
Nia hanya melihat Raya pergi meninggalkan acara anaknya, ia terus memikirkan apa maksud dari perkataannya. Kebahagiaan siapa yang ia usik, ia datang ke kehidupan Faris saat mereka sudah bercerai dan itu bukan satu atau dua tahun, tapi bertahun-tahun. Apakah maksudnya yang ia rebut kebahagiaannya adalah kebahagiaan dirinya dan Faris.
"Ada apa, sayang?" tanya Faris menghampiri Nia yang masih terbengong di tempatnya. Faris melihat ke arah mata Nia melihat. Namun, ia tak melihat siapapun di sana, Nia yang masih melihat ke arah di mana tadi Raya menghilang.
"Nggak, Mas. Nggak apa-apa," jawab Nia yang tak ingin membuat Faris khawatir atau cemas akan apa yang belum pasti. Nia sendiri masih belum tahu pasti apa yang dimaksud oleh Raya, ia tak ingin sampai melaporkan hal-hal yang belum pasti dan itu akan merugikan Raya nantinya.
Begitulah sosok Nia, terlalu baik, jelas-jelas ia telah disakiti, tapi Nia masih membela Raya dan meminta bantuan kepada Faris untuk membantu Raya melunasi utang-utangnya dan secara tidak langsung itu kembali membuat mereka berhubungan.
Acara hari ini berlangsung sangat meriah. Acara aqiqahan anak dari seorang miliarder tampan.
Faris dan Nia memberikan nama anak mereka 'Lunara Elshanum' dan mereka memangilnya dengan nama Shanum.
"Kalau kamu lelah, kamu boleh beristirahat dan bawa putri kita, lagian para tamunya juga semua sudah hadir, selebihnya biar ditangani oleh ibu dan yang lainnya." Nia yang memang merasa lelah pun mengangguk dan kembali ke kamarnya.
Faris melihat Farah dan yang lainnya ikut bahagia menyambut kelahiran Shanum, membuat ia mencabut hukuman dan kembali mengaktiflan kartu mereka tanpa batas. Faris juga selama ini mengawasi mereka dan bisa melihat jika mereka bisa menghemat uang jajan mereka sesuai dengan nominal yang diberikannya.
Sementara itu, Raya kembali ke rumah lamanya yang telah sekian lama dibiarkan kosong. Sebelum Raya kembali ke tempat kerjanya, ia ingin mengatur suatu rencana untuk Nia.
__ADS_1
Raya menelpon seseorang, ia harus mencari cara agar membuat Nia membenci Faris. Membuat Faris yang membencinya itu sangat sulit, melihat bagaimana rasa cinta suaminya itu pada Nia dan Raya juga tahu setiap Faris sudah mencintai seseorang dia akan sangat setia dan percaya padanya, sehingga Raya memilih untuk membuat Nia lah yang akan dijadikan targetnya, target agar Nia membenci sosok suaminya. Mungkin saat ini akan sangat sulit karena ia baru saja melahirkan anak, Raya mempunyai rencana dan secara perlahan-lahan bisa menghancurkan keluarga mereka, walaupun mungkin akan membutuhkan waktu. Namun, dia akan melakukannya, ia masih memiliki harapan di hatinya jika ia bisa kembali bersama dengan Faris.
Satu keuntungan yang ia percaya, jila Faris masih mencintainya, karena dia adalah cinta pertama bagi Faris. Raya yakin, dia tak akan hilang dari hati Faris sampai kapanpun, walau sudah ada Nia yang menggantikan posisinya saat ini. Namun, jika ia berhasil membuat Nia tak bersikap manis dan patuh padanya, membuatnya marah pada Faris. Raya yakin ia bisa masuk dan menghancurkan keluarga bahagia mereka.
