Duda Muda Itu Suamiku

Duda Muda Itu Suamiku
DMIS PART 15


__ADS_3

* HAPPY READING😊 *


Setelah acara selesai, semua tamu dan undangan pulang kerumah masing-masing, ada juga tetangga sekitar yang membantu membereskan, ada juga yang membantu membersihkan halaman, membuang sampah-sampah , dll. sungguh acara yang melelahkan , untungnya tetangga pak Burhan suka bersosialisasi, andai menyewa gedung bisa keluar uang berapa , tapi tidak capek beres-beres ini dan itu. tapi, pak Burhan dan keluarga memilih mengadakan di halaman rumah sendiri, katanya supaya ada kenangannya dan bisa ngatur sendiri.


" ayah ko perasaan Ira gak enak mulai tadi?" tanya Ira pada ayahnya


"iya Ra, ayah juga ngerasa kaya ada sesuatu yg buruk sudah terjadi, tapi gak tau apa" ujar sang ayah


"Ira coba telpon ibu dulu, Ira khawatir banget" dan diangguki oleh ayahnya, tak lama kemudian


"hallo assalamualaikum bu" ucap Ira yang sudah terlihat cemas


"waalaikumsalam nak" jawab Bu Rani diseberang sana


"ibu gimana disana, baik-baik aja kan?" tanya Ira


"emmm, *ia terdiam sejenak,entah apa yang ia pikirkan* ah iya ibu baik-baik aja ko Ra" jawab Bu Rani

__ADS_1


"beneran Bu, soalnya dari tadi perasaan Ira ga enak, kepikiran ibu terus" ujar nya


"iya sayang beneran. ibu gakpp ko" ia tersenyum karena anaknya mengkhawatirkan dirinya, tapi iya tak mau membuat anaknya panik, makanya dia diam dengan keadaan dirinya.


"perasaan Ira tuh ga enak Bu dari tadi,..." ia terdiam ketika mendengar suara yang tak asing,


"nyonya ayok kita minum obatnya dulu biar cepat sembuh, terus kita pulang deh kerumah" ujar bik Marni, sedangkan. Bu Rani hanya pasrah kalau Ira mendengar apa yang dikatakan bik Marni.


"hallo , ibu, ibu dengar Ira kan, ibu lagi dimana sih? ibu minum obat apa? perasaan ibu gak punya riwayat penyakit deh? apa jangan-jangan ibu ....?? ia tidak melanjutkan perkataannya


"ehh maaf nyonya, saya kira nyonya lagi rebahan aja eh taunya lagi telponan, sama siapa? non Ira?" Bu Rani hanya menganggukkan tanda mengiyakan.


"hallo non Ira. ini bibik, aduh non kapan pulang , bibik kangen Lo sama kamu" ujar bik marni


"hee iya bik, Ira gak bakal pulang, Ira bakalan tinggal Disni selamanya , hahahaha" ia tertawa membayangkan ekspresi bik Marni .


"duh si non mah , kalo bibik ya gakpp non Ira gak pulang. paling juga nyonya besar bakalan tambah sakit kalonya non Ira gak pulang" ujar Bik Marni

__ADS_1


"bik, ibu sakit apa sih?" Ira makin bingung. tadi kata ibunya gakpp, tapi kata bik Marni tambah sakit, gimana sih yang bener, pusing Ira tuh


" emm nyonya sebenarnya pagi tadi kecelakaan, padahal mau ngasih tau non Ira, tapi nyonya besar ngelarang bibik , kalo gak gajih bibik di potong" ujarbik Marni


"hahhhhhh ibu kecelakaan, ayahhhh ibu kecelakaan" iya berteriak mencari sang ayah, yang baru saja keluar dari toilet .


"ada apa Ira , kok kamu teriak-teriak? ada masalah di rumah" tanya ayahnya Ira


"kata bik Marni, ibu kecelakaan pagi tadi" ujar Ira sambil menangis


" hah astafirullah Ra, ayok kita pulang, ayah bakalan pesen tiket malam ini juga" ayah Safira langsung keluar untuk mencari tiket , sedangkan sedari tadi karena sambungan telponnya tidak terputus ,maka Bu Rani dan bik Marni mendengarkan ucapan kedua org itu.


"non, non ,non Ira" ujar bik Marni diseberang sana


"eh iya bik, duh aku tu panik + setres kalo ibu sakit, bilangin sama ibu, malam ini juga kami balik ke Kalimantan, nanti Ira telpon lagi ya, dah ibu, dah bibi" Bu Rani tersenyum dengan kelakuan safira. ia merasa mengantuk, mungkin efek dari obat dokter .


Dan dia tak menyangka juga bakalan di cemaskan sebegitu nya , mungkin ini sudah waktunya ia berhenti, umurnya juga sudah lumayan tua, pasti banyak bidan muda diluar sana yang menggantikan dirinya.

__ADS_1


maaf membosankan ya ceritanya , kita bahas satu-satu, TBC


__ADS_2