Duda Muda Itu Suamiku

Duda Muda Itu Suamiku
DMIS PART 29


__ADS_3

Hallo assalamualikum readers , gimana cerita nya? pasti gaje kan. ini itu karya pertama aku, sebenarnya udah pernah bikin tapi gak jdi aku tarik. nah ini itu novel hasil dari pemikiran ku sendiri. diatambah cerita nyata .


yah aku sedikit drama-dramain lah, So , mohon di maklumi kalo alir ceritanya belum jelas, dan buanyak banget typo nya. semoga bab berikut nya kalian paham sama alur dari cerita ku. Happy Reading 🤗


Suara adzan subuh sudah berkumandang, Safira yang awalnya tidur nyenyak di kasur kebanggaannya pun terbangun. ia bergegas kekamar mandi, itu sudah kebiasaanya setelah bangun tidur ,langsung mandi. kata orang jaman dulu, biar otaknya encer. eh kaya air aja ya , hihihi.


setelah selesai melakukan ritual mandi, dan shalat subuh, ia langsung turun kedapur untuk membuat sarapan, itu juga sudah kebiasaanya jika dia tak sibuk tentunya.


"Masya Allah istri idaman banget" ujar bang Kabir yg entah dari mana sudah duduk manis di meja makan.


"ya ampun bang, kalo datang tu ngucapin salam kek, apa kek, ini langsung nongol, bikin kaget aja, untung gak puny riwayat penyakit jantung. mana masih muda lagi" celoteh Ira sambil memasak nasi goreng ala-safira .


"ahhh ceramah Mulu neng. kapan nih kelar masaknya Abang udah laper" ujar Kabir lagi.


"bentar ngapa, tungguin emak sama bapak lu" ujar Ira yg sedikit kesal karena terlalu di desak.


"aduh ini ko masih pagi belum juga matahari naik udah ribut aja" ujar ibu Rani yang datang dan langsung membantu Ira membuat teh.


" ini nih Bu , si Ira lama banget masaknya, kasian cacing di peyut Kabir udah demo" ujar nya sambil meragakn bahasa anak kecil yang belum sampai berbicara.


"idihhhhhh banggg , ini adek mu bukan istri mu yg suka kau suruh-suruh, gak bisa didesak ini, sabar ngapa" ujar Ira yang kini sudah menyajikan nasi kepiring masing-masing.

__ADS_1


"ayahhhh ayok kita sarapan bareng" teriak Bu Rani


"iya bu" balas lagi ayah.


dan mereka berempat makan dengan tenang, dan setelah makan mereka kembali ribut.


"nih bund di cuci ya piring Abang" ujr Kabir kepada Ira.


"idihh cuci sendiri dong masa Ira" keluh Ira


"udah-udah sini biar ibu yang cuci piring nya, kalian berangkat aja kerja, kan ibu dirumah. Bik Marni juga masih sibuk ngerjain yang lain" ujar ibu Rani


"ah jangan Bu, gausah biar Ira aja, Ira kan anak baik dan tidak SOMBONG, yang suka Membantu, bukannya yg suka NYURUH-NYURUH" Ira terlihat sangat kesal dg bang Kabir, yg membuat wajahnya memerah, dan itu dimata Kabir terikat sangat lucu dan menggemaskan.


"tipok aku sayang tipok, buahahhahahahhahahahhahaha" Kabir semakin gelak mentertawakan Ira, sedangkan ibu dan ayah hanya geleng-geleng melihat aksi keduanya.


dan setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga.


"bang kapan kita acara buat lamaran" tanya ayah Reza


"insaallah Minggu depan yah" ujar bang Kabir

__ADS_1


"Alhamdulillah akhirnya ank ibu berkurang 1 yang jomblo" ujar ibu seraya mengadahkan tangan


"ah ibu mah gitu" ujar Ira , bibirnya terlihat mengerucut tanda iya merajuk


"aihh kenapa nih kok jadi cemberut, apa mau ibu jodohin Sama anak temen ibu" ujr Bu Rani


" eh gak Bu gak, ntar aja , biar Abang Kabir ku tersayang menikah dlu, Ira mah gampang hehehe bye bye" iya langsung kabur dan berlari kedalam kamarnya sedangkan ayah dan ibu masih membahas topik yg sama.


"jadi seperti apa calon menantu ibu itu bang?" tanya Bu Rani


"orang nya tentunya baik kok Bu, dia juga terlihat agamis . dia itu cuma guru ngaji di TPA dekat rumah nya" ujar bang Kabir meyakinkan kedua orang tuanya.


"kalo ayah sih gak masalah dia pekerjaannya apa selagi halal, dan dia orang nya bagaimana yang penting baik, ayah rasa kamu sudah tepat memilihnya" ujar ayah


"ngomong-ngomong gimna awalnya kalian bertemu nak?" kini Bu Rani ikut bertanya


"oh waktu itu Kabiir kan ada tugas disana,nah dia jadi sekretaris sementara abang, setelah selesai tugas. lalu Kabir gak sengaja ketemu salah satu ustadz yang lagi bahas ta'aruf, nah terus ada salah satu wanita yang diperkenalkan kan ustadz itu yang bikin hati Kabir tertarik" ujar Kabir, ayah yang mendengar kan pun manggut-manggut begitu pula ibu.


"terus" kata ibu


"ternyata wanita itu adalah orang yang jdi seksem (sekretaris sementara) Kabir. lusa nya Kabir bikin proposal ta'aruf. nah terus Kabir kasih ke wanita tadi, saling tukar biodata gitu,itu kan pas 3 bulan yang lalu, nah sekarang masa ta'aruf nya sudah mau habis, tepatnya Minggu depan. itu juga kalo wanita tadi setuju ." tutur Kabir dengan semangat

__ADS_1


akhirnya orang tua Kabir setuju. mereka juga tak mempermasalahkan derajat wanita pilihan Kabir, mau dia anak orang Kya atau biasa itu sama saja yang penting akhlaknya


__ADS_2