Duda Muda Itu Suamiku

Duda Muda Itu Suamiku
DMIS PART 4


__ADS_3

Sampainya di rumah, Ira langsung merebahkan tubuhnya ke kasur Queen size nya.


...toktoktok...


"Ira ibu masuk ya, ceklek"


"hemm Ira sayangg, kamu udah tidur, atau pura-pura tidur" tanya Bu Rani dengan mendekat ke kasur Ira


"hahahaha , duh ketahuan ibu Mulu diriku ini, katanya ibu pulang larut malem, ini ko udah ada dirumah? tanya Ira


"iya, rencananya gitu, eh ternyata jadwal ibu sampe jam 11 doang" ujar Bu Rani


"oh ya Bu, bolu nya Ira buat dalam kulkas, gppkan"


"gpp, mending temenin ibu makan yuk, ibu laper" ajak Bu Rani


"emm , sebenarnya Ira udah makan sih tadi, tapi kalo ibu maksa yaudah Ira mau, hehe"


"Halah kmu itu kan gakuat sama godaan mkanan, pufttt haha kamu ini makin gede makin lucu aja tingkahnya, " ujr Bu Rani gemas mencubit pipi Ira yang sangat chubby


Di Ruang makan.


"Bu , nambah lgi dong, "pinta Ira


"Ra inget jangan terlalu banyak, ini udah 3 kali loh kamu nambah, emng masih muat?" tanya Bu Rani sambil mengambilkan nasi dipiring Ira.


"ya muat lah Bu, heee habisnya enak bngett ini , aku kan suka makanan seafood" sambil mengacungkan jempol, dan mulut penuh dengan nasi


"udah kebiasaan deh, kunyah yang bener ntar keselek ira,"


Tit Tit Tit


"wahhh kayanya bang Abir sama ayah tuh Bu, asekkkk ayah datang, ayah datangggg,"ucap Ira yang kegirangann


"huss anak perawan jangan bobrok gitu ah, kalem dikit dong nak, ckckck kamu ini Ira Ira , bentar ibu bukaiin ayahmu dulu"


berlalu menuju pintu depan


"eh ayah, Abang, ayok kita makan bareng, belum makan kan, ayok" ajak Bu Rani dengan semangat


"bentar Bu salam dulu Napa, cium tangan suami dulu, ga ada romantis romantisnya deh"


sedangkan Kabir langsung mencium tangan ibu nya dan berlalu menuju ruang makan.


"eh waalaikum salam ayah, gimna sehat, lancarkan acaranya"


"apaan sih Bu, emang habis nikahan pake acara-acara" kesal pak Reza

__ADS_1


"kan tadi ayah yang nyuruh gitu, ko malah sewot sih ayah"


"udahlah Bu ayok masuk"


Dan di Ruang makan.


"baaaaaaaaaaa, dasar gembul tuman" bang Abir langsung merebut udang ditangan Ira


"ishh apaan sih bang, main ambil-ambil aja, gasopan, salam dulu kek,langsung ambil punyaku juga"


"cupcupcup Ade ku sayang, jangan lh kau ngambek, tuh dimeja masih banyak, dasar tuman "


" tuman tuman pala mu, " kesal Ira


"ayahhhhhh , Ira kangennn " Kta Ira cengar-cengir dengan mulut penuh nasi lagii


"Safira. " dengan nada tinggi ibu memanggil nama Ira


"eh iya Bu maap, heee ini ditelen ko"


"huhh dasar tumannnn," ejek bang Abir


"Abang udah jangan gitu sama adek" ujr ayah


"iya maap ayah"


"huh Pasti ayah sama bang Abir capek ya,?" tanya Ira


"capek sih de, tapi kalo udah ngumpul Kya gini, rasa lelah itu kek sirna aja gitu, bahagia rasanya kalo kita ngumpul" kata bang Abir


"iya ayah juga plong rasanya, pdahal capek, tapi kalo gini ya ayah seneng banget rasanya bisa ngumpul, " tambah lagi ayah


"ibu juga seneng, walupun kita memiliki kesibukkan masing-masing, tapi keluarga tetap nomor 1,"


"Yoi, " Ira masih saja ngemil makanan ringan , padahal tadi sudah makan banyak.


"de makan Mulu , muat aja tuh perut"ckckck


"muat dong, nih buktinya Ira ga berhenti makan" hehehe


"anak mu Bu, mkan muluuu, entah deh mirip siapa kalo begini"


"mirip ibu lah siapa lagi , ya kan Bu, hee" ujr ira


"iya , kamu kan anak ibu, makanya mirip sama ibu" ibu berlalu kekamar karna lelah, begitu juga ayah


sekarang sisa Bang Abir dan Ira,

__ADS_1


"bang, udah punya calon belum ?" tanya Ira


"ga, ngpain kamu nanya gtu Ra"


"gpp sih nanya aja," lanjut ngemil si Ira


"eh bang, ibu sekarang sering banget minta nimang cucu dari kita berdua" Kata ira


"hmm gitu ya, Abang sih juga sering dimintai ayah , mau cucu katanya , tapi Abang belum kepikiran nikah Ra" kata bang Abir


"iya, Ira juga, Ira kan baru msuk 20 ya, terus Ira masih muda gitu , pengin sendiri aja dulu" tambah Ira


"kalo Abang sih maunya , nanti kamu duluan"


"ko aku sih bang, aneh. dimana-mana itu. Abang duluan baru adeknya"


"ya gpp, kalo aja Ira ada calonnya kan"


"gimna punya cowok, pacaran aja gapernah"kata Ira


"iya iya adekku ,"dengan gemasnya mencubit pipi Ira


"ahhh sakittt bambanggg"


"maap Maimunah"


"bang "


"hmmmm, pa'an ?" bang Abir lagi fokus main game


"Ira mau deh ngasih cucu buat ibu sama ayah, tapi ga sekarang "


"hmmm"


"Ira juga mau nanti, suami Ira itu baik, dia gitu yang sayang banget sama Ira, bukan ira nya yang sayang, maksudnya dia gitu yang itulah pokonya"


"hmmm"


"ihhh Abang ngeselin, hmm hmm Mulu kek Nisa sayban" kata Ira


"sabyan iraaaa, "


"auu ah ngantukkkk byyye"


Ira masuk kekamar dan tak lama kemudian, Abir juga ikut masuk kekamar Ira. memang sudah kebiasaan Abir tidur sekamar dengan Ira, baginya itu tak masalah Ira perempuan, toh juga adeknya.atau bisa juga sebaliknya Ira yang numpang di kamar Abir.


hallo guyyss, selamat membaca. jangan lupa vote dan tinggalkan jejak

__ADS_1


__ADS_2