Duda Muda Itu Suamiku

Duda Muda Itu Suamiku
DMIS PART 5


__ADS_3

"pagi Bun," sapa Ferro yang tiba-tiba sudah duduk di kursi makan


"astafirullah, ngagetin aja kamu ini" sambil menata piring


"ayah mana bun, ko ga keliatan"


"ayahmu mungkin masih di mesjid, biasa paling juga ngegosip hahaha"


"assalamualaikum , hayo lagi bicara ttg ayah ya?"


"waalaikum salam" serempak ibu dan anak itu


"ini yah, habisnya ferro nanya ayah kemana, ya ibu jawab aja asal"


" ayah tadi ketemu sama pa Burhan. katanya sih mau bikin acara gitu , acara apa yah emm nikahan kalo ga salah"


"oh, kayanya si Wati itu yang nikah,"


"ya mungkin ," kata ayah


"di Ade mu belum bangun kah?" tanya ibu


"sudah Bun, katanya ada yang dikerjain dikamar, bentar lagi juga turun"


"pagi ayah, bunda, bang Hardi " sapa Amanda


(jadi Ferro sama Manda ini kembar pengantin, si Ferro abang sedangkan Manda adek)


"ayok kita makan" kata ibu


dikediaman Safira.


"bang nanti kamu ke Bandung ya, si Wati nikah Minggu depan." kata Bu Rani


"kayanya Abang gabisa bu, emm karna proyek kita dikalbar ada masalah" kata bang Abir


"gimana kalo Ira aja Bu, kan dia belum pernah kesana?"

__ADS_1


"boleh juga, tapi emang dia mau ninggalin usahanya disini?"tanya lagi Bu Rani


"ya pasti maulah Bu, iming-imingi makanan juga mau" kini Abir tertawa mengingat sifat adeknya yg hobi makan


"heh ngapa bahas makanan bang?" Ira datang tiba-tiba kek hantu


"ya Allah , bikin kaget aja ni anak?" pekik Bu Rani


"ini ra, kamu mau ga datang ke acara nikahan sepupu mu, si Wati" tanya Bu Rani


"emmm, tapi kan itu di Bandung jauh Bu, gamau ah"


"gpp, sekalian kamu silaturrahmi, kan udah lama kamu gak main kerumah Wati sepupumu itu" ujar Bu Rani


"eh iya bu, udah lama Ira ga ketemu Wati, boleh Bu, tapi Ira sendiri gitu?" tanya Ira yang kini bingung


"ga ko, Ira nanti kesana sama ayah" ujar Bu Rani


"lah ibu ga ikut? bang Abir juga?"


"tapi nanti kalo ibu udah ga kerja lagi, bisa ko kita bareng semua ke rumah om Burhan "kata Bu Rani


"okedeh Bu, kapan mau kebandung? tanya Ira


"kayanya sih besok Ra, soalnya biar kamu bisa lama disana" kata Bu Rani


Ira hanya manggut-manggut , sedangkan bang Abir sudah fokus dengan game di hp nya.


ditempat Hardi


"Bun nanti aku bakalan di pindahin tugas ke Kalbar"


"Lo ko gitu di,?" tanya Bu Salwa


"ya memang tugasnya gitu Bun"


"kira-kira lama gak di?"

__ADS_1


"gatau bun, belum pasti juga sih"kata Hardi


Bu Salwa hanya manggut-manggut, tak lama kemudian datang nih ayahnya Hardi, pak Rizieq .


"di, nanti pas acara anaknya pa Burhan kita bantu-bantu disana, kamu free kan sepekan ini" tanya ayahnya Hardi


"iya yah, aku free ko, tenang aja pasti aku bantu" ujar Hardi meyakinkan


" Rizvan kapan pulang Bun" tanya ayah


"kemarin sih bilang sama ibu, lusa mau pulang. soalnya besok masih ada kerja katanya" kata Bu Salwa


"loh bang rizvan pulang Bun? wahh bakal ketemu Ayaz nih " ujar Hardi kegirangan.


"makanya har, nikah sana biar punya anak juga"kata Bu Salwa


"nanti lah Bu, aku masih muda, calonnya juga gapunya" kata Hardi


"loh, Abang mu aja dulu umur 22 udah nikah, nah sekarang kamu umurnya brpa? tanya ibu


"25 Bu"ujar Hardi


"nah tu kan tua itu namanya" ujar Bu Salwa


"iya ferr, ayah aja dulu nikah muda sama ibu mu" ujar pak Rizieq


"iya iya nanti aku nikah, Manda aja duluan nikah, aku setelah Manda "


"ga lah bang, kita barengan aja, keluar aja kita bareng " ujar Manda yang sudah dari tadi nyimak obrolan keluarganya


"ogah gue bareng sama lu" ujar Ferro


"Bun lihat deh bang Ferro gitu ihh, " rengek Manda


"huss Ferro gaboleh gitu ah sama adek, pokonya siapapun nanti yang nikah duluan, doa ibu sama ayah selalu yang terbaik buat kalian" kata Bu Salwa


selamat membaca,jangan lupa vote dan komen. tinggalkan jejak

__ADS_1


__ADS_2