. happy reading :)
Disebuah Rumah sakit sudah terbaring seorang wanita paruh baya, badan nya lemas setelah mengalami kecelakaan tunggal, dikarenakan si sopir tengah menghindari anak kucing ditengah jalan yang mengakibatkan mobil nya menabrak pohon dipinggir jalan. untungnya si sopir dan penumpangnya tak mengalami luka parah, iya itu Bu Rani , ibu nya Safira. ia hanya mengalami luka luar tak ada luka dalam, hanya bagian kepalanya terbentur jendela mobil dan pecah, yang membuat darah segar menetes di kepalanya, begitu juga mang Asep.
Dan datanglah Bik Marni membawa perlengkapan sang majikan.
"assalamualikum nyonya, " ucap bik Marni
"waalaikum salam bik" jawab Bu Rani
"duh nyonya, dimana yang sakit, apa perlu bibi panggilan tukang urut, kalo aja ada badannya yang sakit, tangannya gakpp kan? ini kaki nya juga gakpp kan?" tanya bik Marni yang memeriksa seluruh tubuh majikannya.
"ya ampun bik, biasa aja dong, saya gakpp ko, gak ada yang serius, cuma luka sedikit ko" ia hanya geleng-geleng melihat tingkah pembantunya itu, yang sudah ia anggap sodara sendiri.
"hmm syukurlah Nyonya, saya khawatir banget pas tau Nyonya kecelakaan, eh non Ira gimana udah di kasih tau belum?" tanya bik Marni
"gak usah lah bik, saya gak mau Ira cemas dengan kondisi saya, kan hari ini ada acara di rumah om nya, kalo di beri tau nanti malah panik tu anak" ujar Bu Rani
" yasudah lah terserah nyonya aja, sekarang makan dulu ya, habis itu baru minum obat" dan diangguki oleh Bu Rani.
Ditempat Safira
"wah udah rame aja nih acaranya " setelah selesai merias diri ia keluar dari pertapaannya, hee maksudnya kamarnya. ia mulai celingak-celinguk mencari ayahnya. ia terus berjalan sampai di tempat orang-orang berkumpul mengantri mengambil berbagai macam makanan yang sudah dihidangkan.
__ADS_1
"haii kita ketemu lagi" ujar Amanda
"haii kamu lagi, ayok sini bareng aku makan" ajak Safira
" iya ka" ia mengikuti langkah Safira dan ternganga melihat porsi yang diambil Safira, ia melihat mulai atas sampai bawah dan tak percaya dengan porsi makan vs tubuh nya.
" heyyy ngapa kamu bengong gitu, ntar mulutnya di masukin lalat Lo, mending kamu pilih tu makan biar yang masuk itu makanan bukan lalat" ia terus mengambil beberapa menu yang ada disana terutama makanan seafood kesukaannya .
" eh iya , ini aku mau ngambil juga" ia sudah mengambil bahagiannya dan duduk semeja dengan Safira. lagi-lagi ia menelan salivanya melihat Safira dengan santai tapi pasti memakan makanan yang piringnya penuh dengan hidangan tadi.
"nama kakak siapa aku lupa hee" Amanda mulai mengajak ngobrol
"nama aku Safira" biasa mulutnya penuh dengan nasi, dan itu membuat Amanda sulit mendengar dengan baik.
Safira mengambil minum dan menelan makanannya dengan hati-hati, dan amanda masih menunggu jawaban Ira dengan serius. "bukan, maksud ku Safira" ujarnya
"ohh, hee maaf ka , kita makan aja dulu baru kita ngobrol.
Dan setelah mereka makan, mereka berdua pergi ke sebuah kursi dimana itu terletak di samping pelaminan pengantin . itu khusus buat keluarga dan kerabat dekat.
"nah tadi kan aku sudah kenalan, sekarang giliran kamu?" kata Safira
"namaku Amanda , panggil aja Manda " ia tersenyum memperlihatkan giginya yang berjejer rapi ditambah behel berwarna silver atas bawah, dan lesung dikedua pipinya.
__ADS_1
" kamu masih kuliah, atau udah nikah atau gimana?" tanya Safira
"hmm aku udah lulus kuliah" ujar Amanda , yang bertanya hanya mangut-mangut mendengar kata Amanda
"kalo Kaka? kini Amanda yang bertanya .
" aku kerja, ishh jangan panggil Kaka kyanya tuaan kamu deh" Safira terlihat kesal karna sedari tadi dipanggil kakak.
"ah masa sih, emangnya umur kamu berapa ? kata Amanda
"umurku baru 20" ucapnya bangga, wajah Safira memang cantik dan imut, tapi seperti terlihat umur 17an.
"hah yang bener aku kira tuaan kamu lho," Amanda kaget karena menurutnya wajah nya terlihat tua mungkin karena make up,
"haha emang muka ku boros, " Ira tertawa menanggapi apa kata Amanda. "lah terus kalo kamu udah lulus kuliah, berarti paling engga umurnya 24 atau 23 iya kan?" tambahnya lagi
"iya. aku dulu pernah ga naik kelas hee sama kembaran ku juga. makanya kami lulus SMA juga barengan. tapi dia pondok aku engga" tutur Amanda
dan di angguki oleh Safira. mereka terus berbincang2 , dan safira tak menyadari ada seseorang yang sedari tadi mendengar obrolan mereka, dan tersenyum melihat tingkah Safira.
siapa lagi kalo bukan Ferro dan safira gak tau kalo yang diajak ngobrol itu kembaran dari cowo yang udah bikin hati nya merekah.
oke sampai sini dulu , nanti kita lanjut, oke semoga kalian suka sama ceritanya :)
__ADS_1