Duda Muda Itu Suamiku

Duda Muda Itu Suamiku
DMIS PART 22


__ADS_3

Disebuah meja makan sudah tertata berbagai hidangan makanan, disana jug sudah berkumpul semua anggota keluarga, siapa lagi kalau bukan family Smith .


"bund ambilin ikannya dong" ujar Amanda


"gausah bund, dia bisa sendiri, manja emang" ejek Ferro


"udah ah kalian ini berantem terus" sambil mengambilkan ikan kepiting Manda.


"makasih bunda," "wlekkkk" ia beralih mengejek Ferro


"udah ah adek, gausah gitu melet-melet" kata pak Rizieq dan Amanda pun cengengesan saat ditegur ayahnya.


" Raya, sini Ayaz Sama bunda dulu, kamu makan aja dulu ntar gantian makannya " ucap Bu Salwa pada raya menantunya.


"gak usah bund, Ayaz enteng ko nih gakpp, bunda makan aja kita makan bareng" kata raya meyakinkan mertuanya.


"bener bund, udah makan aja Ayaz pinter kok, iya kan nak" kini rizvan yang menjawab dan mengajak putranya berbicara seolah ia sudah bisa memahami bahasa orang dewasa


setelah selesai makan semua berkumpul di ruang keluarga.


"bang rizvan emng ga bisa lebih lama nginep disini?" tanya Bu Salwa yang sambil memangku Ayaz


"gak bisa bund, kerjaan aku disana makin numpuk, kemarin kan udah libur juga pas nikahan anaknya pak Burhan, ya walaupun aku bos nya tetap aja aku gak enak bund" rizvan memang CEO nya tapi iya juga tak bisa seenaknya meninggalkan kerjaan yang banyak begitu saja.


"hmm iyadeh. nanti sering-sering kunjungan bunda, bunda sepi kalo gak ada kalian. Ferro paling malem ada dirumah itu pun ibu udah tidur, Amanda juga sibuk sama aktivitasnya sendiri" ujar Bu Salwa.

__ADS_1


"loh kok pada melow gini sih" pak Rizieq datang dan duduk di samping istrinya, dan mengambil alih Ayaz.


" ini loh yah, bunda katanya dirumah kesepian" ujar rizvan


"ya mau gimana lagi Bun, " ujr ayah.


" aduhhh cucu Oma," ia mencubi-cubit pipi cucunya yang merasa gemas, "kapan kamu nambah anak lagi Van, biar Ayaz punya temen?" kata Bu Salwa


"ahh , Ayaz masih kurang 2tahun bund, masih mau gedein Ayaz dulu, atau bunda ya yang mau cucu lagi, biar gak kesepian?" kini malah rizvan yang balik bertanya.


" tenang bund, noh anak kembarnya masih ada, bisa minta sama mereka kalau mau cucu" tambah lagi rizvan.


"bener tu bund, atau kita jodohkn aja biar mereka berdua cepet punya anak?" kata ayah juga ikut menimpali


"gak deh yah, terserah mereka aja kpan mu nikah, tapi kalo Amanda bisa ibu mau jodohin sama anak temen ibu,


sontak membuat Amanda membulatkan matanya dan berucap "apa Bund ? dijodohin? ah gamau aku bund, nih bang Ferro aja yang dijodohin aku ikhlas " ujar amanda


"enak aja, Lo tu yang dijodohin, kalo gue mah bisa nyari sendiri" ujar Ferro


"kamu itu berdosa banget, pake acara gak mu dijodohin lagi, kalau cantik mau kan?" goda Amanda, Bu Salwa dan pak Rizieq tersenyum melihat kelakuan anak kembarnya begitu juga rizvan dan raya juga ikut tersenyum geli melihat keduanya.


" aduh diem deh lu Maimunah, Lo aja mending iyain aja tuh bunda mau jodohin Lo sama anak temennya" ujar Ferro yang duduk sambil memakan kerupuk ditoples.


"syirik lu kan. gak di cariin bunda pasangan, huuuuu kasian jomblo" ledek Amanda dan membuat Ferro kesal tentunya.

__ADS_1


" berarti Amanda mau dong bunda jodohin sama anak temen bunda?" ia hanya menggoda Amanda karena ucapannnya tadi pda Hardi.


"eh eh enggak enggak bund, maksudnya Manda tuh, ah aku deh ngapa jadi bahas jodoh sih bund" Amanda yang kesal akhirnya izin kekamar nya untuk menghilangkan rasa kesalnya. bang rizvan dan istrinya pun sudah ke kamar nya, karena besok mereka bakal pulang kerumah nya di malang.


"nah tu kan ngambek tu anak bund" ujar Ferro


"kamu sih bang suka banget godain adek mu" kata ayahnya.


"hee maap yah. habisnya gemes sama dia jawab Mulu" ujar ferro


"Halah emang kamu gak, kan kalian Sama aja gak mau kalah bang" ujar bunda


"iya dong bunda kan kmu kembar, jadi sifat pun hampir sama walaupun beda jenis kelamin, heeee" Ferro tertawa begitu juga ayah, mereka merasa tak tahan untuk tidak tertawa melihat ekspresi Amanda saat merajuk tadi.


"yasudah bunda mau masuk dulu, udah ngantuk nih" ia beranjak dari duduknya dan langsung berlalu meninggalkan Hardi dan pak Rizieq .


"ayah ngntuk gak? tanya Ferro dan di gelengkan sang ayah tanda belum mengantuk.


" nah kita min catur aja kalau begitu yah, ayok" anak ferro dan mulai membuka papan catur.


" boleh, kali ini ayah pasti menang lagi" ucapnya dengan bangga dan di balas dengan senyuman meremehkan oleh Ferro


*TBC*


jangan lupa tinggalkan jejak dan vote ya guys, terimakash.

__ADS_1


happy reading ☺️


__ADS_2