Duda Muda Itu Suamiku

Duda Muda Itu Suamiku
DMIS PART 30


__ADS_3

Hari Ini adalah acara nikahan Bang Kabir, seluruh keluarga Safira sudah berada di Kalimantan barat. Ia juga sudah membawa rombongannya siapa lagi kali bukan Kirana & Sheril.


mereka bertiga sudah berada di taman


"uhuyyy Kalbar cuy" ujar Kirana


"idih biasa aja kali" ujar Sheril


"debat terus, lanjutin aja sampai mampus" ujar Safira


"hehehe habisnya baru kali ini keluar Kalimantan" ujar Kirana


"lu kira sebelumnya lu tinggal di Jepang," Sheril nampak kesal dg tingkah Kirana


"ya maksud gw itu keluar pada arahnya dodol. iya gw tau kok klo gw tinggal di Kalsel, dan baru kali ini aku keluar Kalsel gitu mba" ujar Kirana


sedangkan Safira sudah berlalu mendahului mereka berdua.di tengah perjalanan Safira tak sengaja menbrak seorang wanita paruh baya.


"aduh ibu maaf ya , Ira gak sengaja" ia berjongkok dan membantu ibu tadi berdiri


"gak apa-apa kok nak, ibu juga yg salah karena gak liat-liat, habisnya ibu buru-buru" ujar wanita tadi


dan kedua sahabatnya tadi langsung menghampiri Safira,


"Lo gak pp Ra?" tanya keduanya


"gak pp kok, malahan yg harusnya dikhawatirkan itu ibu ini" ia menunjuk kearah wanita tadi dan sontak membuat mereka bertiga saling berpandangan


"oh iya, ibu gak pp kan, ada yg lecet gak Bu" tanya Sheril

__ADS_1


wanita tadi terkejut setelah melihat wajah Sheril. dan sebisa mungkin ia menormalkan kembali wajahnya


"ah ia nak , ibu gak pp kok" ujar wanita tadi.


"beneran ya Bu, maap sekali lgi ya" ujar Ira.


" emmm nama mu siapa nak" tanya wanita tadi kearah Sheril


"nama saya Sheril Bu" ujanya seraya menyalami wanita tadi


"kalau boleh tau, kamu tinggal dimana?" tanya lagi wanita itu


"emm emangnya kenapa ya Bu, ? saya tinggal di Kalimantan Selatan Bu" ujar Sheril, sedangkan Safira dan Kirana hanya diam menyimak pembicaraan keduanya.


"kamu tau kenapa ibu nanya seperti itu, ibu , ibu teringat dengan wajah adik ibu yang hilang puluhan tahun yang lalu" ia mengatakan itu sambil menitikkan air mata.


"hah maksud ibu gimana ya? setau saya , ibu saya itu gak punya saudara, dia anak tunggal" ujar Sheril terlihat tak percaya


"gak kok ibu gak salah, Sheril ngerti . ibu pasti kangen sama adik ibu. apalagi udah puluhan tahun gak ketemu, dan kebetulan wajah aku emang mirip dengan adik ibu" ujar Sheril


"iya nak, kalau begitu ibu duluan yah, kalian hati-hati" wanita tadi berlalu meninggalkan mereka bertiga yang masih terdiam


"sher" ujar Kirana menepuk pundak nya


"oh , eh iya an" iya kaget karena melamun


"udah yuk kita langsung kerumah aja, nanti dicariin ayah Reza" ujar Safira , dan mereka bertiga langsung naik ke mobil dan melaju kearah tujuan. sedangkan wanita paruh baya tadi dari kejauhan masih melihat kearah Sheril, nampaknya iya sangat yakin kalau itu adalah anak dari adiknya yang hilang dulu.


________________________________________

__ADS_1


"pak bos gimana nih masa lembur terus" ujar Faiz yang mengeluh dengan tugas nya


"udah lah lu nikmati aja, kan gajinya juga gede gue kasih" ujar Ferro tanpa melihat kearah Faiz


"ah elu mah, bos si bos tapi nyantai doang" dan Ferro pun langsung menatap dengan tatapan elang,


"eh kalem bro kalem" Faiz langsung cengengesan ditatap seperti itu.


"fer ntar temani gue ya ke acara nikahan kakanya temen gue" ujar Faiz


"engga ah, sama pacar lu aja" tolak Ferro


"lah kok gitu, lu kan tau gue gak punya pacar" ujar Faiz


"makanya cari pacar jangan kerja Mulu" ujar Ferro


lu kira sempet gitu nyari pacar, org 24jam ada dideket elu.batin Faiz


"udah deh kalo lu nolak gue bakalan aduin sama Tante, sama om" dan Ferro kembali menatap Faiz dg ttapan ingin membunuh


"dasar kawan ga tau di untung, yaudah deh" ujar Ferro dengan nada kesal


"nah gitu dong, ntar juga lu suka disana karena ada seseorang yang pernah lu temuin" ujar Faiz


"siapa?" tanya Ferro


"ntar juga tau kok lu" ujar Faiz dan langsung buku majalah yang ada di meja Ferro melayang tepat di wajah Faiz ,


next, jangan bosan ya baca ceritanya.

__ADS_1


yang gak suka ceritanya skip aja,


__ADS_2