"Baiklah, kita ketemu di cafe X," ucap Raya setelah menelpon orang kepercayaannya itu. Ia pun langsung menuju ke cafe yang dimaksud, begitu sampai di sana seseorang wanita cantik sudah menunggunya. Raya pun langsung menghampirinya, wanita itu adalah anak salah satu temannya, usianya seusia dengan Nia. Ia yakin ia bisa memanfaatkan anak itu, Raya tahu betul jika anak itu menyukai mantan suaminya, bahkan gadis itu pernah meminta Raya untuk menjodohkannya dengan Faris saat Faris belum menikah dengan Nia.
Waktu itu Raya hanya menganggap jika itu hanyalah sebuah lelucon dari anak itu, mengingat usia mereka terpaut jauh. Namun, setelah melihat Faris menikahi Nia sosok yang juga memiliki usia yang sangat muda, Raya yakin jika anak itu memang sungguh-sungguh menginginkan mantan suaminya untuk menjadi pendampingnya.
"Hai, Tante," sapa Diva saat Raya datang.
"Baru kok, Tante. Ini juga aku belum memesan minuman," jawabnya membuat Raya pun langsung memanggil pelayan di cafe tersebut. Mereka pun memesan cemilan dan juga minuman dingin melihat udara sangat panas di luaran sana.
"Langsung saja, Tante ingin nanya apakah kamu masih tertarik dengan ayahnya Farah?" tanya Raya saat ia sudah mendudukkan dirinya di kursi di depan Diva
"Tante ini ngomong apa sih, ayahnya Farah kan sudah menikah, mana mungkin aku masih menginginkannya. Tante sih, dulu waktu Faris masih sendiri, aku minta untuk menjodohkan Tante nggak mau, ke duluan kan dengan Nia," kesal Diva.
"Iya, maaf. Tante pikir hari itu kamu hanya bercanda, emangnya kamu kenal dengan Nia istrinya Faris?" tanya Raya lagi.
__ADS_1
"Tentu saja aku kenal, aku juga bekerja di tempat yang sama dengan dia bekerja, tapi setelah menikah dia memilih untuk mengundurkan diri. Kemarin aku sempat melihatnya bersama dengan Mas Faris, dia terlihat begitu bahagia," ucap Diva.
"Sekarang Tante tanya, apa kamu masih berharap bisa bersama dengan Faris? Kalau memang kamu mau, Tante bisa menolongmu," ucapnya. Namun, mereka menghentikan pembahasan mereka saat pelayan datang untuk membawa pesanan yang mereka telah pesan.
Setelah memastikan pelayan itu pergi setelah menyiapkan pesanan mereka, keduanya pun menyambung pembahasan licik mereka.
"Emangnya Tante pikir aku bisa merebut Faris dari Nia, aku melihat mereka begitu bahagia, aku tak yakin. Lagi pun aku juga takut, bagaimana jika Faris marah padaku karena mengganggu hubungan mereka," ucap Diva meminum jus pesanannya.
"Tante nggak nanya hal itu, yang Tante ingin tau, kamu mau nggak? Jawab saja pertanyaan Tante tanpa ada alasan ataupun penjelasan lain," ucap Raya menatap ke arah Diva dengan tatapan serius.
"Tentu saja, aku mau Tante," jawab Diva.
"Bagus, sekarang kamu ikuti saja apa yang Tante katakan, Tante akan usahakan kamu bisa bersama dengan Mas Faris, bagaimana kamu setujukan dengan apa usulan, Tante?" ucap Raya lagi membuat Diva pun mengangguk cepat.
"Iya tentu saja, selagi Tante bisa menjanjikan jika aku ada peluang untuk menggantikan posisi Nia, aku akan melakukan apa saja yang Tante inginkan," ucap Diva antusias membuat Raya pun mengangguk dan mereka pun mulai membahas rencana mereka.
Raya meminta Diva untuk kembali dekat dengan Nia untuk saat ini, hanya itu saja yang Raya inginkan dari Diva. Mereka akan menghancurkan rumah tangga mereka secara diam-diam, Raya akan menjadikan Diva hanya sebagai kambing hitam, begitu hubungan Faris dan Nia retak dia akan masuk menggantikan posisi Nia.
__ADS_1