Duda Muda Itu Suamiku

Duda Muda Itu Suamiku
DMIS PART 11


__ADS_3

ditempat Safira, ia tengah membantu tantenya, banyak yang harus dikerjakan, karena Tante Rina memilih acara resepsi di halaman rumahnya sendiri ketimbang nyewa gedung, kan lumayan duitnya. dan juga halaman rumah Tante Rina dan om Burhan terbilang luas.


"Ira kamu kupas bawang itu ya, habis itu goreng" titah Tante Rina,


"siap Tante" Safira yang sudah mahir berada di dapur , terbiasa dengan memegang alat-alat dapur.


"Ira kamu lanjutin yah, Tante percaya sama masakan kamu, Tante mau kedepan dulu " ujarnya melenggang keluar meninggalkan Safira sendiri di dapur


dan tak lama kemudian datang Ferro , ia seperti mencari sesuatu , melihat Safira didapur membuatnya gugup, padahal iya terbiasa jika melihat wanita lain, entah kenapa setelah bertemu Safira beberapa kali, membuat jantungnya berdegup kencang.


"aa ammm, Safira boleh minta tolong , kamu tau ga dimana letak parang ( pisau gede )" tanya nya sedikit gugup


merasa dan yang memanggil namanya ia menoleh dan " eh ka Ferro , gatau aku ka coba tanya om Burhan" ia menjawab namun tak menoleh kearah Ferro , karena ia sedang menggoreng bawang


"kata om Burhan sih didapur " ucap Ferro


"gitu ya,coba kak cek di dekat kulkas atau kalo ga di dalam lemari kayu itu" ia menunjuk kearah lemari kayu disamping pintu masuk, Ferro langsung mencari yang ditunjuk Safira dan menemukan barang yang ia cari.


"thanks ya ra, mau ditemenin ga" goda Ferro

__ADS_1


"eh gak usah ka" Safira yang terpernah di goda pria, pipinya memerah bak tomat. Ferro yang melihat pun tersenyum


"maaf Ra aku cum becanda, aku kedepan dulu mau bantu yang lain "


di angguki Safira, dan ia merasa gugup saat berdekatan dengan Hardi, aduh mama rasanya ko seneng gini ya, ah mungkin kelamaan jomblo hihihi.batin Safira


*************************************************************


"ayah kapan kita pulang " tanya Ira pada sang ayah yang sedang membaca laporan lewat hp


"mungkin hari selasa nanti Ra, emang kenapa kamu gak sudah betah disini?" ia meletakkan hp disaku nya, dan meyerumput kopi yang tadi di bawa oleh Safira. selain ahli dalam bidang makanan, kopi buatan Safira pun tak kalah enak nya seperti kopi-kopi di cafe biasanya.


"kenapa kamu gak vc atau telpon aja ibu mu?" ujar sang ayah


"oh iya bener juga, tapi sore begini hp ibu pasti gak aktif, kalo malam mungkin gak sibuk lagi, " ujr Safira


"nanti kalo sudah selesai bantu-bantu Tante mu , nah kamu bisa tuh kangen-kangenan sama ibu mu" ujr sang ayah


"emm iya yah, aku mau mandi dulu ya yah, kayanya bentar lagi ashar deh" ucapnya sambil melirik ke arah arloji di tangannya.

__ADS_1


"iya ayah juga mau siap2 ini kemesjid" ucap sang ayah


Safira mengambil cangkir kopi bekas ayahnya tadi dan membawanya kedapur.


" Ira ini baju buat besok, supaya sama-sama couple gitu kita sekeluarga" ujar Wati memberi paper bag kepada Ira.


"hemm makasih ya wat, oh iya gimana udah Dateng belum tukang Henna nya" tanya Safira, pasalnya si tukang Henna ini bilang kalo dia gak enak badan. wajarlah karna ini sudah memasuki bulan pancaroba dimana pergantian musim yang membuat kekuatan fisik tubuh seseorang bisa juga terganggu.


"katanya gak bisa, sakitnya mkin parah, demamnya tinggi, mau cari yang lain tapi waktunya udah mepet, soalnya udah banyak yang pesen" Wati sedikit sedih, karna tanpa hiasan tangan baginya itu ada sesuatu yang kurang.


"gimana kalo aku yang ngehias tanganmu, kebetulan aku bisa sedikit bisa tentang Henna" tawar Safira.


"boleh sih, tapi beneran kamu bisa?" tanya Wati sedikit ragu.


"insaallah bisa, jika kamu tak keberatan aku akan mencari bahan hennanya nanti habis ashar, nanti malem baru kita ngehias tanganmu.


Wati setuju dan mengangguk, ia kembali kekamarnya , dan Safira juga langsung kekamar untuk melaksanakan shalat ashar.


selamat membaca😊

__ADS_1


__ADS_2