Duda Muda Itu Suamiku

Duda Muda Itu Suamiku
DMIS PART 17


__ADS_3

Sebuah mobil taksi melaju dari bandara menuju rumah sakit, siapa lagi kalau bukan pak Reza dan Safira. mereka berdua terlihat cemas, pasalnya Bu Rani, Alhamdulillah tak pernah mengalami kecelakaan. Bu Rani selalu mengemudikan mobil sendiri dengan hati-hati, tapi entah mengapa hal na'as menimpa Bu Rani waktu itu. sudah ada firasat didalam hati nya bahwa hari itu akan ada pertanda buruk, namun ia menepis semua itu, Safira dan pak Reza pun juga merasakan hal yang sama. itulah musibah, tak ada yang tau kapan dia datang, tapi ketika ia datang , kita harus menerimanya dengan lapang dada, bahwa itu adalah takdir dari yang Maha Kuasa. perlu menempuh beberapa waktu untuk menuju RS, karena jaraknya lumayan jauh dari bandara . dan setelah sampai.


ceklek .


"assalamualaikum bu" Ira langsung menuju kesamping ibu nya yang sedang tidur.


"Ira ibumu sedang istirahat, kamu juga istirahat dulu sana," Kata pak Reza


"iya yah, ayah juga istirahat, jangan cuma nyuruh Ira aja" Ira beranjak dari duduknya nya dan beralih ke kasur yang tersedia di situ, biasa orang kaya VIP 😁


Dan tak lama kemudian datang lah bik marni membawa buah, dan makanan lainnya, iya sudah tau kalau majikannya pulang, makanya ia membawa makanan berlebih.


" tuan mau makan dulu kah, biar saya siapin" ujar bik Marni yang baru saja datang


"nanti aja bik, say mau istirahat dulu. gimana mang asep kondisinya? " tanya pak Reza


"mang Asep Alhamdulillah sudah pulang karena kondisinya lebih ringan dari pada nyonya yang sedikit parah" tutur bik Marni

__ADS_1


"hmmm, kalau begitu berarti sudah saatnya mang Asep diganti, kasian sudah tua" ujr pak Reza


"tapi tuan, gimana nasib anak dan istrinya, saya khawatir mang Asep gak punya biaya lagi buat sekolah anaknya, kalo dia berhenti bekerja" ujar bik Marni


"tenang aja bik, emm rasanya mang Asep kang punya anak cowok ya, nah bisa saja kalau anaknya mau bekerja menggantikan bapaknya" ujar pak Reza


"nahh bisa itu tuan, nanti saya kabarkan sama mang Asep" ujar bik Marni


Bu Rani yang mendengar suara orang mengobrol terbangun, dan terkejut melihat suaminya sudah ada di sampingnya, ia tak tau kapan suaminya akan pulang, tapi ia tak menyangka jika suaminya pulang secepat itu.


"ayah sudah pulang kah?" ayah sudah makan? dimna ira?" tanya Bu Rani yang mengedarkan pandangannya mencari Ira, dan ditunjuk oleh pak Reza, dan Bu Rani pun mengangguk.


Ditempat Ferro


"hmmm ko gak dibalas ya"batin Ferro


dan datanglah Bu Salwa kekamar ferro. ia sedari tadi memanggilnya namun tak disahuti, ia mengintip dan ternyata yang dipanggil sedang melamun.

__ADS_1


"ferrooo" ia sedikit meninggikan suaranya


"eh ibu, masuk Bu" ujar Ferro


"lagi ngelamunin apa sih , kok ibu panggil gak dijawab?" tanya Bu salwa


"gak ada apa-apa kok Bu" ia cengengesan menjawab pertanyaan ibunya, padahal ia sedang melamunkan Safira.


"yang bener,gak biasanya kamu ngelamun gitu, apa jangan-jangan kamu lgi mikirnya cewe ya" goda Bu Salwa


"ishh ibu apaan sih, gak ah mana ada aku mikirin cewe selain ibu" Ferro balas menggoda ibu nya


"Halah , kamu itu anak ibu, setiap ada perubahan yang di diri kamu pasti ibu tau" kata Bu Salwa


"yailah aku anak ibu, masa anak tetangga heeee " kata Ferro dan Bu Salwa yang mendengarnya pun melotot.


"hee gak lah. aku becjanda Bu" ia tersenyum Pepsodent dong.

__ADS_1


"hmm iya iya, lain kali jangan ngomong kaya gitu lagi, ibu sentil kamu, udah ayok kita makan ayah mu udah nunggu tuh" ajak Bu Salwa dan di angguki Ferro .


TBC


__ADS_2