
Kini Hubungan Safira Dan Ferro semakin dekat, entah siapa yang mulai. mereka terkadang bergantian untuk saling menelpon atau hanya sekedar video call, jika ada waktu luang. mereka mempunyai hobi yang sama, makan favorit yang sama, bahkan jika di sebutkan hampir sama apa yang mereka berdua sukai, sebagai perempuan Safira tentu meresa bahagia ada laki-laki yang selalu mengabarinya walupun tak diminta, yang selalu memperhatikan dirinya layaknya pasangan kekasih. sudah hampir 6 bulan lebih lama nya mereka berkomunikasi lewat medsos, tak salah jika hub diantara kedua nya juga semakin dekat. Namun, yang di harapkan Safira ialah keseriusan seorang pria, jika ia hanya serius menyukai bukan serius untuk menikahi maka Safira akan mundur teratur, tapi jika laki-laki itu serius ingin melamar dirinya maka dengan senang hati ia menerimanya.
@ferro.nugroho_
"assalamualaikum cantik, lagi ngapain?"
^^^@Safira.annajah_^^^
^^^"waalaikum salam ganteng, lagi santai aja nih diruang kerja.^^^
^^^kalo kamu kak ngapain"?^^^
@ferro.nugroho_
"aku lagi ada tugas proyek sih, aku cuma mau nanyain kamu udah makan atau belum"
^^^@safira.annajah_^^^
^^^"oh kalau makan sih gausah di tanya kak, ya pasti udah dan nambah, wkwk"^^^
@ferro.nugroho_
"aku mau kerja dulu yah, kamu jaga diri baik-baik, assalamualikum ❤️"
__ADS_1
^^^@safira.annajah_^^^
^^^"iya aa❤️"^^^
"Duh kenapa aku jadi senyum-senyum begini sih, bisanya jugak aku yg baperin cowok, nah ini malah aku"gumam Safira
Safira bertanya-tanya didalam hati, apakah benar Ferro menyukai dirinya, atau dia hanya bermain-main, secara kan laki-laki suka banget nyakitin perasaan perempuan.
Disaat cewe udah mulai sayang, eh cowo nya malah ngilang
Disaat cowo udah serius, eh malah cewe nya banyak tingkah.
emang ya gaada yang pernah pas didunia ini.
Safir bingung dengan perasaannya sendiri, disatu sisi iya sudah mulai jatuh cinta pada Hardi, walupun hanya lewat media, dan bertemu beberapa kali, itu pun waktu ia pulkam ke Bandung. Di sisi lain ia juga khawatir dengan perasaannya sendiri lantaran Hardiansyah dan dirinya sangat lah jauh, umur mereka hanya terpaut beberapa tahun. Tapi soal rasa, ia tak tau akan kan sama atau bertolak .
"Assalamualikum " ucap wanita cantik didepan rumah megah nan elegan, siapa lagi kalau bukan Kirana, gadis cantik,periang dan manis, yang terlihat ceria, bahagia padahal setumpuk luka diruang hati nya. ia gadis yang kuat, tak cengeng, walupun agak bobrok.
"waalaikum salam, eh ana. ayok masuk.
duduk dahulu an" ujr kabir, (Disini Kabir udah pulang ya dari urusan kerja nya di Kalbar)
"iya kak, tenang aja udah aku anggap temen sendiri kok" ujar Kirana
__ADS_1
"iya dek ana, anggap aja rumah sendiri, dan nggap aja Abang ini suami mu, jadi ceritanya kamu lagi berkunjung kerumahnya mertua mu" bang Kabir gelak tertawa setelah mengucapkan seperti itu kepada Kirana.
"ah Abang bisa aja, cieee yg sebentar lagi nikah nie yeee" ledek Kirana ,padahal dalam hati Kirana ada getaran aneh saat Kabir berucap seperti itu
"eh dari mana kamu tau, jangan-jangan tuh bocah tengil yang bilang" ujar Kabir sedikit kesal.
"udah bang , emang benerkan mau nikah, ya ngapain marah kalo ada yang tau?"ujar Kirana lagi
"enggak gitu an, aku tu kaget aja , orang sekitar rumah aja gak tau, lah kamu jauh rumah dari kita malah tau"ujar bang Kabir
"lah Abang gapercaya nih, emng bener bang.
aku sama Safira itu udah kek sodara , dari kecil aku udah temenan am nih gadis centil. ujar kirana
"enak aja gadis centil,yang ada gadis, imut baik hati dan tidak sombong" imbuh nya lagi
"cihhh ngaku sendiri, udah ah aku kesini cuma mau nganterin nih kue, ibu nitip buat kalian, dimakan yah jangan dibuang. kasian Lo ibu bikinnya khusus buat kalian" ia menyerahkan kantong plastik dan menaroh nya di atas meja.
"aku pulang ya, mau ke toko soalnya, dah assalamualikum " ia mencium pipi Safira dah melambaikan tangan ke rahim bang Kabir.
"waalaikum salam" sahut keduanya.
"widih dari aromanya enak nih" Kabir langsung membuka isi kantong plastik dan mulai melahap isinya.
__ADS_1
"bang sisain Ira jugak dong, rakus amat" ia terlihat kesal karena kabir langsung memakan bagiannya. bagian kesukaannya rasa vanilla.
"dek nih simpan dulu buat ayah sama ibu, yg ini kita bagi berdua" Safira mengacungkan 2 jari jempol tangan nya.